Snowline Part 2
Bab 2 Behind the Snow
Pagi Hari:
Kim Sa Dega:
Aku tidak mau menatap ayah ibuku. Entah kenapa? Hatiku mendongkol. Aku
tidak mengerti . mungkin karena keegoisanku .
“kalau kau mencoba berhubungan lagi dengan anak itu? kau akan
dinikahkan dengan segera. Tidak peduli berapa usiamu ibu akan mencarikanmu
seorang gadis. Kalau bisa lebih baik dari pada gadis yang kau pilih itu.”
“coba saja, coba saja cari gadis yang lebih hebat darinya. Kalau perlu
jelajah digoogle atau di Facebook supaya bisa bertemu. Sudahlah aku pergi
kesekolah. Aku tidak mau menggunakan mobil. Aku lebih baik menggunakan sepeda”
Aku menantang ibu. Aku sudah muak dengan omelan ibu yang terlalu sadis
seperti ini. Membuat kata-katanya terlalu basi dan mungkin akan muak bila
mendengarnya.
Oh Min Ha:
Salju masih saja turun. Anak-anak masih memakai jacket tebal. Aku ingin
sekali menikmati hari-hari romantis bersama dengan orang yang aku suka seperti
Shin Hyun Sang dan lain-lain. dalam perjalanan menuju kesekolah aku melihat
Shin Hyun Sang dan Joshua. Sedang apa mereka ya?
“hai.......”
“aaa hai....”
Mereka melambaikan tangan kepadaku. Aku menghampiri mereka. Apa yang
mereka lihat ya??? Dengan penasaran aku melihat mereka.
“kaset Twilight yang keberapa ini ya?”
“kau punya berapa Nigga?” tanya Shin Hyun Sang.
“aku baru punta dua. Itu waktu Edward berperang melawan bangsa Vampire.
Kau tau? Victoria ternyata menggunakan manusia untuk menjadi Vampir hanya
karena dijadikan Bonekanya saja”
“kasihan sekali”
“Twilight saga. Aku punya Film ini. Tapi hanya kaset ke 3”
“benarkah Min Ha?”
“benar”
“kalau begitu bolehkan kami pinjam kasetnya.”
“aku tidak punya DVDnya. Aku hanya punya punya format matroskanya. Aku
mendownload filmnya diinternet”
“ha???? Kau ini.”
“kaliankan bisa menontonya dilaptop kenapa harus harus beli kaset? Kan
mahal”
“kau tau, punya kasetnya itu sangat menarik. Dan kita dikira orang yang
Up To date” kata Joshua.
“kau ini Norak sekali teman. Kau tau ? diera sekarang kalau sudah
nonton filmnya duluan dan melihat kisahnya terlebih dahulu sebelum melihat
dibioskop itu lebih baik kau paham?”
“seterah kau saja.....!!!!”
“seterah kau saja, itu lebih baik .”
Aku pergi dari hadapan mereka. Jengkel dan melanjutkan perjalanan ku
kesekolah. Kalau aku meladani mereka aku akan terlambat.
“Tunggu Min Haa”
“Kak Putih !!!!!”
Mereka mengajakku berbicara. Terus sambil berjalan menuju sekolah.
“kalau begitu aku minta format Filmnya. Tapi adakah Film lain?”
“ada Annabelle, Stand Bye me Doraemon,eclipse, Fas and Furious”
“ha??? Ia Fast and Furious ................!!!!!!!!! ada tidak yang ke
Tujuh”
“ada...tapi download sendiri yah sudah sebentar lagi jam akan dimulai.
Ayo masuk”
Aku , Shin Hyun Sang dan Joshua memasuki gerbang sekolah. Anak-anak
banyak sekali. Aku melihat semua orang berebut mengambil posisi barisan. Uh,
seperti anak SD saja. Saat aku berjalan bertiga memasuki sekolah aku menemui
Mao Rin dan semua Ganknya. Mereka seperti anak SD . tampang mereka seolah-olah
menyerangku. Sepertinya ketua Ganknya marah kepadaku atas kejadian kemarin .
aku melihat dia dengan sadega Berciuman dengan begitu mesra.
“kau itu suka sekali merusak suasana dengan Sa Dega. Kemarin kau waktu
ditaman kau mengganggu kami dan kemarin lagu waktu musim salju...”
“kau berciuman didepan toko. Kau punya malu tidak?? Itu tempat umum.
Kalau ketahuan pak guru bagaimana?”
“kau.....”
“kau tidak takut pada adat Negeri ini?”
“apa???? Siap-siap saja Sa DEGA nantinya tidak akan pernah menjadi
milikimu”
Dia menjambak rambutku. Aduh, rasanya sangat sakit sekali.
“Aduh......”
“hi....apa maksudmu kau berbicara seperti itu??!!! kau menyukai Sa
Dega. Oh, pantas saja kau merusak acaran kencan kami. Hebat sekali kau”
“aku tidak pernah menyukai pria manapun. Aku Sa Dega memang pria yang
paling tampan disekolah ini. Tapi aku tidak menyukainya. Kau tidak bertanya
dulu kepadaku mengapa aku MENGATAKAN SEPERTI ITU? kalau seandainya Sa Dega
tidak menjadi milikmu, lalu kau seenaknya memberikan sesuatu yang berharga yang
ada dalam dirimu padahal kau belum tau Sa Dega itu akan menjadi milikmu atau
tidak. Mau taro dimana mukamu. Kau akan dijuluki Gadis gampangan. Orang tidak
akan penasaran lagi dengan dirimu. Kau paham !!!!!”
“Kau mengatakan seperti itu seolah-olah kau tidak pernah berciuman”
“memang aku tidak pernah berciuman. Aku mencium suamiku, dialah yang
lebih pantas dicium.....”
“CUKUP !!!!!!”
Semua orang-orang dikelas mengerumuni lapangan sekolah karena ada
insiden pertengkaran dengan primadona. Dan disana ada Sa Dega yang tiba-tiba
datang. Para gadis bersorak akan kehadirannya. Ketampanan serta senyum yang
mematikan yang biasa ia pamerkan berubah menjadi Killer layaknya seekor Vampir
jadi-jadian. Aku menatap kedua orang ini dengan penuh kemarahan. Dia mencium
kening pacarnya didepanku . benar-benar norak dan kesannya menjijikan. Aku
tidak sanggup melihat pemandangan ini.
