My First chocolate
Gue , orang yang ditertawakan
karena cinta gue dengan Rangga. Preman-preman tanggung itu. sampai-sampai gue
sendiri menyebut dia pangeran. OALAH
!!! memang , yang gue suka itu adalah anak orang kaya.
Ayahnya adalah pegawai Bank.
Sedangkan gue hanya anak tukang bengkel. Jadi mencintai orang kaya itu terasa
aneh untuk gue. Mustahil begitulah. Apalagi gue jelek dan gak ada istimewanya
dimata seorang cowok. Terasa banget bagi
gue kalau gue mencari perhatian cowok yang gue suka. Karena kalau gue suka sama
orang terus dibilang orang gila sama cowok itu.
“Pangeran Rangga”
Dan dia malah ikut-ikutan
nertawain gue. Hadeuh...malu-maluin juga hidup gue. Begini amat ya ?? hidup si
Ribi yang punya kisah cinta yang amat memalukan.
Gue Ribi, gak mungkin punya
kisah yang bagus kaya orang-orang. Pasti aneh kesannya.
Rangga itu Ganteng. Dia punya
kumisan yang membuat dia semakin ganteng. Malah orang bilang dia adalah Kim Bum
versi kumisan. Heleh !!! bagi gue mah biasa aja. Dia orang yang
suka cari masalah. Suka menghabiskan baterai Handphone gue buat dengerin lagu
dari OST. Naruto ‘Alive’.
“Boleh gue ngelihat foto
lo??”
“Boleh...tapi jangan diformat
ya?? Gue jitak entar pala lo”
“janganlah dijitak-jitak
kepala pangeran nih. Nanti kegantengan pangeran untuk Ribi akan hilang”
‘week !! gue pengen muntah
dengar bocah ini berbicara. Memangnya kamu sendiri yang paling ganteng ha??
Itulah yang membuat aku semakin tidak mengerti dengan omongan yang seolah-olah
mengolok-olo diriku.
“pangeran apaan lo”
“tapi lo bilang gue ini
pangeran kan??”
Dia membuka-buka foto-fotoku
yang ada didalam Handphoneku. Dia geleng kepala.
“kalau buka Jilbab muka lo
kok beda ya??? Kaya orang amerika”
“ha??? Lo palingan menghina
mulu. Gue cuman anak tukang bengkel yang bisanya duduk dirumah doang”
“tapi demi Tuhan lo cantik
banget” puji Rangga.
“ihi...................................Rangga
Puji Ribi Cantik”
“eh, balikin Handphone gue
dong”
“nih-nih cuman ngeliat doang
marah”
Aku kembali melarikan diri
demi menjaga Image.
Hanya si Rangga saja yang tau
dibalik kejelekanku ini. selebihnya jangan orang lain yang tau. Bila
difikir-fikir orang miskin kaya gue mana boleh jatuh cinta sama orang kaya. Ini
kan aneh banget buat gue. Orang jelek gak pantas buat jatuh cinta.secara cowok
mandang gue bukan sebagai seorang gadis. Mencintai Rangga itu merupakan sesuatu
yang amat konyol. Apalagi, Rangga itukan anak orang kaya??
Saya harusnya berkaca dulu.
Baru suka sama Rangga bukan. Saya jelek.
Cuman bedanya kulit orang kaya berpindah sama saya. Saya tidak mengerti orang
bilang saya ini mirip bule bila buka Jilbab. Oh,,, berarti orang menilai saya
karena saya ini cantik.
Tapi bagi saya , Ribi adalah
orang terjelek. Rangga Ganteng, saya?? Saya?? Saya? Apa? Cuman cerocok sate.
Teman-teman saya namanya
Frank Adise , Azhura, Maki, Purple, Hedo,Nodi, Daniel, Alex, Andi. Teman saya
yang laki-laki banyak sekali. Cuman mereka semua gak tertarik sama saya karena
saya ini orangnya aneh. Hanya Azura dan Adise teman perempuan yang sejiwa
dengan saya.
“Ribi, Lo udah siap tu
namanya kerjaan bikin di Photoshop”Tanya Alex.
“belum”
“aaa tulah, gara-gara OL sama
aku jadinya begini...”
“Ah.. OL sama Lo Lex?” Rangga
agak kaget.
“ia dia bilang muka aku Mirip
Neymar”
Aku tepuk jidat dengan
Omongan si Alex. Sejak kapan gue muji lo lex? Muka lo kan banyak kawahnya.
Setahu ane sih begitu.
“kapan gue bilang begitu??
wah fitnah lo...bulan puasa nih Lex”
“kemarin kamu bilang di
Facebook”
“ih..palingan gue bilang
bapak gue yang mirip baru Elo”
Gue gak tau kenapa Alex
bilangnya kaya gitu didepan Rangga. Malah yang anehnya ni ya??? Si Rangga mulai
masang wajah nyelenehnya gitu didepan Alex. Bagi dia rasanya gak mungkin
gitukan hanya dia seorang saja yang bisa dibilang Ribi bahwa dia yang paling
ganteng. Wajahnya berubah kaya setan.
yang suka membuat onar, suka cari sensasi. Siapa juga yang mau sama Lo.
“Jadi Ribi suka sama Rangga cieeee.....dua R”
“woi Tommy mana mungkin gue
suka sama ini orang...sok ganteng”
“Daripada lo...sok cantik . cewek kaya lo selamanya gak akan pernah dapat
pacar”


Komentar
Posting Komentar