SNOWLINE
ini adalah karangan gue dan ini hanya fiksi belaka. :)
jangan berfikiran negatif apa yang gue buat.
jangan berfikiran negatif apa yang gue buat.
The
Snowline
Musim semi berakhir. Namaku
Oh Min Haa. Aku anak pertama dari 4 orang bersaudara.
Oh Min Haa:
Aku kelas 3 SMA. Sekarang aku kembali lagi kesekolah.
Melanjutkan pendidikanku meski musim salju ada, aturannya kami libur. Entah
kenapa sekolah kami terlalu rajin mengadakan pembelajaran. Tapi, tidak masalah
asalkan aku bisa melihat Shin Yun Sang yang bagiku paling tampan meski dia
diperingkat 2 setelah Kim Sa dega teman sebangku yang dipilih oleh wali kelas
Kang.
“Min Haa??? Bagaimana iklan
komersil bisa dipakai hanya untuk iklan tidak resmi?”
“karena dia belum menjadi
suami sahku”
Entah kenapa? Aku ditertawai
orang .
“oh..... begitu, Min Ha???!!!
Aku tidak bertanya pacar!!!!”
Aku salah jawab. Dan terpaksa
hukumannya aku membersihkan toilet. Toilet , aku benci membersihkannya. Banyak
dosa yang terbuang didalamnya. Sampai akhirnya ada seseorang yang masuk kedalam toilet.dia menggenggam
pundaku.
“hai...”
Sadega. Aku memukul dia
dengan kain pel sampai mengenai celana panjangnya.
“what is this? Ih... smell
Bad. Wueek”
“emang aku memikirkan soal
ini”
“padahal aku berencana ingin
mengganggumu. Biar kena taik !! kenapa aku yang kena taik??”
“Tuhan selalu berpihak kepada
orang yang beriman. Jadi jangan permainkan orang yang beriman . karena orang
yang beriman itu selalu dilindungi
dengan caranya”
“berkhotbahlah kau...sudahlah
kau tapi aku pulang dulu yah”
Aku menepuk kakinya Sa dega
dengan alat pembersih lantai hey... !! kau fikir senang memangnya ha???.
Setelah semuanya selesai aku pulang
dengan menggunakan sepeda. Dengan Jacket warna merah berlapis-lapis aku .
menembus hujan salju yang menghantam kota seoul cuacanya memang buruk men.
“aku harus pulang, pasti ayah
dan ibuku akan menungguku “
Mataku digelitiki oleh es.
Dan salju kali ini sangat dahsyat, aku berlari sekencang-kencangnya tanpa
memperhatikan siapa yang aku tabrak. Akhirnya sampai juga dirumah. Aku adalah
anak dari seorang juragan ikan yang terkenal . setiap ikan yang masuk
setorannya kepadaku. Tapi anehnya meski aku kaya, aku tidak suka memakai
pemberian orang tua. Aku lebih suka memakai barang hasil keringatku sendiri
dari kerjaku sebagai penjual Accecories. Aku dibilang kaya.
Sampai dirumah aku ganti
baju. Setelah ganti baju, aku buka Laptop berapa hasil penjualanku diinternet . aku dibantu
oleh Oh Yu Ni yang membantuku dalam mempromosikan produkku melalui sosial
media. Seperti Facebook, Twitter, Instagram, Ask.fm skypee dan lain sebagainya.
Adiku mendapat separuhnya, karena dia berpengaruh besar dalam mengembangkan
bisnis ini.
“penjualan kakak ditwitter
sangat laris...aku suka dengan kakak. Tapi kakak harus bersaing dengan seorang
pemuda kali ini”
“pemuda???”
“dia perancang busana cowok
dan juga ahli desain Grafis. Aku tidak tau namanya yang jelas dia itu sangat
tampan. Senyumnya menentang badai salju yang menghampiri seoul”
“kau ini berlebihan tapi,
yang dijual pemuda itu apa?”
“kau bola, kaos band
beraliran metal dan rock banyaklah tapi aku lihat disini dia. Tapi jangan kakak
pikirkan itu. sebagai manusia kita harus menerima persaingan ini”
“ia........”
“uhm, hari ini aku sial. Aku
dihukum dan aku juga diganggu oleh sa Dega. Aku tidak mengerti mengapa aku diganggu
oleh pria sok ganteng seperti dia. Menyebalkan sekali !!!! kalau aku memiliki
suami seperti dia akan ku hantam dia”
“hahahahahahahahaha.....Sa
Dega anak dari penjual pabrik makanan itu?”
“ia..kau mengenalnya”
“ayahnya adalah sahabat ayah
kita. Senyumnya membuat wanita jatuh hati . bibirnya mungil seperti kartun
ha??? Kakak .....!!!”
“benarkah....?? uhm.”
Benarkah ayahnya bersahabat
dengan ayahku. Aku kembali kekamar membuat accecories baru. aku ingin membuat
gelang untuk pelangganku. Dia tertarik dengan gelang yang aku buat. Mereka
melihatnya di situs resmiku. Aku membuka Laci yang berisi perlengkapan untuk
membuat gelang. Tapi , benangnya Habis...bagaimana ini? Aku minta izin kepada
ayah dan ibu untuk membeli bahan. Aku tidak peduli mau sekarang ini adalah
musim salju, aku tidak peduli seberapa besar hujan salju yang kini menghantam
ibukota.