Selain mencium keningnya , ia juga mencium pipi dan leher didepan orang
banyak. Wek seperti suami istri. Suami istri saja tidak berani berciuman
ditempat umum. Wah, parah.
“Cukup !!!!!. benar apa yang dikatakan oleh Min Ha??”
“hei Shin Hyun Sang”
Shin Hyun Sang kemudian datang membelaku. Matanya garang menatap
sahabatnya itu. entah kenapa? Dia mendadak membelaku.
“kau mencintai pacarmu kan? Tolong hargai dia sebagai perempuan. Kalau
kau cium dia seperti itu terus , maka dibukan bunga terataimu lagi. tapi rumput
liar atau bunga ditepi jalan . kau mau pacarmu dibilang seperti itu”
“Bagiku dia tetap bunga terataiku.”
Dia menarik kerah baju Hyun Sang dan lalu meninjunya. Mulut Hyun Sang
merah dan berdarah. Semua orang disekolah semakin ramai menyaksikan kami
bertengkar seperti ini. Ini benar-benar gila.aku merangkul Hyun Sang dan
melihat lukanya.
“jangan macam-macam denganku”
Aku dan bangsa Nigga ini mengobati wajahnya. Dia hanya tersenyum ketika
aku menatap orang yang sangat aku suka ini.
“hi........................kau menatap kakak ini seolah-olah kau
menyukainya”kata Joshua
“tidak Nigga. Hanya saja dia membuatku kagum. Kakak kata-katamu keren
sekali”
“terimakasih”
Habis itu kami melanjutkan perjalanan kami kekelas. Dikelas aku ditatap teman sekelas dengan
tamapang yang agak aneh. Entah kenapa ? mungkin karena Insiden tadi pagi.
Mereka berbisik-bisik tentangku. Dan anehnya bangkuku diambil oleh pacarnya Kim
Sa Dega. Kau kira dunia ini milik kalian.
“kau pindah sana???!!!!” perintah Mao Rin
Dia mengarahkan kepada bangku yang jelek. Bocah ini tersenyum killer
kepadaku. Aku tersenyum dengan menatap mata Kim Sa Dega. Lalu aku memberikan
lambang jari tengah kepada mereka berdua.
“You’are Asholle !!!!”
Dia menatapku tambah marah. Bangku terasingi sendiri.
“duduklah dibangkuku sementara” ucap Shin Hyun Sang.
“tapi...”
Duduklah. Aku duduk dibangku ini . Shin Hyun Sang kau baik sekali. Aku
merasa bahagia bila aku duduk dibangkumu. Tuhan aku merasa tertolong akan semua
ini. Terimakasih atas semuanya . pelajaran sebentar lagi akan dimulai. Sial
sekali hari ini . aku harus menghadapi masalah. Akukan tidak sengaja melihat
kejadian kemarin. Itu semua karena perjalanan ku membeli peralatan untuk
membuat Accecories aku terbiasa lewat sana. Makanya aku tidak sengaja. Tapi aku
merasa tidak bersalah. Aku kan tidak sengaja melihat mereka.
Duduk dibangku shin Hyun sang aku merasa bahagia. Aku dapat perlakuan
istimewa dari orang yang menyukaiku.
Kim Sa Dega:
Aku tidak tau bagaimana cara menyikapi mereka. Tapi hatiku selalu
menuntutku bahwa Gadis yang bangkunya ku asingkan itu yang benar. Duduk
disamping Mao Rin entah kenapa aku agak risih.timbul perasaan malu
Aku melihat ketulusan cinta Mao Rin. Dia mencium bibirku dikelas.
Sampai orang-orang pada menghina kami habis-habisan.
“Tidak tau malu”
“ia...”
Mao Rin kalau seperti ini kau akan putuskan tapi aku tidak bisa
menenangkannya. Sampai jam istirahat tiba. Aku diajak Mao Rin kesuatu tempat
dimana disana aku tidak tau. Rupanya aku dibawa karuang UKS. Mau diapakan aku .dia
mengunci pintu UKSnya agar orang tidak tau.
“kau mau mengajakku untuk apa?”
“kau ini polos sekali”
“Mao Rin.”
“sudahlah”
Dia membuka blezer seragamku. Tapi entah kenapa aku mencegahnya. Aku
tiba-tiba sesak nafas. Jiwa ini seakan menolak.
“Jangan Mao Rin.”
Mao Rin sedikit kecewa.
“kenapa? aku ingin melakukan hal yang pantas untuk mu”
“ia aku tau. Tapi kita masih sekolah. Aku tidak mau menghancurkan masa
depanmu”
“tapi ini bukan masa suburku sekarang. “
“jangan Mao Rin. Aku tidak mau merusakmu. Aku mencintaimu tapi bukan
seperti caranya. Ini bukan cinta yang sehat
ini tidak wajar.cukup dengan ciuman hangat saja itu sudah membuatku
bergairah”
“baiklah ayo kita berciuman”
“Tapi bukan disini disebuah tempat yang ada suasanan romantisnya”
“baiklah aku akan menurutinya”
Aku menggenggam tangan Mao Rin dengan begitu erat dan mencium
tangannya.
“kau harus tau? Cinta itu tidak berlebihan. Dan tidak perlu orang tau.
Aku ingin memberikan cinta yang sederhana. Tapi berkesan untukmu. Kau paham”
“ia aku paham”
“ayo kita keluar”
Aku mengajak Mao Rin keluar dari UKS. Maaf, aku tidak bisa melakukan
apa yang kau inginkan. Tapi bagiku sebaiknya dirimu harus mengerti semua ini.
Oh Min Haa:
Dikantin, aku melihat Salju turun. Indah, sangat indah. Apalagi
indahnya ketika bermain papan seluncur dengan kekasih. Aku ingin bermain papan
seluncur dengan kekasihku. Tapi diusiaku yang segini aku masih juga belum punya
pacar. Aku hanya ditemani oleh Seboku berwarna-warni sebagai penutup kepada.
Aku duduk berlima ditambah dengan 2 orang adikku Yu Ni dan Jae Nam . kami
menikmati bersama mie instan ini. Duduk disatu meja ditambah dengan makanan
lainnya.
“kau selalu menatap salju seolah-olah kau berkhayal akan sesuatu
tentang salju. Apa yang kakak pikirkan?” Ucap Joshua sambil menikmati Mie
Instannya.
