DREAM...






DREAM
Terinspirasi dari Dream Korean Drama.
Versi saya Mae Zaganosh.















1.       Gembel-Gembel PunK Rock Jalanan.
Ham teradil Merenehi sapte..kere riakya gadaju Hendera...”
Anak kecil yang memakai kacamata macam kaum Dorks itu sedang mengalun mendengarkan lagu India.dia selalu menangis ketika dia mendengarkan lagu dari ost.Asshiqui tersebut. Meski pada kenyataannya dia tidak tau apa arti dari Lyric tersebut.
“sung Won.....makan nak nanti nasinya keburu basi”
Ibunya menyuruhnya makan. Tapi dia malah tidak mendengarkan ibunya yang sibuk cemas dengan dia. Dia lebih baik dengarkan lagu sampai habis.
Dia terbayang dengan Lee Eun Chai. Cewek cantik yang ada disekolahnya. Dia memakai baju adat india. Gadis kaya yang sangat cintai. Dia membayangkan berlari-lari dengan teman se-SMP nya itu. Dengan ost ‘Tum Hi Ho ‘ lagu Favoritenya tersebut. Pada saat ia berlari-lari ditaman tiba-tiba ada yang menjewer dirinya,
“ibu suruh makan kau tidak mendengar”
“ampun bu,,,ia aku akan makan”
“sampai kapan kau akan mendengar lagu india ha??? Kau lebih suka dengar lagu India daripada mendengarkan ibu”
“lagu India OK !!!! mendayu, Lembut apalagi lagu ini sangat Hitz. Dari pada suara ibu, Jelek kalau ibu Marah-marah. Coba ibu lembut, pasti aku akan cinta kepada ibu”
“ih.......”
Park Sung Woon dikejar-kejar oleh ibunya . yah, ibunya Sung Woon terkenal dengan sikap yang pemarah. Dan suka bersikap tidak acuh pada perasaan Sung Woon. Kehendak ibunya selalu ia turuti. Dan dia selalu malarang sung Woon menyanyi. Apalagi lagu india. Karena Sung Woon tidak bisa menyebut huruf ‘R’ makanya ibunya selalu melarang dia untuk menyanyikan India. Terlebih lagi anaknya selalu menyebut “SYAHRULL-KHAN” dengan kata “SYAH_LUL_KHAN’ Sung Woon sangat menyukai artis bollywood tersebut.
Dan akhirnya ia menyerah. Perutnya yang lapar terpaksa makan. Dia memakan nasi. Sebelum makan nasi,
Tum Hi-Hooo
Abtum HI Hoo...
Zendengi...abtum Hi Hoo....”
Ibunya memukul meja .
“Kalau makan itu baca Doa , bukannya bernyanyi.”
“iiiia bu...ampun”
“Minta ampun bukan kepada ibu.....tapi kepada yang Maha Kuasa”
“ia...Tuhan ampuni Aku”
Ucap Sung Woon..
Rumah Sung Woon yang berada didesa. Dipenuhi dengan seniman-seniman cilik. Disana bukan hanya Sung Woon saja yang hidup , tapi ada beberapa anak Lain yang menyukai musik. Dia senang bernyanyi dipasar. Dia suka Konser dijalanan.. bahkan dia menghalang perjalanan orang untuk berbelanja demi Konser dipasar. Mimpinya hanya 2 1. Bertemu dengan Lee Jang Sook dan satu lagi 2. Jadi musisi Rock terkenal didunia.
and The Reason Is You.......
And The reason Is You......”
Tebayang difikiran bocah itu bahwa dia berduet dengan Hoobastank.  Band Rock favorite nya.
Dia memakai Gitar Hero. Dia memainkan dengan. Khusuk. Orang-orang bersorak menyebut namanya. Penontonnya memenuhi arena sepakbola. Ya Ampun penggemarnya cewek semua.
Dia memakai Mix. Dan berdiri dengan gagah. Dia memang ganteng ketika ia berdiri. Pada saat dia menonton, dia melihat gadis India. Sherina Kapoor. Gadis asal Mumbay india. Lee Hyun Soo sangat membenci gadis itu.
Gadis itu mencibirnya .
“akan kupulangkan ke India”
Ternyata dia konser di warung sayur milik orang tuanya sendiri.
“kan sudah kubilang aku mau beli sayur kau masih juga tuli. Telingamu banyak kotoran ya??”
“apa???”
“kenapa kalau kau dipanggil kau malah tidak dengar.....”
“aku mau konser...”
“HUUUUUUUUUUUUUUUUU” orang-orang dipasar mencibirnya. Dan menyorakinya.
“makanya , anda tu jangan banyak bermimpi., apakah sebelum tidur kau sudah baca doa?”
“sudah”
“lantas mengapa kau sering menghayal tingkat dewa??”
“karena aku ingin jadi artis Papan.............”
Pada saat dia ingin berbicara ada seseorang yang menyambung pembicaraannya.
“papan Lapuk....” Park Sung Woon datang dengan nada ngosh-ngoshan.
“Sung Woon mengapa kau selalu memotong omonganku ha??? Ujung-ujungnya menghinaku”
“maaf, habis aku bosan mendengar kau bernyanyi. Ditengah pasar lagi. Pantas saja orang tidak mau mendengar kau bernyanyi”
“kenapa??”
