INGIN JATUH CINTA, NAMUN ENGGAN MEMILIKI RASA

 






GIN JATUH CINTA NAMUN ENGGAN MEMILIKI RASA.

Ah, judulnya mengingatkan saya sama sebuah kelompok yang pernah saya diami. Namun saya keluar, dan saya memilih untuk diam dan hengkang. Kali ini kita tidak membahas grup itu, tapi saya akan membahas yang lain. Kita akan membahas salah satu fitrahnya manusia, yaitu JATUH CINTA.
Andaikan ada fitur miring di pesbuk, mungkin gue akan kasih tanda miring, kalau manusia itu memiliki namanya gharizah. Salah satunya gharizah nau. Orang kalau jatuh cinta, ada aja tingkahnya. Ada yang sakit mata, kalau nampak cewek. Dikit-dikit kelilipan. Ada yang menyatakan cinta layaknya seorang proklamator kemerdekaan, ada yang macam panglima perang.
"Gunung ku daki ....., lautpun, kan ku sebrangi, hingga dimiliki ..., engkau pujaan hati" Ucap Armada bareng Mizta D.
Orang kalau jatuh cinta, udah macam pemeran utama Goblin. Yang pas berpapasan diwaktu hujan. Oke lanjut, Fitrahnya manusia itu banyak salah satunya adalah, jatuh cinta. Ketika seseorang jatuh cinta, muncul definisi-definisi tentang cinta itu sendiri, yang sehingga logikanya diluar nalar.
Sudut pandang laki-laki ketika mereka jatuh cinta, kata orang-orang ni yah, kecantikan, keindahan, adalah hal yang utama. Namun ada juga laki-laki yang memilih kenyamanan, dibandingkan dengan itu semua. Laki-laki kalau udah jatuh cinta, sekali jatuh cinta beneran, walau diganti dengan siapapun dia akan tetap dengan orang itu. Ada yang mengatakan, laki-laki itu bila jatuh cinta sekali, sisanya hanya bertahan hidup. Namun kalau sudah sekali disakiti, mereka pasti akan beranjak, langsung pergi.
Perempuan, juga sama. Termasuk saya. Cuman bedanya, perempuan kalau jatuh cinta harus dijaga. Perempuan ini mengandalkan perasaannya, jadi logikanya bisa hilang. Dulu saya begitu, sekarang karena saya sudah mengalami beberapa tentang cinta itu sendiri, jadinya saya kalau jatuh cinta, logika saya ikut jalan. Perempuan di era sekarang, sepertinya sama dengan saya. Apalagi, perempuan zaman sekarang cerdas-cerdas. Gak mau diinjak-injak oleh cinta itu sendiri.
Ciri-ciri orang yang jatuh cinta itu banyak, tapi yang paling contras, tiba-tiba lu nunjukin diri lu apa adanya dan pandangannya terlihat tak biasa ketika. Tapi hati-hati, pandangan pertama may be it's your lucky. Pandangan kedua may be it's your disaster.
Pandangan pertama, wajar namanya juga jatuh cinta. Apalagi dia bening-bening gitu, macam oppa-oppa korea, akhi-akhi arab-turki jazirah arab dan sekitarnya, koko-koko China, Uda-uda Padang, yah macam itulah pokoknya. Itu rejeki.
Nah pandangan kedua ini, antara rejeki langsung dinikahi atau musibah yang bisa didapat hingga manusia bisa benci dengan cinta itu sendiri. Konteks yang kedua ini, cintanya pada manusia, menjadi berlebihan sehingga lupa bahwa dia harus mencintai Allah duluan.
Didalam surah Ar-Rum ayat 21 Allah menciptakan manusia, berpasang-pasangan. Namun di era sekarang banyak yang banyak orang yang menyalah artikan cinta, yang berujung pada hubungan yang dibenci Allah sehingga ada yang hamidum ada yang macam YumengLong kasusnya. Nafsu dulu yang dikendalikan, bukan logikanya. Sehingga banyak yang berujung pada pergaulan bebas.
Kadang ada yang gak malu bermesraan didepan umum, padahal bukan mahramnya. Konteksnya bukan saya sok suci. Sebagai seorang manusia, saya hanya mengingatkan. Saya sudah melihat dampak orang yang jatuh cinta, sampai pacaran kemudian gak terkontrol, pada akhirnya, teman saya tiap hari yang tujuannya adalah meng-gugur-kan janin.
Makanya banyak manusia saat ini INGIN JATUH CINTA NAMUN ENGGAN MEMILIKI RASA. Jatuh cinta itu sengsara membawa nikmat. Sengsara kalau tidak berjumpa dengan dia setiap hari. Gak nampak dia aja demam. Sudah tahu dimiiki sama orang lain, dikejar secara ugal-ugalan yang menyebabkan obsesi yang tidak sehat. Hah, yang ini saya ingat ucapan fajar Sad boy, yang intinya, jangan mengejar jika dia (orang yang kamu suka tidak menyukai kamu).
INGIN JATUH CINTA NAMUN ENGGAN MEMILIKI RASA, Ketika kamu jatuh cinta, namun menakarnya, karena takut perasaan kamu ke dia berlebih dan akal sehat kamu hilang.
Solusinya, jangan begitu. Jatuh cintalah, karena itu fitrah. Tapi kontrol, lebihkan cinta kamu dahulu kepada Allah. Insya Allah kamu tidak akan kecewa.

Komentar

Postingan Populer