“kakakku selalu membayangkan salju. Aku ingin menikmati salju dengan
kekasihku” Yu Ni berbicara
“jadi sampai sekarang kau belum punya kekasih?” Shin Hyun Sang kaget.
“belum. Kau kan tau aku ini wanita seperti apa? Pemarah dan tidak bisa
diajak bicara kalau masalah cinta. Sebenarnya aku benci dengan musim ini.
Karena bagiku apa yang terjadi didalam film tentang salju hanyalah fiktif
belaka. Tapi entah kenapa ketika rasa penasaranku muncul tentang film yang ku
tonton, aku keluar dari rumah. Dan ternyata itu benar-benar terjadi. aku iri
sekali. Tapi kapan aku merasakan hal yang seperti itu. hidupku penuh dengan
kata-kata yang namanya belajar. Jadi aku lupa semuanya.”
“uhm, terkadang manusia itu tidak percaya akan namanya tahayul atau
semacamnya. Tapi tanpa kita sadari yang dilihat adalah diambil dari kisah
nyata.”
“uhm,,, nanti sore bagaimana kita berkumpul di Restaurant nenek
Yuan. Aku ingin mendengar suara anak
ini” Yu Ni menunjuk pria berkulit hitam didepannya.
“kau seperti meragukan kemampuanku. “
“aku meragukan kemampuanmu hitam”
“Hitam? aku memang hitam , tapi aku hitam manis”
“uh...PD-nya”
“kau mengajakku bertengkar tapi ujung-ujungnya nanti kau akan
mencintaiku juga”
“siapa juga yang mau mencintaimu? Pria idamanku seperti kak Sa Dega
tampan dan keren “
“kalau terdengar oleh Mao Rin, kau akan ditinjunya dan disitu aku akan
tertawa”
“Sudahlah , Hitam kau asli mana? Apakah kau asli dari Afrika selatan?
Pasti kau pernah merasakan nonton piala dunia? Aku ingin sekali melihat Leonel
Meisy Bertanding”
“kau curhat?!!!”
“hmmm menurutmu?”
Mereka bertengkar. Ini sebagai kakak membuatku malu apalagi adikku .
adikku tersenyum kecil. Jae Nam , dia adalah adik yang dekat Kim Sa Dega. Dia
menikmati seteguk moccachino Americano yang dijual disekolah.
“Aku rasa hubungan mereka tidak akan bertahan lama. Kurasa dia memilih
wanita yang salah. Pasti dia memlih wanita yang salah”
Jae Nam mengatakan hal-hal yang aneh kepada kami.
“apa maksudmu Jae Nam?”
“aku rasa dia salah memilih pacar. Mao Rin bukannlah wanita yang baik
untuk Kim Sa Dega. Apakah kalian tau siapa Mao Rin sebenarnya?”
“Apa maksumu?”Shin Hyun Sang tertawa.
“dia adalah manusia”
“yah......”
Aku kira apa. Aku melanjutkan menatap pemandangan ini. Tuhan semakin
banyak hujan Salju, semakin ingin aku merasakan namanya apa itu sebenarnya
cinta. Selama aku hidup aku tidak pernah memiliki pacar. Aku berharap Shin Hyun
Sang ini adalah pacarku. Aku menyukainya. Aku ingin mengatakannya. Tapi aku
takut akan perasaanku ditolak makannya aku merasa takut dan tidak memiliki
keberanian untuk mengatakannya kepada Shin Hyun Sang.
“Min Haa???”
“ia.............”
“aku ingin berkencan, apakah kau mau?”
Aaa ? Shin Hyun Sang mengajakku berkencan? Aku senang sekali dengan hal
ini. Dia mengajakku ngedate. Wajahku
memerah, aku tidak percaya akan hal ini akhirnya aku akan berkencan dengan
orang yang kusukai. Mereka semua yang berkumpul denganku geleng-geleng kepala.
Berarti kami sudah pacaran. Tapi tunggu dulu, aku tidak boleh GR, mungkin dia
hanya mengajakku jalan biasa karena mungkin dia tidak punya teman.
Hyun Sang, aku tidak terlalu berharap banyak padamu. Jika aku berharap
terlalu maka suatu saat nanti pasti aku akan membencimu. Itu yang aku takutkan.
Tapi ada juga yang terbesit dalam pikiranku, jika aku terlalu membenci Sa Dega
, otomatis aku akan mencintai Sa Dega Juga. Duh, jangan...jangan sampai hal itu
terjadi.
Jam istirahat sudah selesai. Semua orang mulai masuk kekelas. Aku
mengerjakan soal merensensi buku Twilight saga dari Stevani Meyer. Aku
meringkas ceritannya kedalam kertas
Double folio. Meski bangku terasingi, tak masalah bagiku untuk mengerjakan
tugas-tugas ini asalkan belajar tetap fokus.
Anak-anak pada fokus merensensi buku bahkan ada yang tidak sanggup
membaca buku dan memilih untuk tidur. Sementara teman sebangkuku Sa Dega sibuk
mengelus-ngelus paha pacarnya didalam kelas.
Ini sudah sesat. Sudah terlewat batas melebihi norma yang berlaku.
Pacaran sih boleh. Tapi harusnya lihat dulu ketentuan yang berlaku. Mereka
fikir sekolah ini adalah tempat ajang untuk pamer kemesraan?. Pantas saja nilai
Sa Dega selalu jelek akan masalah ini. Sebab otaknya sudah terisi dengan
adegan-adegan yang tidak bisa dipikirkan diluar nalar manusia normal bersama
pacarnya. Kau tau, sesungguhnya aku kasihan melihat Maorin yang diperlakukan
bak dilecehkan secara seksual. Orang-orang sudah membicarakan nama mereka dari
belakang tentang perilaku mereka yang serba aneh tidak karuan.
Kalau seperti ini bisa-bisa akan terjadi yang tidak diinginkan. Tapi aku tidak boleh berfikir begitu. aku
yakin Mao Rin bisa menjaga semuanya. Dan tidak diperlakukan bak boneka diajak
melayang tinggi lalu dihempaskan kedasar bumi, dimainkan sesuka hati , kalau
sudah rusak lalu ditinggal pergi. aduh mengerikan. Tuhan lindungilah aku dari
hal-hal yang seperti ini. Yang bisa membentengi aku dari hal-hal yang salah.