“suara kau tu False. Berhentilah kau bernyanyi”
“kau fikir kau itu siapa ha??? Mentang-mentang kau tetangga ku??!! Iya”
“aku kalau disuruh milih presiden aku akan milih Park Sung Woon dari pada kau” ucap Sherina
“apa???!!! Kupulangkan kau India,,,mati kau!!”
“jangan pulangkan dia ke India......”Ucap Sung Woon. Mereka berdua bingung pada penggila pada musik india itu.
“apa masalahmu ??? kau mencintainya?”
Pulangkan saja......
Aku....pada ibuku....
Atau ayahku....”
Mereka melemparkan Sung Woon dengan seledri.tomat busuk., serta lemparan kertas origami. Maklum Artis.......artis kehilangan pentas. Kebakaran panggung. salah mengidolakan orang. Seorang petinju terkenal.
Itulah mimpi anak jalanan didesa.
Ketika mereka sedang berbincang-bincan, ada yang parah. Nama grup Band ini adalah LALA band. Mereka terdiri Ipank Choi, han Min Jae, Gun(Kim Ryeewook),Park Eun Joo. Mereka selalu mengadakan konser dengan menggunakan Truk.
Dear God...The only think ask of you...
Is the hold here were i’m not around..
When i’m much to far away.......”
“apa ini....?? kenapa tiap hari menyanyikan lagu Dear God. Padahal lagu Avenged Sevenfold kan gak satu”
“entahlah, aku tidak mengerti dengan kehidupan dunia ini”
Apalah artinya sebuah Mimpi...
Bila hanya mengejar dengan setengah hati...
Apalah artinya Mimpi dalam Hidupmu...
Bila tiada cinta tak ada yang mengiringi...
Kau.....
Hitam manis, betapa mimpiku bersama dengan mu
Namun untuk saat ini aku masih kecil....
Sekolah adalah penting bagiku meraih mimpi......”
Gun adalah Vokalisnya. Setiap dia bernyanyi pasti menunjuk Sherina . padahal Sherina kalau untuk orang Mumbay, kulitnya putih. Gun adalah grup LALA band yang selalu membuat lyric lagu. Dan lagunya juga terkenal diseluruh kampung.
Namun sayang, Gun itu sok Ganteng dan sok Populer yang prangainya sama dengan Lee Hyun Soo. Suka menghina Sherina Kapoor. Ketika melihat itu Gun kemudian tukar lagu. “Tum Hi Hoo”  lagu Favorite Park. Gun pandai menyanyikan lagu segala bahasa. Bahkan lagu amerika latin juga dia kuasai.
Tapi ketika disuruh nyanyi denga lagu kebangsaan sendiri, dia tidak hafal. Itulah kehidupan LALA Band. Meski demikian. Kawan satu kampung ini tidak pernah bertikai. Meski mereka terdiri dari beberapa kelompok musik. Jiwa mereka tetap satu. Sama-sama menyontek bareng, ngobrol bareng , dan nonton pertunjukan Lee Jang Seok bareng. Itulah Gembel-gembel Punk Rock kadang letaknnya disitu.
Gembel-gembel Punk Rock disana sangat beragam tergantung dari selera musik mereka. Bahkan guru mereka sudah berulang kali menyuruh mereka ganti gaya rambut.  Sehingga mereka selalu ditegur. Ada rambut mereka seperti landak. Ada yang macam bob Marley, bahkan ada yang macam Punk Rock. Setiap kali satu kelas itu ganti-ganti walikelas karena mereka itu bergaya bak artis kehilangan pentas.
“ibu mundur dari jabatan ini...besok kalian akan ganti walikelas. Walikelas kalian ini adalah orang yang amat terkenal. Namun dia sangat tegas”
Mereka mulai ribut. Mungkin mereka penasaran
“apakah dia vokalis Band??”ucap Lee Hyun Soo
“HUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU” mereka mulai bersorak.
“kenapa sih kau itu , berharap kali kalau vokalis Band masuk kesini?” Joong Jae Hwa bertanya dengan protes.
“ia soalnya aku suka metal”
“apa????”
“salah, pasti gurunya seorang Rapper”
“Rapper??? Seorang Rapper. Kau saja ketika guru menerangkan cepat-cepat kau langsung minta ‘Bu Replay’ Rapper kau minta” ucap Oh ya Yang
“ih......suka hati pembalaplah”
“makanlah suka hati pembalap kau tu....”
Walikelas yang ingin mengundurkan diri itu’DAM !!!!!’ menokok meja.
“dia adalah seorang Atlite”
“ATLITEEEEE?????”
“dia akan mengajarkan ilmu kepada kalian. Ilmu seni. Kalian suka nyanyikan??”
Mereka bingung. Seorang Atlite bisa nyanyi. Ini tidak nyambung sama kali. Dan ini tidak masuk akal. Sebab ini aneh . seharusnya kalau seorang Atlite , harusnya jadi guru olahraga. Siapakah ia.














