Bullying dalam perspektif islam
sumber: https://www.alodokter.com/bullying
oleh : Maina Suryani. Dikutip dari beberapa sumber.
Mendengar kata Bullying sangat mengiris hati saya, sebab saya sendiri adalah mantan korban Bullying di SD, sehingga saya sulit mempercayai dan memahami orang lain. Jika ada orang yang menyuruh saya, untuk melupakan pelaku Bullying, ingat! melupakan itu sulit. Karena yang namanya kenangan, akan menjadi memori yang entah itu buruk, maupun akan menjadi kenangan terindah.
Yang saya alami adalah kenangan buruknya. Sehingga saya sebenarnya dikenal sebagai wanita sadis dan bringas aslinya, makanya saya menahan segala amarah saya dan akan mengeluarkan kartu mati atau balak enam dalam permainan domino, diwaktu yang tepat. Jadi saya adalah orang yang tersistematis dan terencana.
Makanya, kalau ada orang yang bertindak zholim, saya akan membela orang itu mati-matian. Memang dalam segi perawakan, saya tampak seperti orang bodoh. Namun jangan pernah pancing kemarahan saya. Dari semua kejadian yang saya alami, saya bisa mencerna situasi.
Saya dulu punya seorang teman, namanya Anita. Anita ini, adalah korban bullying dari seorang perempuan yang namanya Yosi. Yosi ini cakep banget bahkan pada masa kelas tiga saya suruh Nita, duduk disamping saya, dan saya mengajarkan dia matematika dulunya, hingga akhirnya dia mengatakan" Susah mencari teman seperti Maina. Maina ini baik." terimakasih Nita, kamu telah hadir dalam kehidupan saya.
Balik lanjut cerita. Nita ini sering dirundung dengan apa yang dia lakukan. Bahkan Yosi ini yang paling menjadi-jadi. Sehingga ada suatu kejadian yang membuat saya, terpaksa harus melakukan jalan terakhir, yaitu menampar dia. Mengapa? Karena saya tidak mau Anita merasakan apa yang saya rasakan sebelumnya.
Saya tampar wajah Yosi, karena dia menjadikan Nita sebagai budak. Sementara dia sibuk pacaran. Tak hanya itu, di SMP saya sering berurusan dengan pelaku Bullying dengan berbagai macam tipe. Ada punk, Emoo dan berbagai macam jenis makhluk manusia yang berkelakuan seperti setan.
Bullying apa itu?
Bullying is the use of force, coercion, hurtful teasing, comments, or threats, in order to abuse, aggressively dominate, or intimidate one or more others. The behavior is often repeated and habitual
Maksudnya Bullying itu menggunakan serangan kekerasan, intimidasi, merendahkan orang lain, tukang komen atau treat yang berujung pada kekerasan agresif yang dominan. Mengintimidasi satu orang dengan orang-orang lainnya(kawan segank). Ini dilakukan setiap hari dan menjadi kebiasaan.
Ini menurut sumber wikipedia.. Menurut Faisal(Halodoc: alodoc.com/artikel/inilah-berbagai-jenis-bullying-yang-perlu-diketahui?srsltid=AfmBOoqMO-EHjJImB4_aVdJcDM6cd84m-OrHESORV_WgDag9gU45QKnI), perundungan ini macam-macam bentuknya. Ada Cyberbullying, ada fisik, emosional, psikis dan perundungan verbal,
Sekarang ini, banyak sekali kasus Bullying yang terjadi di Indonesia. Bukan hanya di Indonesia saja, mungkin sudah mendunia. Bahkan di Indonesia, sudah banyak yang kasusnya. Misalnya saat ini yang terjadi pada kasus Timothy Anugrah. Saat aku dengar kasusnya dari beberapa sumber, jujur, aku terluka. Aku pernah berada di posisi Timoty dan itu rasanya nyesek banget.
Apalagi, kalau aku lihat Timoty ini adalah anak yang baik dibully sama mereka-mereka, yang anehnya calon dokter. Mungkin kalau misalnya pasiennya mati, mungkin gak peduli kali ya dan "Oh udah mati" dengan raut wajah yang amat gak peduli, yang penting dunia itu ada disekitar dia.
Dan baru-baru ini paling plot twist adalah kasus seorang anak yang dihina karena pekerjaan orangtuanya mulung. Yang dikeluarin bukan tersangkanya, melainkan korbannya.
Bullying dalam Perspektif Islam
O you who have believed, let not a people ridicule [another] people; perhaps they may be better than them; nor let women ridicule [other] women; perhaps they may be better than them. And do not insult one another and do not call each other by [offensive] nicknames. Wretched is the name [i.e., mention] of disobedience after [one's] faith. And whoever does not repent – then it is those who are the wrongdoers.
Ini adalah terjemahan bahasa Inggris surah Al-hujurat ayat 11:
Hai orang-orang yang beriman, jangan biarkan suatu kaum mengolok-ngolok kaum yang lain. Bisa jadi mereka yang di olok-olok jauh lebih baik dari mereka. Dan jangan pula perempuan mengolok-ngolok perempuan yang yang lain. Bisa jadi mereka lebih dari mereka. Jangan pula mencela satu sama lain dengan memberikan gelar nama yang buruk. Seburuk-buruk (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Barang siapa yang tidak bertobat maka mereka itulah orang-orang yang fasik.
Arti dari ayat Hujurat, yang paling menarik adalah ini [another] people; perhaps they may be better than them; nor let women ridicule [other] women; perhaps they may be better than them
"Maafkanlah semua kesalahan, kamu itu anak durhaka"
DURHAKA!! Konteksnya apa??
