Istiadzah
Postingan saya ini memuat tentang hukum bacaan yang pernah saya pelajari selama mengaji tahfiz.
Kita akan coba pelajari tata cara bacaan Al-Qur'an sesuai dengan makhrojal huruf yang baik dan juga benar.
Kali ini saya akan mencoba menjabarkan satu terkait dengan hukum tadjwid satu persatu sesuai dengan mahzab Imam'syafi'i. Namun sebelum itu kita akan membahas tentang cara mengucapkan bagaimana mengucapkan Ist'adzah
1. Pengertian.
Menurutv Imam Syafi'i (2013:78) pada paragraf pertama, kalimat isti'adzah merupakan sebuah kalimat yang kita ucapkan, ketika kita membaca Al-Qur'an ketika pertama kalinya. Ada yang mengatakan bahwa istiadzah tidak lepas dari syarat wajib dan modelnya juga bermacam-macam, dan itu merupakan karakteristik, dari seorang mukmin. Istiadzah berguna untuk meminta pertolongan kepada Allah agar kita dapat menyadari, bahwa tidak ada daya dan upaya, melainkan kekuatan dari Allah.
2. Hukum membaca Isti'adzah
Dalam buku Imam Syafi'i halaman 79 bahwa ada yang mengatakan wajib ada yang mengatakan sunnah . Menurut Imam Abdur Razaq, kalaum membaca Isti'adzah atau Ta'awuz hukumnya wajib, karena bagi beliau sebelum membaca Al-Qur'an, hendaklah meminta pertolongan kepada Allah Subhanahu Wata'ala, agar terhindar dari godaan Syaiton yang terkutuk.
Godaan Syaitan itu gak main-main ya. Dia sering menghasut kita, supaya kita ingkar kepada Allah. Saking gak main-mainnya Adam dan Hawa bisa turun dari surga, karena terpancing oleh syaiton, untuk memakan buah Khuldi,yang katanya"Buah keabadian"
3. Hukum Tadjwid dalam ISTI'ADZAH
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ.
أَعُوذُ = Dalam buku Imam Syafi'i halaman Hukumnya adalah thobi'i. panjangnya dua harakat, dikenal pula dengan mad ashliy yang panjang dua harakat. kita bisa melihat setelah bertemu huruf berharokat dhommah atau baris depan, bertemu huruf waw sukun, atau waw yang tidak ada tandanya, atau tidak memilik harokat و(kita bisa menemukan ini dimushaff ustmani) selain itu ada huruf يْ dan ا.
Kemudian huruf selanjutnya, بِاللَّهِ ada huruf lam jalalah Tarqiq karena huruf sebelumnya ada baris bawah pada huruf ba, dibaca tipis.
مِنَ الشَّيْطَانِ= Ada alif lam syamsiyah, setelah huruf نَ dan setelahnya ada Lin pada الشَّيْطَ di شَّيْ panjangnya 1 1/2 harokat. طَا= Ini ada dua hukum yaitu isti'la dan mad Thobi'i
نِ الرَّ= setelah nun berbaris bawah ada الرَّ (Alif lam syamsiah, kemudian setiap yang bertasydid ditekan, dan رَّ jatuhnya tafkim( dibaca tebal karena huruf sebelumnya berbaris atas atau fathah).
جِيمِ= Hukumnya adalah mad arridhlissukun yang panjangnya 4 harokat.
4. Waktu membaca Isti'adzah.
Dalam buku Imam Syafi'i, bahwasannya, ketika membaca isti'adzah ada dua pendapat. Ada ketika diawal surah harus membaca, ada ketika mau membaca Al-Qur'an kita harus membacanya dilengkapi dengan lafadzh basmallah, kecuali at-Taubah atau Bara'ah.
Dalam buku Imam Syafi'i ada tertulis redaksi percakapan antara ibnu abbas dan Ali bin Abi Thalib bahwa:Dalam basmallah terkandung makna keamanan, sedangkan Bara'ah tidak terkandung makna keamanan maka tidak sesuai dengan keamanan dan pedang"



Komentar
Posting Komentar