2.    Menempuh Hidup baru.
Kota seoul , adalah kota yang penuh dengan cerita, kota idola dari semua Idola. Berbeda dengan Atlite yang tampan yang sedikit cepak dan brewook. Ketika dia kuliah mengambil jurusan seni, Sendratasik dia meninggalkan dunia tinjunya. Dia bertobat. Baginya itu melelahkan. Lebih baik dia bernyanyi. Dia mulai menekuni musik ketika ada sesorang yang memainkan musik Canon dengan Gitar. Serta fur Elise dengan menggunakan gitar Hero.
Setelah tamat dia akan mengajar kelas Musik . dia baru-baru ini mendapatkan surat pindahan dari dinas. Lee Jang Seok agak shock ketika dia harus mengabdi kedesa . penuh dengan becek. Dia anti sekali dengan yang kotor-kotor. Maklum dia adalah mantan Atlite yang bersih.
“ada apa Tuan??”
Anak buahnya datang kepadanya.
“aku dapat surat dari Dinas.”
“Dinas pendidikan??”
“yah, aku akan pindah tugas menangani anak-anak Desa”
“Desa tuan...wah bagus sekali.”
“aku harus meninggalkan kota Seoul dan harus berpisah dengan anak-anak disini”
“Tuan, harapan tuan banyak yang terkabul”
“Tapi aku tidak bisa meninggalkan tempat ini begitu saja.karena aku sudah betah disini”
“Tuan.......”
“apa yang harus aku lakukan??”
“berpisahlah dengan mereka dengan cara yang baik”
Dia pergi ketempat dimana dia mengajar. Dia harus pergi kesana untuk hari terakhir. Ketika dia sampai disana-sana semua murid-muridnya datang mereka mengutarakan kesedihan mereka.
“bapak...kenapa bapak begitu cepat sekali pergi?”
“huh.....”
“andaikan aku pemerintah, aku tidak akan memindahkan bapak”
“yah....selain bapak ganteng, cool, suara bapak oke, Laki banget”
“(oh....berarti diriku bukan lelaki ternyata)”
“pak jangan tinggalkan aku pak Hiks----Hiks----Hiks---“
Semua murid memberikan kartu  perpisahan.
“kalian jangan sedih begitu “
“kami sedih pak....”
“aku juga sedih.....tapi kalian harus belajar yang rajin. Jangan malas.”
“ia...”
“Pak ... I Love You...”
“yah..aku  I Love You”
“semoga sukses ya pak mengajar didesa”
Perpisahan yang tidak diinginkan oleh anak-anak .
Kelompok-kelompok anak-anak jalanan itu sedang makan dikantin. Yang pasti disana ada LALA Band. Kedai Tua dan penuh dengan cerita-cerita horor. Meski demikian untuk ukuran anak SMP , kedai ini sangatlah menarik. Dihiasi dengan pernak-pernik musik serta foto LEE JANG SEOK sang petinju terkenal.
“benar-benar ganteng Lee Jang Seok.” Ucap Shin Sang Ra.
“senyumnya membunuh kebencian dihati para wanita” puji Han Pil Suk
“masih ganteng pemain bola ricardo kaka . pada Lee Jang Seok. Apa itu??? Masih ganteng pula saya pada dia” Ucap Hong ka Ka.
“diamlah kau..ribut saja. Aku memuji dia berdasarkan mata normal seorang perempuan” Sang Ra marah-marah sambil menikmati Ice cream
“kalau Lee Jang Seok jadi guru kita aku akan melaporkan pelecehan atas nama baikmu padanya” Han Pil suk marah-marah
“mimpilah kau” Hong Ka Ka mengejeknya
“Sudahlah jangan meribut. Dia belum ada disini. Kalau ku fikir-fikir benar sepertinya kata Sang Ra. Wali kelas kita diganti dengan dia” ucap Park Jae Hwa membawa Ice Cream kemeja mereka
“Apa maksud mu??”
Park Jae Hwa sebelum kekantin dia membawa sapu ke Kantor. Dia melihat kepala sekolah sedang menggenggam sebuah Output yang fotonya sangat familiar. Dan dia sepertinya sangat mengenal foto itu.
apa jadinya orang terkenal masuk kekelas 2-d nantinya?? Apalagi dia seorang petinju”
ia aku juga agak cemas dengan ini. Sepertinya pemerintah salah meletakkan orang.”
“Lee Jang Seok...harus menyiapkan strategi untuk menaklukan mereka.”
Mendengar Informasi yang didapat dari Park Jae Hwa. Sendok salah satu diantara mereka jatuh.
“Apa???!!!! Kau bercanda”
“aku tidak bercanda...ini real..Facto man”
“aha???!!!!! Tidak.........................”
“kau Gosip”
“kapan pula aku menggosip. “
Shin Sang Ra dan Han Pil Suk mulai menghakimi Hong Ka Ka..
“sepertinya keinginan ku terkabul”
“Jangan menatapku seperti itu”
Bukan ini yang ku inginkan...
Bukan ini yang ku dambakan....
Meninggalkanmu bersama dengan semua kenangan.
Kau tau aku bahagia....
Menjalin sesuatu yang berbeda...
Kau dan aku sama...
Sama-sama saling memiliki.....
Melengkapi segalanya
Mencapai kesempurnaan.
Manusia tak ada sempurna...
Namun adanya kau yang telah tercipta...
Untuk diriku yang kini dapat mengubah segalanya...
Maaf ku harus pergi...
Meninggalkanmu sendiri.....
Bukannya aku menjauh dari dirimu...