Tanpa sadar tugasku sudah selesai. Aku mengumpulkan tugasku kepada Buk
Su Bin. Aku maju kedepan. Dan ketika aku
maju kedepan orang memandangiku seperti artis.
“kau sudah siap?”
“Sudah.....”
“kau boleh pulang dan keluar dari kelas ini”
Mendengar kata pulang,anak-anak semuanya kaget. Aku diizinkan pulang?
“tapi kau harus menjawab pertanyaanku. Apa inspirasi dari Stevani Meyer
membuat Novel berbau Vampire seperti ini?”
Bu Su Bin memberi pertanyaan yang sangat susah sekali sehingga anak-anak kaget kala aku mendengar itu. tapi
aku ingat sesuatu ketika aku membaca sebuah artikel yang ada diinternet.
“Mimpi”
“ha?????” anak-anak kaget mendengar jawabanku.
“Jelaskan mimpi itu”
“suatu Hari dia melihat sepasang pemuda yang sedang duduk berdua.
Mereka meratapi sebuah kesedihan. Salah satu diantara mereka
mengatakan...’mengapa cinta kita tidak bisa bersatu’. Hanya itu yang ku Tau”
“kau benar”
Semuanya tercengang. Aku tersenyum manis . dan aku diperbolehkan
pulang. Akulah siswi pertama yang mendapat giliran cepat pulang. Memang dimusim
salju seperti ini kami tidak perlu berlama-lama disekolah. Karena kalau kami
berlama-lama disekolah kami akan sakit. Aku mengangkut tasku sambil mencibir mereka
berdua sambil memberi lambang F’’K untuk mereka berdua.
Bel belum resmi berbunyi, anak-anak belum pulang. aku berjalan-jalan
mengelilingi sekolah sambil melihat musim salju pada hari ini. Salju, aku ingin
bercerita padamu bahwa aku sesungguhnya iri melihat orang berkasih . aku ingin seperti
mereka menjalani cinta , tapi tidak berlebihan seperti Sadega dengan pacar
semarganya yang hampir membuatku muntah. Aku benci cinta tanpa ada Etika.
Tindak tanduk itu ada batasnya bukan.
Setelah itu aku menunggu adik-adiku pulang dikantin sambil menikmati
teh hangat. Enak sekali.
Teman saat aku berbicara dikantin, adalah nyonya Moon. Dia adalah
seorang single parent. Anaknya sekolah disini. Meski dia penjaga kantin,
anaknya sangat bangga dengan bersekolah disini. Disini memang banyak anak orang
kaya, tapi istilah diskriminasi tidak ada. Seperti cantik dengan cantik ,
tampan dengan Tampan, kaya dengan kaya. Dia diperlakukan sama disini. Itulah yang membuat anaknya betah.
Sekolah ini memang terkenal dengan sekolah yang mau menerima siapapun asalkan
mereka mempunyai otak yang berisi.
“aku menyuruh anakku melakukan operasi plastik. Tapi dia tidak mau. Aku
tidak tau kenapa anak itu tidak mau melakukan operasi plastik”
“heh....”aku tersenyum sambil menikmati kopiku.
“kau sangat cantik nak. Dibandingkan dengan pacar Sa Dega itu. “
“cantik?? Nyonya yang lebih cantik dariku masih banyak nyonya. Aku jadi
malu.”
“aaaah tidak, kau cantik mau berteman dengan siapa saja. Malah kau
menerima bangsa Negro itu kedalam Lingkaranmu”
“Joshua. Anak itu berbahaya. Hatinya Putih seperti salju ini Nyonya.
Dia menolong nenek tua di Restoran untuk
mengelola restaurant nenek tua itu. dan tamunya sangat banyak”
“wah....keren...............kalau seperti itu dia akan digilai oleh
para wanita. “
“Mungkin. “
“didunia ini tidak ada yang tidak mungkin. kau tau? Tuhan menciptakan
manusia itu sesungguhnya sempurna.manusianya yang memandangnya sebelah mata.
Aku berharap suatu saat nanti ada yang mau menerima cinta anakku apa adanya. Tanpa melihat sisi kecantikan seseorang. Cantik, dieraku dulu segi Fisik itu tidak
berlaku. Yang berlaku itu adalah etika. Jika etika kita sopan, baik, rendah
hati, Ramah, pintar dan tidak sombong pasti kita akan dicintai . sehingga kita
dengan mudah menemukan cinta sejati. Percuma cantik, tapi tidak memiliki etika
dalam beradap. Itu akan mudah dicampakan orang dan kita akan susah mendapatkan
pasangan. Aku heran melihat orang-orang dinegeri ini, jika manusia itu tidak
cantik pasti dia tidak akan dianggap ada. Apa itu yang disebut sempurna?”
“tidak...manusia tidak ada yang sempurna. Kesempurnaan hanyalah milik
Tuhan. Tuhan lah yang menyempurnakan hidup manusia.”
“benar kau dewasa sekali”
“menurut Nyonya apakah cinta yang pantas itu berpelukan, bermesraan, berciuman? “
“menurutku, tidak. Jika kita hanya mengenal cinta dari segi itu kita
salah. Jika cinta sekedar berpelukan, apapun yang berbau sentuhan berarti kita
mencintai dia karena nafsu.
“Kau harus tau, cinta yang sesungguhnya adalah penafsiran sangat
sederhana sekali”
“sederhana ??? maksudnya?”
“cinta yang sederhana itu adalah dimana kita akan kekurangan pasangan
kita, dimana kita akan ada selalu ada disamping dia, dimana kita akan
mendengarkan ceritanya, dimana kita memberikan perhatiaan, kasih sayang, saling
memahami, saling mensupport, bersikap apa adanya, jujur, sabar tidak
mementingkan ego, saling menunggu, tersenyum, dan kita akan menjadi tempat
dimana dia akan bersanda,berlindung itulah cinta yang benar baik”
“wah...........seperti itukah?”
“ia.............”
“Tapi akankah aku mendapatkan cinta seperti itu?. itu adalah cinta yang
kudambakan. Sederhana tapi kesannya manis. Aku ingin seperti itu nyonya.
Sesungguhnya dalam kriteria, aku tidak memilih. Tapi dalam segi pribadi
maksudku aku memilih. kalau bisa seperti
yang nyonya katakan”
“bagus”
Bel sudah berbunyi.
