ISEKAI on the Jin DALAM ISLAM part 1
Bismillahirahmanirohim. Kali ini saya akan membawakan suatu tulisan mengenai tentang Isekai dalam Islam. Lagi-lagi ada kaitannya dengan mistis rupanya.
Isekai itu bahasa kerennya yang merupakan serapan dari bahasa Jepang. Sebenarnya Isekai ini lebih kepada genre dalam suatu anime. Namun Isekai adalah singkatan dari ikotonaru Sekai, artinya dunia lain. Saya menyampaikan ilmu, kalau bisa tidak hanya mencakup untuk orangtua saja, tapi juga untuk anak muda dari berbagai kalangan.
Beberapa kisah horor yang pernah saya dengar, kejadian ini banyak sekali terjadi oleh pendaki-pendaki gunung. Kalau dibilang mitos, lagi-lagi persis dengan kisah saya. Era teman saya, pernah masuk ke dunia lain selama 15 menit dari jam 12, baliknya jam lima subuh. Padahal beliau katanya cuman 15 menit di sana. Dia menghilangnya saat saya jalan bareng sama dia. Maaf ya, kisah hidup saya terlalu berwarna. Jadi segala macam genre, dalam kehidupan saya, ada semua. Kecuali genre peperangan, itu belum ada, sama genre romance( curhat, dibilang ngenes pula).
Yang anak muda, kalau misalnya baca tulisan anna, jangan bayangkan kalau penyampaian anne mengarahkan pada impian kalian ingin bertemu wanita spek waifu anime, jangan!! Kalau ente berharap masuk dunia lain misalnya, cukup ente berharap masuk surga aja. Jangan berharap, ketika ente mau mendaki gunung, masuk ke dunia lain, yang ada ente ketemu sama orang yang mukanya pucat semua, terus ketemu waifu spek kunti yang ada ente menyesal. Larinya mendadak 1000 cc, mengalahkan motor Supra Fit.
Kalau misalnya kalian ingin bercita-cita masuk dunia lain, kalian harus berharap bahwa kalian ingin masuk surga, dengan amalan yang kita kumpulkan didunia. Surga itu termasuk alam lain yang berada di akhirat ya. jadi perbanyaklah amal ibadah begitu.
Pembagian dunia-dunia menurut Islam. Itu banyak. Kalau dalam bahasa ilmiah, Isekai ini disebut dengan dunia multiversi yang terdiri dari berbagai univers.
Bukan bagian kerak bumi, inti bumi, bukan itu ya.
Banyak perdebatan yang terjadi ketika kita membahas yang terjadi tentang multivers dunia dari berbagai perspektif ilmuan, maupun agama. Diantara semua pendapat, yang paling terkenal semesta terjadi karena sebuah ledakan, makanya semuanya terjadi. Yang paling kontras dikalangan sains, adanya alien.
Namun yang saya bahas kali ini adalah dunia Isekai yang selalu membuat manusia sering tersesat dihutan, yaitu Dunia jin.
Sebelum kita mengenal dunianya, kita harus mengenal istilah jin itu sendiri. Menurut Rahman Taufik kalau Jin itu adalah makhluk halus yang tidak bisa ditangkap oleh sudut pandang manusia. Jin adalah makhluk ciptaan Allah yang terbuat dari api, sebagaimana dikutip dalam surah Al-Hijr ayat 27.
Dalam website almanhaj, kalau Jin ini bisa cosplay apa saja secara instan apa saja, buat menipu manusia. Jin ini, tugasnya sama dengan manusia, yaitu sama-sama beribadah kepada Allah Subhanahu wata'ala. Maka mereka akan dihisab diakhirat juga. Ada yang mengatakan Jin akan masuk surga, ada yang mengatakan jin mukmin akan dimasukan ketengah-tengah, ada yang lebih parah lagi yaitu jin mukmin, akan hancur selayaknya hewan, bagaikan abu yang berterbangan.
Jin itu ada kelompoknya. Ada yang bisa terbang, ada yang bentukkannya seperti ular, ada yang seperti anjing.
ALAM JIN.