Meski begitu kau adalah segalanya ....
Untukku...............
Dia menatap foto-foto muridnya yang sekarang menjadi mantan muridnya.  Dan dia harus meninggalkan seoul. Demi mengabdi pada negara. Dia sudah mengemasi barang-barangnya. Pindah tugas merupakan hal yang paling melelahkan . entah karena apa dia pindah. Apakah mungkin dia terlalu becus menjadi seorang guru ? entahlah. Jalani saja.
Dengan mobil, dia menuju ketempat tinggal barunya. Banyak sekali bangunan-bangunan klasik. Penuh dengan cerita sehingga dia tersesat dengan tempat tinggal barunya.
Sherina dan Lee Eun Chai pada hari ini sedang membantu nenek Jin Sil memetik arbei. .
“ha??? Palingan cuman gosip itu kali” ucap Sherina.
“katanya mereka mendengar dari Jae Hwa”
Ketika mereka berbincang-bincang tiba-tiba ada mobil berhenti dihadapan mereka.
“???”
Mereka kaget setengah mati . dia membuka kaca mobilnya. Kepala cepak, kumisnya tipis dan dia bergaya seperti seorang musisi . yah STYLE ala J-Mraz. Ketika orang itu membuka kaca mobilnya.
“oh...Daebak !!!”
“saya mencari perumahan Gru”
Mereka terdiam sejenak. Mata mereka terbelalak.
“aku ingin mencari perumahan Gru”
“dididi sasana belok kiri , dekat kuil”
“oh... terimakasih.”
Orang itu pergi meninggalkan mereka. Sherina dan Eun Chai lalu saling berhadapan.
“itu...Lee Jang Seok”
Melihat kejadian itu, mereka langsung berlari terbirit-birit seperti dikejar setan. Eun Chai dan Sherina segera melaporkan pada park Jae Hwa. Mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Mata mereka terbelalak heran. Dan salah satu diantara mereka masih ada yang ragu-ragu. Sampai dirumah Park Jae hwa , Eun Chai dan Sherina segera mengetok pintu rumah anak-anak laki-laki itu.
“Jae Hwa...Jae Hwa....’TOK-TOK’ Jae Hwa”
Kemudian pintu terbuka.
“ya...ada apa???”Jae Hwa dengan gaya sok Cool
“jangan sok ganteng lah kau. Ini penting” ucap sherina tanpa basa-basi.
“aku tidak merasa ganteng. Ada apa kalian datang kemari??? Kenapa kalian mengetok pintu kencang sekali? “
“ayo...ayo kita keperumahan Gru...”
“perumahan Gru??? Hey...itu perumahan para guru. Untuk apa kita kesana”
Park Jae Hwa segera ditarik oleh kedua gadis itu . dalam perjalanan ke perumahan Gru, tangan Jae Hwa terasa berat. Dia agak lemas ketika tangannya ditarik oleh kedua temannya itu. Apalagi dia tambah penasaran kenapa mereka kerumah perumahan Gru?
“memangnya ada apa ha??? Kalian ku kesana”
“cepat”
“lepaskan !!!!!” Park Jae Hwa melepaskan tangan mereka sekuat tenaga.
“memangnya ada apa diperumahan Gru ha??? Kita akan ketemu guru-guru sekolah kita nantinya. Aku bosan sekal melihat itu. Apalagi melihat wajah kepala sekolah. Udah jelek, sok ganteng lagi”
“Jae Hwa...Informasi yang kau sampaikan kepada Hong Ka Ka itu benar adanya” kata Sherina.
“informasi.....”
“Lee...Lee Lee jangJang...Jang Ssssseok”
“aaa????”
“dia disana???”
Mereka bertiga segera berlari menuju kearah perumahan Gru.  Bersama dengan dua orang anak perempuan.
Perumahan Gru sebenarnya sudah dinantikan oleh pria ini. Semenjak dia mengambil sendratasik dia bermimpi bisa menyanyikan lagu tersebut dengan anak-anak jalanan lainnya. Terlebih lagi perumahan Gru terkenal dengan pemandangan Alam serta gaya Klasik ala-ala zaman korea. Penuh dengan kebun buah dan pegunugan.
“udaranya sangat sejuk”
Ketika dia ingin masuk kerumah barunya, melihat luas tanamannya sangat luas sekali.. dia menelvon tukang untuk membawa barang-barang kesayangannya dari seoul ke ChuCehongNam-Do.
“halo?? Sudah dibawakan???”
“oh...terimakasih??”
Sampailah bocah-bocah itu di Gerbang perumahan Gru. Saat akan masuk, tiba-tiba mereka melihat Gun , Ipank, Han Min Jae, dan Hong Ka Ka yang lewat disekitar perumahan tersebut. Mereka melihat Sherina, Park Jae Hwa, dan Eun Chai berdiri didepan gerbang pintu perumahan Gru. Wajah mereka tampak tegang. Bibir mereka bergetar.
Sementara Gun dan yang lain mengerutkan keningnya.
“wah...Jae Hwa kau hebat. Kau mengencani 2 gadis sekaligus” ucap Hong ka ka sambil tepuk tangan.
“siapa yang mengencani gadis ini? Mereka duluan yang mengejarku datang kerumah. Maklum mereka penggemarku”
“??? Iss......aku ogah jadi penggemar kau” protes Sherina.