Kim Sa Dega.:
Semuanya keluar. Mao Rin
menggandeng tanganku. Dia seperti istriku. Orang-orang menatapku. Anak-anak
bertebaran menuju gerbang karena Jam pulang sudah tiba.
“dia seperti menyindir kita
yang sedang single “
“ia.....”
Sindiran?? Kata-kata apa itu.
kalian merasa aku menyindir kalian. Hahahahaha baguslah tapi aku tidak merasa
begitu.
Ada yang memfoto kami dengan
kamera ponsel mereka. Dan lucunya mereka menggunakan tongsis. Pasti mereka
memotretku dengan program kamera diponsel mereka. Seperti B12, 360,pick Up
apalah aku tidak mengerti yang penting
pasti mereka memotretku begitu. dalam
perjalanan kami menuju gerbang, aku melihat Min Ha sedang bercengkrama dengan
Shin Hyun Sang. Dia tampak gembira sekali.
“hmmmm”
“kalian pacaran........?
kenapa kalian tidak berpegangan tangan? Tidak asik !!” Ceplos Mao Rin yang kini
ku panggul. Oh Min Haa tersenyum tertawa ketika Mao Rin mengatakan seperti itu.
apanya yang lucu. Min Haa mengusap-usap kepala Mao Rin dengan lembut hingga
membuat Mao Rin Risih.
“meskipun kami pacaran. Aku
tidak suka melampiaskan rasa seperti kalian. Cinta , tak perlu kita memamerkan
kemesraan didepan semua orang. Apalagi didepan publik. Cinta seperti itu tidak
akan bertahan lama”
“kau sok dewasa”
“cinta yang dewasa itu yang
bertahan lama Mao Rin apakah kau tidak mau melanjutkan hubunganmu sampai tua??!
Cepat besar ya nak “
“Hmmm ngomong-ngomong kalian
ingin berbicara tentang apa?”
Aku memulai pembicaraanku .
“kami membicarakan tentang
kencan dimusim salju”
“OOH ya sudah kami pulang
dulu. Ini urusan kalian kan aku takut mengganggu kalian”
Kami keluar, aku mengambil
sepeda motorku dan kami meninggalkan sekolah. Dalam perjalanan pulang, aku
mengajak Mao Rin kesuatu tempat dimana apa yang ingin Mao Rin lakukan untukku.
“Mao Rin,..... pegang yang
kuat”
Dia memelukku. Betapa
hangatnya. Aku ingin seperti ini terus Mao Rin, hanya bersamamu aku bisa
melakukan seperti ini. Aku mengencangkan laju kecepatan sepeda motorku. Tanpa peduli para pengguna jalan yang lain.
aku menyayangimu Mao Rin.
Sampailah kami disebuah
tempat yang sepi tanpa ada orang yang tau. Meski salju menghatam kota yang
penting aku bisa membahagiakan dia.
Kami disebuah bukit yang
dinamakan bukit cinta. Dimana kita melihat pemandangan kota. Aku dan dia duduk
disini sambil melihat pemandangan itu. dia tampak tersenyum kala aku menunjuk
sebuah gedung yang tinggi. Setelah itu kami berciuman kembali. Begitu lama tapi
aku berhenti.
Aku terdiam dan teringat
dengan apa yang diucapkan oleh Oh Min Haa dikelas. Waktu itu bu Su Bin bertanya
tentang alasan mengapa Stevany Meyer membuat novel Twilight saga. Tentang
Vampire. Kata-kata itu seperti meramal kehidupanku kepada Mao Rin.
Wajahku entah kenapa begitu
aneh dengan kencan ini. Aku kemudian
kaku sejenak dan tak sanggup menatap wajahnya. Entah mengapa? Untuk pertama
kalinya aku merasakan hal yang seperti ini.
“kenapa???”
Bibirku tidak bisa
berkata-kata apa-apa. Aku hanya menangis ketika aku menatap Mao Rin yang
tersenyum. Dia menggenggam tanganku . aku ingat dengan kata-kata orang tuaku
jika aku masih berhubungan dengan gadis ini maka aku telah mencoreng keluarga
kim dan dikutuk secara turunan.
“ apa yang kau Tangisi?”
“aku takut”
“takut kenapa???”
Aku terdiam membisu. Dia
memelukku. Mao Rin, mungkin ini adalah pelukanmu yang terakhir kali yang
kurasakan. Jika, ada keajaiban yang
memperbolehkan kita untuk bersama aku akan bersama.
Oh Min Haa:
Hari ini aku akan berkencan.
Aku tidak berhenti menceritakannya kepada adiku.
Yah, ini adalah kencan
pertamaku . adikku Jae Nam laki-laki pergi bersama Joshua dan Shin Hyun Sang
jadi tidak bisa pulang bersamaku.
“so shinne bright ...to night...you and i...
When beautiful like diamonds in the sky...”
“kalau lagi senang pasti
nyanyi....”
“ia begitu...hidupku tanpa
bernyanyi pasti akan hampa. Aku ingin kencan pertamaku bisa aman. Kalau bisa
aku berpacaran dengan Shin Hyun Sang”
“aku senang kak, kakak
akhirnya bisa berkencan dengan orang yang kakak suka. Oh ya? Orang hitam satu
kelas denganku. Kerjanya hanya bernyanyi dan bernyanyi”
“hahahahahaha kau
memikirkannya ya? Kau menyukainya”
“buat apa aku menyukai pria
orang berkulit hitam seperti dia??? Bukan type gadis korea”
“hey..kau tidak boleh
menghinannya begitu. dia itu banyak kelebihan.kau tau tidak? kalau kau misalnya
pergi ke Amerika kau akan digemari kalau berkulit hitam”
“ha?? Konyol...!!! “
“kau tidak percaya kata manusia. Makanya kalau buka internet
jangan media sosial saja, sebentar-bentar buka FB, BBM,Instagram,TT, ha???kau”
“hhmmmmmmm,kita kembali ke
Topik. Kenapa kakak tidak melabrak Mao
Rin tadi digerbang???”
“kalau aku bicara, dia akan
kalah. “
“benar juga kakak kan orang
pintar bicara. Kakak tau tidak, Mao Rin seperti apa sifat aslinya? Sebenarnya
dia sudah tidak perawan lagi”
“ha???!!!!”Aku mendadak
kaget.