Dan ada yang paling menarik, ketika seorang perempuan mengalami kasus perselingkuhan yang dibela adalah tersangka dan menghina korban. Dalam hati, apakah IQ mereka jongkok? Ada juga yang menghina karena tidak bisa melahirkan anak secara normal. Dalam pikiran, apalah dunia ini? Empati seorang perempuan, kalau kalian melihat di media sosial, banyak yang hilang saat ini.
Dan janganlah menghina seseorang dengan gelar yang buruk. Kaya dulunya, dibilang"iim boco". Tanpa ada alasan yang jelas. Seperti misalnya ada temanmu yang kudisan ( ih, oh Paja Kurok tu) bahkan ada yang memanggil teman dengan nama orangtuanya. Didalam surah Al-Hujurat ayat 11, kita tidak boleh menghina satu sama lain. Kita itu semuanya sama.
HUKUMAN KORBAN BULLYING DALAM ISLAM
Saya mencari beberapa sumber, pandangan Islam terhadap pelaku pembully, mereka akan dikenakan sanksi, berupa hukum Ta'zr.
Hukum Islam adalah hukum yang bersumber dari Allah yang memiliki karakter yang menyeluruh dan sempurna(Rofiq, 2021:242).
Dalam istilah lain ini disebut dengan jarimah atau hukum Pidana.Sebelum kita memasuki Ta'zr, ada juga yang mengatakan ini masuk perkara jarimah hudud dan Qishash diyat
- Jarimah Hudud. Menurut Dermawan dan Harisudin(Dalam Rahmi Dkk,hal 186) jarimah hudud adalah hukum Islam yang menangani masalah-masalah penting bisa berpotensi besar, merusak aqidah umat. Contoh kejahatannya, seperti narkoba, jual barang-barang haram, protitusi, merampok, menuduh orang lain berzina alias(qadahf). Maka dia akan dijatuhi hukuman Had. Dipisah dan tidak boleh ditunda pula prosesnya
- Jarimah Qishas dan Diyat Adalah jarimah yang harus dibayar dengan setara. Maksudnya menurut Al-Jurnani dalam Sandi(2023: 571) qishash adalah jarimah yang dimana sanksi harus dibayar dengan setara. Mata harus dibayar mata, misalnya. Pelaku harus membayar dengan sama persis, seperti apa yang ia lakukan kepada korban. Nah, bila sipelaku mendapatkan maaf dari si ahli waris atau keluarga korban, maka dia harus membayar denda berupa harta.
- Mari kita memasuki dengan Jarima Ta'zir, adalah pelanggaran hukum yang hukuman yang tidak ditentukan oleh Al-Qur'an. Dan Pelaku akan diberikan efek jera agar pelaku berubah dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya kaya dikucilkan ditengah-tengah masyarakat, diasingkan, rambutnya dicukur. Barangnya disita dan sebagainya.
Bagaimana dengan pelaku Bullying?
Kalau kita baca sejarah Rasullullah, itu banyak sekali cobaan yang beliau hadapi. Dilempari, diusir. Cobaan beliau sangat banyak.
Di era sekarang, kalau misalnya pelaku bullying mengarah pada kekerasan, mungkin dia bisa masuk yang pertama atau yang kedua. Di era sekarang, gubernur yang menerapkan salah satunya adalah KDM, yang bisa jadi mengarah ke Ta'zir.
Alasan saya menulis tentang pembulian dengan perspektif Islam, karena diberbagai kalangan, baik dari sekolah biasa, maupun pesantren yang saya baca dan saya lihat diberbagai platform, sudah semakin parah.Bahkan anehnya, orangtuanya si tersangka tidak terima. Paling parahnya berujung kematian. Ada yang dikroyok, atau yang mental psikis-nya jadi lemah, karena tidak tahan dengan ujaran kebencian, penghinaan dan segala macamnya. Kalau di Indonesia, selain kasus Timoty dan anak pemulung. Semenjak era digital ini, manusia bukan semakin baik, malah semakin kurang ajar.
Kalau di facebook, saya sering melihat beberapa akun yang bunuh diri dan menghilang tanpa jejak. Saya sedih sekali. Bahkan ada yang sengaja memanfaatkan kekuasaan orangtua mereka, sehingga yang dibawah bungkam. Ada banyak kasus bunuh diri yang terjadi. Kalau diluar negeri, contoh di Korea Selatan seperti Sulli, bahkan pemerintahnya menerapkan Undang-Undang Sulli.
Buat kalian yang punya mental Bullying, pleas stop! Kalian itu lebih parah dari orang gila. Setan saja, mungkin masih ada empatinya. nah kalian?? Mungkin kalian merasa "yah gak apa-apa kali, kan cuman bercanda?"
Bagaimana bercanda yang kamu lontarkan, diseriusin sama mereka? Okelah pas diwaktu sekarang kamu aman-aman saja. Tapi bagaimana misalnya mereka dendam sama kamu.
"Halah!!! Cuman masalah kecilpun!"
Dimata kamu yah, itu masalah kecil. Bagaimana kalau tanpa sadar kamu mengantarkan mereka pada kematian? Atau bagaimana suatu saat mereka yang mengantarkan kamu pada kematian? (Kalau bahasa ganasnya gue antarin lo ke neraka"
Apakah kamu bisa menyepelakan itu kembali. Aku gak yakin dengan semua itu. Anggap saja mereka tak punya keberanian untuk membalas. Bagaimana kalau misalnya Tuhan yang terlibat akan semua itu? Bisakah kamu menawarnya?


Komentar
Posting Komentar