“tapi ngomong-ngomong tumben kalian datang ke perumahan Gru?? Kalian mau nanya PR dengan guru?” Gun heran .
“kami tidak menanyakan PR.” Eun Chai Jujur.
“lalu kalian kenapa datang ke perumahan Gru?? Rajin betul kalian” Ipank tersenyum sambil menggenggam gitarnya.
“aaaaa??????”
“pasti kalian pengen ketemu ibu Joo Na ya kan??” Hong Ka Ka menebak.
Mereka terdiam . dan mulai pasang wajah serius.
“sorry..sorry ha sebenarnya kalian mau datang kesini itu ada keperluan apa sih??” Gun Bingung.
Ketika mereka sedang berbincang-bincang, tiba-tiba ada mobil Truk membawa barang-barang rumah kursi dan segala macamnya yang berbau perabotan rumah. Tiga Truk sekaligus. Bahkan yang lebih kerennya di Truk ketiga ada yang bawa alat Musik. Drum, gitar , Hero, Piano, Orgen , pianika, Clarinet.
“wah....sepertinya ada tetangga baru” ucap Gun.. dan entah kenapa wajah Gun terdiam dan menatap teman-temanya.
“jangan-jangan”
Mereka semua segera masuk ke Perumahan tersebut.  Dan segera berlari seperti orang yang sedang pacu lari. Masuk tanpa izin dari Satpam disana. Ada praduga yang muncul dalam benak mereka. Yang terbayang dalam otak mereka adalah informasi dari Jae Hwa. Soal walikelas mereka diganti oleh mantan atlite tinju terkenal.
Ketika Truk berhenti dan mereka juga ikut berhenti. Melihat semua barang-barang diturunkan. Mereka terkejut setengah mati. Apalagi Hong ka ka , dia haters dengan petinju tersebut. Mereka berdiri pas didepan idola mereka.
“iiini----ini...ini....” Hong Ka Ka mulai agak sedikit shock.
Lee jang Seok sedang mengurus perabotan rumahnya. Ketika dia sibuk memerintahkan tukang yang akan memindahkan barang-barangnya, tiba-tiba dia melihat segerombolan anak SMP yang usianya 13 Tahun. Dia berdiri seperti orang menggigil. Dia menghampiri bocah-bocah itu.
Bocah-bocah itu tambah Shock. Dan tambah diam macam patung. Mulut mereka gemetaran.  Lee Jang Seok tersenyum . dan menatap mereka.
“Hi.....”
“hhhhhhhhhaaaaiiiiiiiiiiiii” mereka mati gaya.
“eeeeee” ketika Jae Hwa ingin berbicara tiba-tiba mereka mengkode Jae hwa untuk diam.
“kalian mau masuk kerumah ku??”
“aaaaaaaaa.....” ketika Jae Hwa ingin berbicara kakinya diinjak Gun.
“ayo masuk akan kubuatkan kopi machiatoo??”
“machiato???”
“ayolah kapan lagi makan-makanan orang kotakan??” ucap Sherina berbisik-bisik.
“oke , kami akan masuk dan bantu-bantu untuk membersihkan rumah mu”
“apa??? Jae Hwa” Hong ka ka tidak mau menerima.
“ayo...”
“terimakasih, ayo masuk”
Mereka membantu untuk memindahkan barang-barang kedalam rumah guru baru mereka. Menatanya serta menyusun rumah dengan baik. Saat mereka sibuk memindahkan barang-barang , tiba-tiba Hong ka ka menemukan poster Band asal Turki.
“???? Tuan??”
“ya....kau penggemar System of A down?”
“ya??? Dari mana kau tau Band itu??”
“aku juga penggemarnya”
Selesai membantu menyusun semua perabotan, sesuai dengan janji, maka Lee jang Seok menyiapkan Kopi Ala Amerika. Machiato.
“ini silahkan??”
“wah....enak”
Mereka mulai membuka pembicaraan.
“Tuan, benar-benar Lee Jang Seok kan?”
“ya? Wae??”
“kami kira bohong”
“huhuhu... aku memang Lee Jang Seok. Semua orang mengenalku sebagai petinju . itu Image yang membosankan”
Hong ka Ka langsung naik pitam
“benar itu Image yang membosankan”
Mendengar ucapan Hong  Ka Ka, mereka langsung mengeroyok Hong ka Ka untuk membekab mulutnya. Karena dinilai tidak sopan.
“hahahaha , ngomong-ngomong nama kalian siapa?? Mulai yang bilang ‘Imageku yang membosankan’ tadi” menunjuk Hong Ka Ka.
“namaku Hong ka Ka. Aku mengidolakan ‘System of A down’ dan aku mengidolakan persepak bola Ricardo Caca. Yang nama belakangnya sama dengan ku”
“aku boleh jujur, dia lebih ganteng pada kau. Secara dari Fisik  serta ketampanannya jauh beda daripada kau”
“apa-apaan ini?? Hey... kau baru kenal denganku sudah berani menghinaku”
Teman-temannya mendadak ketawa. Hong ka ka, untuk pertama kalinya mereka mendengar dari mulut seorang Atlite menghina Hong Ka Ka . terlebih lagi Hong Ka ka Hatersnya Lee Jang Seok . yang merasa dirinya lebih ganteng daripada Hong Kaka. Hong Ka ka menatap teman-temanya yang sibuk menertawakannya. Dia pasang muka konyol.