“bukan itunya tidak perawan,
tapi bibirnya”
Hai...anak ini bikin aku
kaget.
“ia...bibirnya.”
“aku bertanya kepada kakak,
kenapa kakak tidak suka melihat Sa Dega berciuman dengan Mao Rin. Apakah kakak
menyukai Sa Dega”
“kau ini, aku tidak
menyukainya. Hanya saja aku kasihan melihat Mao Rin. Aku yakin tanpa diputuskan
oleh Sa Dega dia akan berakhir juga. Pasalnya pernikahan semarga itu tidak
boleh. Dan juga Mao Rin tidak bisa menjaga harga dirinya. Kalau itu bukan jodoh
apa kata suaminya yang sebenarnya??”
“ia juga”
“kalau misalnya aku menikah.
Aku, misalnya dengan Shin Hyun Sang, aku akan melakukan kewajibanku sebagai
istri dan menciumi seperti yang dilakukan Mao Rin kepada Sa Dega. “
“kakak aku salut padamu .
menjaga sebuah kesucian secara mati-matian”
Tanpa sadar kami sampai
dirumah. Kami berlari seperti anak kecil yang rindu kepada orang tuanya. Kami
menciumi pipi kedua orang tua kami. Dan disaat kami ingin memasuki rumah kami
yang besar, tiba-tiba kami kedatangan Tamu. Mereka sangat sopan.
“oh Ya ini kedua anakku Oh
Min Ha dan Oh Yu Ni.” Ayah mempromosikan kami kepada kedua orang itu.
sepertinya mereka orang kaya.
“kedua anakmu sangat cantik”
“kenalkan ini presidir Kim
dia adalah pemiliki pabrik makanan pusatnya di Gangnam . “
“ayah kalian adalah seorang
juragan yang baik. Dan juga ayah kalian adalah seorang direktur yang baik dia
bisa menghendel pemasuk makanan”
“oh... “
“ayah, ibu kami masuk kedalam
kamar dulu,paman – bibi kami permisi dulu”
Aku bingung kenapa kedua
orang itu kerumah kami. Ada acara apa?? Kami berdua masuk kedalam kamar. Kami
membaringkan badan kekasur. Kebetulan kasur kami terpisah dan kamar kami terasa
luas jadi santai saja.
“siapa mereka ya???”
“entahlah...”
“seperti orang yang datang
menjodohkan anaknya”
“tidak mungkin palingan
bertanya soal makanan”
“mungkin saja.”
Disaat kami sedang berehap
sejenak, tiba-tiba telvon berbunyi. Aku melihat kontak yang menghubungiku
ternyata Oh Ri Za. Anak itu liburan ke
Kanada waktu bersama nenek. Aku mengangkatya
“kakak..........”
“kau dimana ha?? Lama sekali kau pulang”
“aku sekarang lagi nonton konser musik.
Hahahahahahahahahahahahahaha. Aku nonton taylor Swift”
“ Taylor Swift?? Kau ini nonton sendiri”
“nanti akan kukirimkan
fotonya ke kakak. Kak bilang dengan ayah ibu kalau aku akan kembali”
Oh Yu Ni secara tidak sopan
menarik ponselku.
“hey...cepat kembali”
“ia......cerewet.”
Setelah itu televonnya mati.
Oh Min Ha persiapkan dirimu bahwa kau akan berkencan hari ini. Kau harus
berdandan cantik didepan Shin Hyun Sang. Usaha !!!!!. mengganti pakaianku dan
mencari baju yang bagus. Dibantu dengan adikku Yu Ni. Dia mencari baju yang pas
dihari kencan.
Setelah itu aku keluar , bersama
dengan adiku agar tidak curiga bahwa aku pergi berkencan.
“kalian mau pergi kemana?”
“aku mau pergi ke toko buku”
“pergilah tapi jangan
lama-lama ya?”
Ia.
Kim Sa Dega:
Menelusuri taman kota aku
melihat banyak sekali makanan yang dijual disana. Bersama dengan pacarku. Aku
melihat orang-orang berkencan dengan menggunakan baju sekolah. Betapa berartinya
musim salju pada hari ini ya untuk oran-orang bernasib sepertiku. Mereka naik
sepeda bersama. Romantis sekali.
“kau ingin naik sepeda
seperti mereka?”
“aaa tidak usah,”
“aku yang akan menyewanya”
Mao Rin menggenggam tanganku
. diajak mengajakku ketempat merental sepeda.
Lumayan dekat. Aku menerima tawarannya. Kami merental dua sepeda. Sudah
lama kami tidak balapan sepeda. Ketika kami balapan sepeda aku mendengar suara
laki-laki yang sedang bernyanyi sambil memetik gitar. Rasanya aku mengenal
suara ini. Dan tidak asing.
“i’m so glad you made time to see me.
How’s life ? tell me how’s your family?
I haven’t seen them in a while.
You’ve been good, busier than ever,
We small talk, work and the weather,
Your guard is up and i know why.
Because the last time you saw me
I still burn in back of your mind.
You Gave me roses i left them there to die.
So this is me swallowing my pride standing in front of you”
i’m sorry for that night”
And i go back to december all the time.
It turns out freedom ain’t nothink but missing you.
Wishing i’d realized what i had you were mind...
I’d go back to December , turn around and make it all.
I go back to december all the time
These days i haven’t
been sleeping.
Staying up, playing back my self leavin’
When your birthday passed and i didn’t call.
And i think about summer, all the beautiful times.
I watched you laughing from the passenger side.
Realized i
loved you in the fall
(Taylor
Swift_Back to December)
”
“woh....itu lagu Taylor Swift
ya... kau versi laki-lakinya Nigga” puji kedua teman yang menyaksikannya.
Rupanya Joshua. Pantas saja aku mengenalnya. Suaranya membuat aku iri. Aku ingin bernyanyi
untuk Mao Rin. Aku mendengar lagunya. Sedih mendengarnya. Pembawaan Joshua si
Kulit hitam manis makhluk yang sesungguhnya dibenci dinegara ini tapi aku suka
mendengarnya. Kau tau sesungguhnya ras kulit hitam seperti Joshua. Bukan
apa-apa. Kulit mereka sangat eksotis dan terkesan seksi dimata orang. Apalagi
jika ada gadis blasteran Eropa atau Amerika pasti akan dikejar pria seperti
ini. Tanpa operasi plastik, mereka memiliki kelopak mata yang indah meski
berkulit hitam.