- Pasar
إن إبليس يضع عرشه على الماء، ثم يبعث سراياه، فأدناهم منه منزلة أعظمهم فتنة، يجيء أحدهم فيقول: فعلت كذا وكذا، فيقول: ما صنعت شيئا، قال ثم يجيء أحدهم فيقول: ما تركته حتى فرقت بينه وبين امرأته، قال: فيدنيه منه ويقول: نعم أنت
“Sesungguhnya singgasana iblis berada di atas laut. Dia mengutus para pasukannya. Setan yang paling dekat kedudukannya adalah yang paling besar godaannya.
Mungkin, karena tempatnya luar dan bisa saja mereka bertujuan ingin menandingi Tuhan, bisa saja mereka membuat. Karena aku sering mendengar dibebearap channel yang membahas ini bahwasannnya, lautan itu adalah tempat singgah sananya iblis.
6, Lubang-lubang belahan tanah.
Saya ingat salah satu channel Youtube, kalau gak salah Nadia Omara, membahas tentang kisah dimana orang itu mengira, mereka berhenti disebuah rumah makan, dan salah satu diantaranya ada yang buang hadas kecil disembarang tempat, yang menyebabkan mereka diikuti jin sampai meninggal dunia.
Di Lubang-Lubang dan Belahan-Belahan Tanah ْ َن َ ع َة اد َ ت َ ق ْ َن ع دِ ْ ب َ ع ا َّّلل ِن ِ ْ ب َ ْجِ س ر َ ن وَل ُ س أََّ س َ ر ا َّّلل ى ِ َّ ل َ ُ ص ا َّّلل ِ و ْ لَي َ ع َ م َّ ل َ س َ و َى َه أَ اَل ْن ن َ ب ُ ِِف ِر ي ْ ُح ا ْْل الُوا َ َ ق ة َ اد َ ت َ ق ِ ل ا َ م ُ ه َ ْكر ُ ي ْ ن ِ ِل م ْ و َ ِِف ِر الْب ْ ُح ا ْْل اَل َ ق َن َك ُل ا ا َ ق ُ ي ا َ ه ن َّ ِ إ ُ ن اكِ َ َس م ِ ّ ن ا ْْلِ Dari Qotadah, dari Abdulloh bin Sirjis radhiyallahu ‘anhu, bahwa sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang seseorang melakukan kencing di lubang. Mereka bertanya kepada Qotadah: "Mengapa dibenci kencing di dalam lubang?" Ia menjawab: "Dikatakan, bahwasanya ia adalah tempat-tempat tinggal jin." (HR. Nasa'i 1/33 dan Abu Dawud: 29, dan dishohihkan ole
7.Dipadang Pasir.
Ada didunia paralel univers yang dimana hanya orang-orang tertentu bisa melihatnya, Ada orang yang ditarik ke dunia Jin, karena Jin itu tertarik padanya. Ada yang mereka itu ditarik ke dunia jin, karena salah satu perbuatan mereka menyakiti jin tersebut,ada yang mereka harus memasuki dunia tersebut. Perbandingan waktu dunia jin dengan manusia, itu ada momentum relativitas waktu.
Misalnya 15 menit didunia manusia, setara dengan lima jam. Berdasarkan beberapa pengakuan, bahwasannya, mereka yang tersesat didunia jin, mereka seakan-akan berputar disitu-situ saja, dijalan yang sama.
Aneh bukan. Ada yang mereka itu tanpa sadar ketemu sama pasar kaget. Kalau misalnya, kita ,membeli makanan dipasar tersebut, maka jangan harap kalian kembali lagi. Kalian tidak akan pernah pulang, atau bisa jadi kalian akan kembali dalam waktu yang lama. Ada yang memberikan obor.
Ada yang ketika pulang disesatkan oleh jin. Makanya sebelum berangkat, kita baca doa, agar kita tidak diganggu oleh jin.
Kalian boleh percaya sama tulisanku. Atau tidak, yang jelas aku menerima semua pendapat kalian, sebab semua orang memiliki pendapat yang berbeda-beda.
Intinya kita berhati-hati saja.


Komentar
Posting Komentar