“aku jujur. Aku tidak mau berbohong”
“ya, tapi jangan blak-blakan”
Kemudian dia menunjuk Gun.
“giliranku, namaku Gun. Nama Asli Ku Kim Rye Wook”
“Kim Ryeewook??? Itu member super Junior”Tuan Lee heran.
“dialah yang copas namaku”
“huuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu”teman-temannya mulai bersorak.
“dia duluan lahir padakau!! Apa-apaan ini ??? ketemu sama member Suju dijadikan Kimchee kau ntar” Lee mengomel.
Dia menunjuk Park Jae Hwa dan yang lainnya. Setelah itu ada yang paling unik. Dia heran dengan gadis bermata coklat mirip dengan bola mata kucing. Dan ada tanda merah dikepalanya yang menyerupai titik.
“sepertinya kau bukan berkebangsaan korea”
“aku orang India Tuan marga ku Kapoor, Nama kepanjangan ku Sherina Kapoor”
“India??? Yang terkenal dengan kisah cinta Syeh Jehan dan Arjunda Banukan???”
“yah...begitulah tuan”
“kalian semua sekolah dimana?”
“Gru Banama School”
“wah....kalian sekolah tempat aku mengajar.”
Mereka berbincang-bincang. Sampai malam tiba























3. ini seperti drama , tidak bisa Kupercaya
Hong Ka Ka dan teman-teman pulang kerumah masing-masing. Hong Ka ka anak Bungsu dari 2 bersaudara. Kakaknya adalah seorang perempuan dari Institut teknologi pertanian. Dia sekarang mengelola kebun Arbey milik kedua orang tua mereka.. nama kakaknya ada Hong Hyu Kee. Kakaknya sangat cantik. Meski demikian statusnya single belum punya pacar. Dan ia ingin fokus mengumpulkan uang untuk kuliah lagi mengambil jurusan musik.
Selain mengelola kebun Arbey, kakaknya juga mengelola pabrik slay strowberry, serta pembuat alat musik gitar spanyol..
Pulang dari rumah Lee Jang Seok, Hong Ka ka mengomel-ngomel sendiri. Dia berbicara pada dinding. Tapi dinding membatu. Mencoba berbicara pada burung beo kesayangan ayahnya, yang hanya dia akan mengkopy ulang pembicaraannya.
“apa=apaan dia itu, masa dia bilang aku jelek?? Blak-blakan lagi. Tidak tau diri”
“ka ka??”
“ha?? Unnie”
“kenapa kau pulang dengan tampang masam begitu??”
“aku dibilang jelek sama Lee jang Seok?”
“lee Jang Seok??? Kau pasti menghayal. Sudahlah jangan menghayal, kau ini ketularan teman-temanmu yang penggilanya”
“aku tidak menghayal”
“jangan membual”
“aku tidak membual”
Sang kakak meninggalkanya sendiri dipekarangan rumah.
“hay....sial sekali aku dibilang membual”
Hong Ka Ka pergi kesekolah dengan tampang masam lagi. Kemarin dibilang jelek, sekarang pembual. Dalam perjalanannya menuju kesekolah, dia hanya sedikit marah. Sekaligus berkaca dengan cermin yang ukurannya sebesar Tab.
“hai...aku ini tampan pada kau”
“Ka Ka, “
Seseorang memanggilnya. Ternyata Sang Ra dan Han Pil Suk yang makan Ice cream pagi-pagi.
“kenapa kau pasang wajah begitu? Berkaca tengah jalan lagi?”
“Ku dengar kalian semalam ke Perumahan Gru . bersama Gun, Jae Hwa, Sherina, Eun chai, dan yang lainnya.”
“aaa itu”
“kau sudah bertemu dengan guru Lee Jang Seok?”
“kau pembohong !!!”
Ka Ka lari hadapan mereka. Karena gadis itu penasaran, mereka mengejar Hong Ka Ka secepat kilat.
Lain halnya pula dengan kejadian disekolah. Jae Hwa duduk dengan Gun. Mereka menceritakan apa yang mereka Alami ketika bertemu dengan guru Lee Jang Seok.
“dia menyiapkan kopi Machiato” ucap Jae Hwa.
“wah...enak itu . kopi Machiato itu sangat banyak disungguhkan dikota besar. Ih, kalian pergi sendiri-sendiri” ucap Daniel agak iri mendengarnya.
“wah enaknya, kopi machiato” Ipank terbayang dengan kopi yang ia coba.
“diamlah kau...jangan manas-manasi kami. Kalian pasti nonton sinetron kan”
“ha??? Tidak jadi aku cerita dengan kau Micki”
Hong Ka Ka dan 2 gadis datang mengejar.
“ka Ka??”
“dia juga ikut kemarin dengan kami. Sampai-sampai dia diejek oleh seong sang nim ‘Jelek’” ucap Ipank membocorkan rahasia.
“kalau soal itu, dia memang jelek kan??