Joshua. Dia adalah keturunan
campuran. Ibunya berkulit hitam sedangkan Ayahnya berkulit putih asal jerman.
Bola matanya berwarna abu-abu. Bila tersenyum , senyumnya lebih manis dari pada
diriku meski dia berkulit hitam. bertubuh atletis dan aku memandangnya
geleng-geleng kepala. Gaya rambutnya membuat aku tidak bisa berkata apa-apa.
Dia mirip dengan Wiz-Khalifa seorang rapper berkulit hitam asal amerika. Atau Lil
Wayne ....
Joshua selalu curhat kepadaku
bahwa dia ingin memiliki kulit putih. Tapi aku pernah mengatakan bahwa kulitmu
ini telah mengalahkan ketampanan ku meski kau berkulit hitam. dia punya pesona
tersendiri bagi seorang laki-laki.
Awalnya, aku tidak ingin
berteman dengan Joshua. Karena kulit Joshua tidak seperti diriku yang putih,
bibirku mungil, lesung pipiku mataku terlalu tampan. Tapi setelah kulihat dia bernyanyi
ditempat nenek Yuan, menyelesaikan tugas Kimiaku waktu itu aku merasa KO. Aku
merasa serba kekurangan. Darinya aku belajar bahwa dibalik kesempurnaanku ada
sisi kekuranganku begitu juga dengan dirinya.
Jadi intinya didunia ini
manusia itu tidak ada yang sempurna. Kesempurnaan hanyalah milik Tuhan. Manusia
itu tidak ada yang Agung, yang agung adalah Tuhan. Aku memang tampan, Joshua
juga tampan meski dia berkulit hitam.
Tuhan itu adil. Dia menciptakan manusia dengan pesona masing-masing.
Kau tau? Terkadang kita
merasa yang berkilau diantara insan yang lain. padahal tak selamanya yang
berkilau itu indah. Terkadang kita merasa paling indah diantara insan yang
hidup dimuka bumi. Saking indahnya kita tanpa sadar melakukan differensiasi
terhadap manusia yang lain sehingga kita hidup diatas pebudakan rasisme yang
amat kejam.
Kau tau, hidup Rasisme itu
tidak enak. Kita tidak akan berkembang
dengan 1 kesamaan saja.pasti kita membutuhkan sesuatu yang berbeda contohnya
adalah Joshua yang bagiku sangat keren.
Terimakasih Tuhan, kau telah
menghadirkan Joshua yang Hitam dipandang sebelah mata kesekolah kami. Kalau
tidak aku akan hidup rasis untuk selamanya.
“huh anak hitam itu sok
ganteng” kata Mao Rin menghina.
“kau tidak boleh begitu.
bagiku dia lebih tampan dari pada diriku”
“Tumben kau memujinya? Kau
jatuh cinta pada laki-laki itu?”
“kau gila. Mana mungkin? kau
tau di Amerika sana , orang seperti dirinyalah yang paling banyak diincar para
wanita”
“benarkah??”
“ia. Kalau kau berkulit hitam
mungkin aku tambah mencintaimu”
“huhu...aku tidak mau
berkulit seperti dia diakan berbeda dengan kita !!”
“kau tau sayang?? Diantas
dunia ini yang paling indah itu adalah perbedaan. Tanpa perbedaan manusia akan
memiliki jiwa ego yang tak akan pernah padam. Seperti magnet kalau dia sekutub
maka dia akan tolak menolak. Tapi beda kutub dia akan bersatu kau paham??”
“yah.. aku paham. Kata-kata
mu bagus sekali. “
“itu hanya logika”
“hmm”
“ayo kita jalan-jalan lagi”
Oh Min Haa:
Aku mengajak adik perempuanku
yang kini mengawaniku dalam perjalanan. Aku sangat senang sekali. Aku berjalan
menyusuri pasar dengan senang. Kencan pertama. Apa yang ingin kulakukan hari
ini.
“kakak itu shin Hyun Sang dan
si Hitam??”
“hmm kau menyukainya”
“ kau ini, dia itu bukan Type
ku. kakak harusnya mengerti akan hal itu”
“baiklah aku akan mengerti
ayo ikut kita kesana”
Aku dandan dengan sederhana .
membuat 3 orang manusia ini berdiri. Shin Hyun Sang tersenyum.
“ayo kita naik perahu itu”
“ Ayo..... Yu Ni , Jae Nam
aku pergi dulu”
“ya kakak”
“Joshua kau jaga adiku ini. “
“aku akan mengajak Yu Ni
jalan denganku naik perahu yang ada disungai itu. aku berusaha berdandan tampan
untuk mu.”
“hah....apa-apaan kau ini”
“aku...jatuh cinta padamu Yu
Ni.”
Pertanyaan yang mengejutkan
dari si Pria berkulit hitam itu untuk Yu Ni. Adiku kaget mendengar ucapan pria
ini. Sangat keren. Begitu Gentleman
“apa???? Kau ....!!!!”
“ aku tau kau tidak akan
menerima ku. naiklah perahu bersama ku aku mohon padamu naiklah perahu itu
bersamaku. Aku menyewakannya untukmu”
Aku tersenyum aku melanjutkan
perjalanan ku untuk naik ke atas perahu bersama dengan dirinya Shin Hyun Sang.
Andaikan Shin Hyun sang mengatakan hal yang dikatakan oleh Joshua. Pasti aku
akan senang. Perjalanan kencan tanpa status. Mungkin aku hanya sebagai kawan
dia untuk jalan-jalan. Salju semakin memperindah suasana kencan kami. Tapi
bagiku bukan kencan. Lebih tepatnya ini jalan-jalan biasa. Disaat kami perahu
berdua aku hanya bisa berharap Shin Hyun Sang
mengatakan hal yang sama kepadaku.
“aku mengajakmu berkencan
karena aku ingin mengatakan hal yang sama kepadamu . “
“maksudnya???”
“aku
...................................................”
“hi..........................................................................”
Aduh kenapa ada mereka sih.
Sih Sa Dega dengan Mao Rin. Biarkan saja. Mungkin mereka hanya menyapa yang
penting aku berkencan dengan Shin Hyun Sang.