“Ipank !!! jangan membocorkan rahasia kau”
“aku menceritakan kenyataan bukan”
Sebelum masuk Lee Jang Seok diberikan pengarahan kepada kepala sekolah . berupa absen dan buku Kasus. Untuk pertama kalinya dia menerima buku kasus.  Kelas 2-D terkenal dengan sejuta kasus. Dia membuka beberapa kasus yang dia temukan dibuku tersebut.
“ini buku kasus kelas 2-D. Mereka sering kali berganti-ganti walikelas. Banyak guru-guru yang tidak tahan dengan kelakuan mereka”
Ketika bapak kepala sekolah memberikan pengarahan pada halaman 19 dia menemukan sesuatu yang mengejutkan.
‘Kasus tawuran bersama’.  Terjadi ditengah sawah. Membuat Lee jang Seok tertawa sedikit.
“aku rasa mereka bukan hanya nakal?”
“???”
“pada halaman 19 kurasa mereka kompak. Baiklah aku akan berusaha memperbaiki kelas ini”
“benarkah ?? “
“ya??? Semampuku”
“terimakasih”
Sebelum guru masuk mereka menggosip. Bahkan sudah SMP-pun ada yang main Tamiya. Dan lucunya ada yang konser. Yaitu band LALA .kali ini dia berduet dengan Park Jae Hwa.
Ketika mimpimu...
Yang begitu Indah...
Tak pernah terwujud..
Ya Sudahlah...
Saat kau berlari mengejar anganmu...
Dan tak pernah sampai...
Ya Sudahlah........”
Lalu mereka menyanyikan lagu itu secara serentak
apapun yang terjadi...
Ku kan slalu ada untukmu....
Janganlah kau bersedih...
Get’s everythink gonna be ok !!”
Ketika mereka bernyanyi, kepala sekolah masuk ke ruang kelas mereka. Mereka berlari mencari kursi. .masing-masing. Kepala sekolah mereka sebelum berpidato, dia menyisir rambutnya. Membuat murid-murid muak dengan kelakuan mereka.
“hey.....pak jangan nyisir rambut terus. Mukadimah anda terlalu lama” ucap salah satu dianta mereka
“hahaha, baiklah. Hari ini kita kedatangan guru baru. Dia sangat familiar dikalangan masyarakat. Dia tampan , dan dia mungkin salah satu diantara tokoh idola kalian . baik langsung saja....Pak silahkan masuk”
Mereka penasaran dan mereka kaget.
“hah...LEE JANG SEOK !!!!” mereka mengucapkannya secara serentak. Kecuali yang bertemu dengannya kemarin. Mereka shock
“bapak....!!! Bapak...!!!!” kata kepala sekolah menegur mereka yang kesannya kurang sopan.
“baiklah ...ulang shocknya....Bapak LEE Jang Seok”
“lebay kalian. Ini adalah guru baru kalian sekaligus walikelas kalian. Jangan pernah nakal dengan bapak ini.” Kepala sekolah mulai meninggalkan kelas mereka. Mereka terpaku melihat guru baru mereka. Sudahlah gayanya seperti seorang musisi. Bohemian begitulah bunyinya..
Membuat mereka agak sedikit geleng-geleng kepala. Sang Ra heran melihat Lee Jang Seok agak Kumisan ditambah dengan gaya rambutnya yang cepak begitu. Dia melihat Lee Jang Seok dengan rambut panjang. Membuat dia agak sedikit garuk-garuk kepala.
“apa kau lihat ??”
Sang Ra takut. Hari pertama Sang Ra membuat kesan buruk. Dia tampak ketakutan. Lee Jang Seok mengambil kertas yang dipegang oleh Sang Ra. Dan ternyata,,,,,,,,,,,,,
“Hehehehe ini rambutku waktu panjang...kau fansku??”
“aaaaa ia...aku Fans mu”
“jangan tegang begitu, selow girl,,,Woles”
Mendengar kata Woles, mereka agak sedikit bingung. Untuk pertama kalinya mereka mendengar kosakata aneh itu.
“jae Hwa, Woles itu apa artinya”Tanya Ipank Bisik-bisik.
“kebalikan dari Selow”
“oh....”
Lee Jang Seok mulai menuliskan jati dirinya didepan Whiteboard. Mereka memperhatikan gerak-gerik Lee Jang Seok. Terutama anak cewek. Mereka bukan memperhatikan tulisannya, tetapi ketampanan walikelas mereka.  Gaya guru mereka seperti vokalis Marron 5. Bedanya tanpa Tatto. Setelah menulis jati dirinya dia membuang spidol ke Meja. Membuat mereka tambah heran lagi. Dia tersenyum tipis. Tapi anehnya meski dia tersenyum, para murid yang berhadapan dengannya sekarang tetap diam . tegang tak menentu.
“hmmmmmm”
Ada separo yang kaget ketika berdaham. Namun mereka tetap saja tidak bisa relax.
“perkenalkan, namaku Lee Jang Seok. Semua sudah tau siapa aku. Aku seorang petinju bertransformasi menjadi seorang guru. Awalnya aku tidak berminat masuk ke Universitas untuk menjadi seorang guru. Namun , ketika saya mulai mendengarkan musik dari Greenday’Boulevard of Broken Dreams ‘ Avenged Sevenfold ‘Dear God. Membuat saya ingin beralih profesi menjadi seorang musisi. Awalnya aku kuliah mengambil Sendra Tasik Murni. namun aku lulus dibidang pendidikan, aku awalnya agak kecewa. Namun tidak masalah jadi gurupun aku tetap mensyukuri. Setidaknya aku bisa berbagi ilmu dengan orang lain. Itu adalah impianku. Serta menumbuhkan kreatifitas diantara anak-anak muda  seperti kalian”
Mendengar penjelasan itu membuat Ipank sedikit ragu dengan kemampuan  guru barunya. Dan dia penasaran apakan gurunya ini bisa nyanyi. Karena dia tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya dia tunjuk tangan ketika guru barunya tersebut belum selesai memperkenalkan diri.
“yah...silahkan”
“aku.....aku...” dia mulai menatap teman-temannya yang semuanya menoleh kepadanya.
“ada apa nak??”
“aku...aku..aku penasaran dengan kemampuan anda. Dari penjelasan anda, saya ingin dengar suara anda”
“apakah kau bawa gitar spanyol?”
“oh gitar akustik?? Aku bawa. Tuh aku letakkan dibelakang yang berwarna hitam itu. Biar aku ambil”
Ipank naik keatas meja. Dan langsung melompat. Setelah itu.
“aigooo”
“hahahahahahahaha”
Ipank terjatuh dari meja.
“biar aku ambil”
Park Jae Hwa langsung menolong Ipank..
“heheheh keren”
“kepalamu” Ipank menahan sakit dibokongnya.
Lee mengambil gitar milik Ipank. Dan dia menyanyikan lagu yang ia paling berarti dalam hidupnya.
“Jreeng”
Mereka menonton pertunjukan gurunya itu
i walking a lonely road, the only one the died i’ve ever non
Don’t know where it goes but it some to me i walk alone...”
Mereka mengikuti irama gitar . mereka hanya mengangguk kecil. Namun semakin lama satupersatu mereka memanjat meja. Macam beruk. Kau tau kan??? Mereka memang penggila musik.apalagi musik beraliran Hard. Membuat anak-anak geleng-geleng kepala macam habis minum. Tapi meski begitu bocah itu masih polos. So........mereka tetap khusuk pada melodi yang dimainkan oleh guru mereka.
“sungguh dahsyat suaranya”
Selesai perkenalan . mereka istirahat, makan Mie kalau tidak Kim chee.  Atau samyekobsal, itu yang dijual disekolah mereka. Mereka kalau dikantin pasti cerita tentang Lee jang Seok. Sekarang itu tidak mungkin. Jelas orangnya sudah ada disini. Walikelas mereka lagi. Dikantin, Ipank masih memenggang lututnya. Karena dia melompat mengambil gitar.
“bagaimana??? Enak ?? melompat dari meja??” Ledek Park Jae Hwa.
“Gezzzzz !!!!!”
“kau itu banyak Action. Kebanyakan nonton film Action sih”
“tau aja. Aku kemarin itu nonton film the Raid 2. Yang ada Mad Dog?”
“Mad dog?? Bukannya itu tokoh di  Meme Rage comic??”
“ia seperti itulah pemirsa. Kau suka meme comic juga?”
“sukalah, yang mengubah huruf b jadi V. Broh jadi Vroh”
“kalian tidak bahas Lee Jang Seok lagi??” bahas Hong Ka Ka .
Mereka mencubit Hong ka Ka. Dan menyuruh Hong Ka Ka Diam sejenak.
“ku Plester mulutmu entar”
“Gezzz, ih..tapi suaranya bagus. Sepertinya aku mulai-mulai ngefans dengan dia.”
Mendengar itu, ada orang yang berdaham. Hong Ka Ka dan yang lainnya cegukan. Mata mereka terbelalak menatap orang itu. Dia makan Ice Cream. Dan tersenyum kepada mereka. Membuat mereka tambah salah tingkah.
“ngefans dengan siapa?? Dengan bapak??”
“aaaa?????”
“hehehehehe, jadi setiap kalian dikantin kalian pasti ceritakan aku kan??”
“G_R !!!!” mereka secara serentak mengucapkan kalimat itu.
“kompak sekali kalian mengatakan seperti itu. Hebat, kalian orang pertama yang mengatakan aku Gede Rasa. “
“kami memang sering membicarakan anda. Tapi itu dulu” Ucap Ipank.
“terus kenapa kalian tidak menceritakan aku lagi”
“yah...karena kalau membicarakan orang itu tidak baik istilahnya mubah”
“ada-ada saja kalian ini”
“yah..begitulah pak aku tidak ingin membicarakan bapak. Habis topik tentang bapak membosankan. Yang diceritakan tentang kegantengan bapak. Kami sebagai kaum lelaki kami agak cemburu juga mendengarnya. Sebab didunia ini tampaknya bapak yang paling ganteng”Ucap Park Jae Hwa jujur.
“hahahahahahahaha”
“kami bosan pak !!!! lelaki yang hidup diatas dunia ini kan banyak . bukan bapak sendiri yang hidupkan???”
“yah, aku mengerti. Tapi itukan penilaian manusia. Dan kalian tidak bisa menafikannya. Sekarang terimalah  semua itu ya....”
“aku tidak mau “
“kenapa giliran kau yang bilang tidak mau aneh....!!!”
“biarkan saja....”




















Komentar

Postingan Populer