“aku menganggumimu”
“menganggumi?? Huh kukira kau
suka padaku”
“kau kecewa ???”
“tidak . kalau kau tidak
menyukaikupun tidak apa-apa . aku tidak masalah”
Aku kecewa. Sebenarnya. Tapi
aku tidak mau menunjukannya kepada Shin Hyun Sang. Oh aku mengerti dia
mengajakku berkencan karena dia hanya
kasihan padaku bahwa aku tidak pernah berkencan dengan laki-laki.
“aku ingin mencintaimu dengan
cara yang kau katakan. Seperti Joshua”
“kau menyukaiku??? Kau
bohong”
“Bohong??”
“awalnya kau hanya
mengaggumiku tapi ujung-ujungnya kau mencintaiku. Nyatakanlah perasaan itu
secara serius aku tidak suka main-main Shin Hyun Sang”
“aku tidak bisa seperti
Joshua”
“kau seperti kau seperti ragu
pada perasaanmu sendiri”
“aku tidak ragu”
“kalau kau suka padaku
katakan dengan serius. Kalau kau tidak mencintaiku katakanlah dengan serius.
Kalau kau tidak suka denganku katakanlah . wanita tidak suka dipermainkan
hatinya. Konsistenlah”
“aku berusaha, aku bingung”
“itu sama saja kau tidak
punya perasaan apa-apa padaku”
“aku punya rasa untukmu. Aku mencintaimu , tapi aku tidak ingin
berpacaran dulu denganmu?”
“LALU APA GUNANNYA KITA
BERKENCAN HA??? AKU BERUSAHA BERPENAMPILAN CANTIK UNTUKMU !!!! TAPI KAU TIDAK
INGIN MENJADIKAN AKU PACAR. SUDAHLAH TURUNKAN AKU DIDERMAGA !!!!!”
Entah kenapa aku marah kepada
Shin Hyun Sang. Aku berdiri diatas perahu yang masih didayung
oleh Shin Hyun Sang . disungai Han. Aku terjatuh masuk dalam air. ‘Brushh ‘ .
sumpah aku tidak bisa berenang. Tolong aku Shin Hyun Sang tolong aku. Jika kau
mencintaiku , relakanlah tubuhmu untuk menyelamatkan aku masuk dalam air. Hyun
Sang, apakah kau mencintaiku.
Entah kenapa pipiku merasa
ditampar kiri dan kanan. Aku terbangung dari kesadaranku. Ternyata aku sudah
berada didarat. Disana ada Sa Dega, Shin Hyun Sang, dan lain-lain . tapi kenapa
baju Sa Dega yang basah. Aku menegakkan kepalaku. Aku melihat Joshua menatap
Tajam Hyun Sang.
“kau ini...pakai adegan
tenggelam”kata Sa Dega
“hei Hyun Sang, !!! kenapa
bukan kau yang menyelamatkannya” Joshua marah
“aku Takut basah”
“basah???!! Huh itu bukan
jawaban seorang lelaki. Kalau kau bisa berenang, harusnya kau menceburkan
dirimu kedasar laut. KAU MENCINTAI DIA HARUSNYA BUKAN SADEGA YANG
MENYELAMATKANNYA”
“Maaf , Maaf, “
“kalau seperti ini, kau akan
cepat bercerai dengan istrimu nantinya. Ini namanya mementingkan diri sendiri.
Mana ada laki-laki yang bersikap pasrah melihat wanita yang dicintainya
tenggelam BODOH !!!”
Benar kata Joshua. Kalau
seperti ini berarti dia egois. Terimakasih Joshua kau sangat cepat mengerti
tentang Hyun Sang . mungkin dia punya banyak pengalaman.
“kalau seperti ini akan aku
antar dia pulang................”
“lalu aku bagaimana???” Kata
Mao Rin
“kau tunggu disini, hanya
sebentar”
Aku menggigil kedinginan.
Seperti hatiku beku karena sebuah kekecewaan. Aku menangis karena malu. Aku tak
sanggup menahan muka Sa Dega. Seharusnya aku mengetahui sifatnya dari awal. Sa
Dega menarik lenganku dengan keras.dia mengajaku ketempat parkir. Shin Hyun Sang kalau kau hanya membuatku GR,
tidak usah mengajakku berkencan seperti ini.
“ayo cepat jalan !!!!!”
“kau pasti menertawakan aku
bukan. Aku .....hiks-hiks-hiks-hiks , aku ingin Shin Hyun Sang sepertimu.
Aku......aku ......aku....fikir dia memencintaiku. Aku...aku tidak apa-apa
memiliki pacar sepertimu, Joshua, Adikku. Aku----aku-----aku------- sesunggunya
ingin seperti orang-orang yang berkencan normal dimusim salju. Kalau kau
menertawakan aku , tertawalah. Aku akan menerimanya setulus hatiku. Aku
bersikap munafik didepanmu. Memang sesungguhnya aku tidak suka gaya berpacaran
kalian, aku jujur. Tapi aku juga ingin
dicintai. Kalau bisa orang yang kuharapkan itu bisa mencintaiku. Hiks----hiks---Hiks----.
Aku berharap dikencan pertamaku aku bisa merasakan namanya kencan pertama yang
manis sederhana dan bisa membuatku bahagia.aku...aku ingin itu. “
Entah kenapa aku meluapkannya
kepada Pria yang begitu dingin yang bisanya mengerjaiku. Kepada siapa lagi aku
meluapkannya rasa sedihku kalau bukan kepada orang didepanku. Semoga pria
dingin ini mendengar rintihan hatiku.
Pandangannya hanya Jauh ketika aku meluapkan rasa kekecewaanku.
“masih banyak yang bisa kau
cintai. Mungkin dia gugup. Aku paham”
“dia mempermainkan aku. Kalau
masalah perasaan aku inginnya serius . masalahnya kalau 3 SMA ini serius saja.
Selama aku sekolah aku tidak pernah namanya pacaran”
“buat apa??? Suami saja yang
kau cari. Ayo naik motor ini”
Memalukan. Lihat Hyun Sang
apa yang akan ku perbuat untuk mu. Tanpa sadar kau akan menyesal. Tapi kalau
aku berharap seperti itu aku bisa gila.. aku pulang dengan tampan yang kasihan.
Kencan yang buruk.



Komentar
Posting Komentar