“ayah, ibu aku pergi dulu”
“mau kemana??”
“aku ingin membeli bahan
accecories”
Aku mengambil sepeda
menggunakan jacket tebal tanpa mendengarkan ucapan ayah dan ibu.
“Min Haa hari ini Hujan salju”
“sebentar ibu”
“lebih baik kau pakai mobil
saja nak”
“tidak usah. Aku buru-buru
bu??!!”
Aku tidak mempedulikan apa
yang dikatakan oleh ibuku yang mengkhawatirkan anak perempuannya. Maafkan aku
ibu. Aku menerobos pagar tanpa memperhatikan ada pengawal didepanku. Betapa
malangnya mereka. Maafkan aku aku bersikap tidak tega untuk hari ini. Aku
berhasil keluar.Tanpa mempedulikan mereka dengan teriakan mereka. Ibu , Aku
ingin kalian lihat dulu apa yang kulakukan.
Aku, meski aku orang kaya
didesa aku merasa aku diantara mereka. Kebanyakan orang dinegara ini,
membedakan status mereka bahwa mereka itu berasal darimana. Aku tau, anak
seusiaku pantasnya bergelut dengan orang-orang kelas tinggi seperti Shin Hyun
Sang, dan Sa Dega akan tetapi aku tidak ingin seperti itu. aku ingin berteman
dengan siapa saja tanpa harus melihat segi kualitas hidup seseorang.
Aku tersenyum kepada
orang-orang didesa. Sebelum aku melanjutkan perjalananku, aku singgah disebuah
restoran antik milik nenek Yuan. Dia adalah orang tionhoa yang sudah mendiami
korea selama 56 tahun dengan suaminya Steven Young. Aku menyukai bakpau disini
bersama dengan suasanannya . aku duduk
memilih tempat sambil melambaikan tanganku kepada nenek Yuan dengan suaminya.
Nenek Yuan datang
tergopoh-gopoh dia mendekatiku dengan senyumannya meski dia sudah tua.
“kau mau pesan apa?”
“Bakpau Kacang Hijau ada
tidak nek?”
“ada....yang coklat juga ada”
“Josua !!!!!”
Nenek memanggil seseorang.
Lalu keluarlah manusia berkulit hitam . rambutnya keriting. Matanya bulat.
Apakah dia orang korea??? Dan anehnya giginya lebih berkilau dibandingkan
kulitnya . bersih tanpa menyisakan jigong digiginya. Dia mendekati nenek Yuan.
“Kenalkan ini adalah Oh Min
Ha”
“Hai...Aku Joshua Ferdinan.
Usiaku 14 Tahun”
“wah, kalau berkenalan
denganmu sepertinya unik. Aku tidak pernah berteman dengan orang kulit hitam
sepertimu bolehkah aku jadi temanmu”
Anak itu diam ketika aku
mengatakan dia hitam . apakah aku terlalu kasar berbicara tentang ini?. Anak
itu kemudian tersenyum. Aku ingin sekali berteman denganmu dik, karena aku
tidak pernah merasakan orang yang beda rumpun denganku
“Joshua duduk disini.....”
“tidak nenek aku harus
membantu nenek. Jadi nenek yang harus duduk disini. Nenek harus menikmati
masakan buatanku bersama kakak ini”
“baiklah”
Anak itu menyilahkan sang
pemilik restoran duduk berhadapan denganku. Setelah itu dia pergi kedapur. Wah,
aku tidak menyangka hati anak itu berbeda dengan warna kulitnya yang gelap.
Putih, dan baik hati.aku kagum melihatnya.
“dia memiliki hati yang
terang tidak seperti warna kulitnya nek. Kalau seperti ini dengan mudah dia
mendapatkan seorang gadis disini”
“Doakan saja. Tapi baginya
mendapatkan gadis dinegara ini itu mustahil”
“kenapa mustahil nek?? Pasti
dapat. Aku yakin dengan mengandalkan kecantikan hati semua wanita pasti akan
jatuh cinta. Nenek tau, Eminem? Eminem saja mau berduet dengan kulit hitam. dan
orang amerika saja mau mempromosikan orang beras kulit hitam seperti Bruno
Mars. Hanya saja orang dinegara ini saja yang tidak mau mempromosikan orang
berkulit khas seperti Joshua”
“benar. Kau tau?? Orang-orang
sering datang kesini karena Joshua, Joshua memiliki suara yang khas . Soprannya
bagus dengan memainkan gitar”
“benarkah??”
Beberapa saat anak itu keluar
dengan bakpau . Tapi bakpau yang ditampilkan banyak sekali beserta dengan Mocca
Americano. Wanginya merasuk kehidung. Wah, baunya enak sekali. Tapi diantara
ke’empat makanan ini aku mencium aroma keju.
“aku membuat Bakpau keju. Dan
sekarang menjadi andalah di Restoran ini”
“benarkah??? Wah, aku pengen
coba”
Aku memakannya segigit. Enak
sekali. Aku menatap bocah berkulit negro itu
dengan tersenyum.
“uhmmm apakah kau bisa
bernyanyi?”
“bernyanyi??? Kakak mau
merequest lagu apa?”
“Make It Mine.kau tau kan”
“Oh Jasson M-Raz. Baiklah
kalau kakak mau”
Aku penasaran dengan
kemampuan anak ini. Aku melihat dia naik keatas panggung. Semua gadis SMA yang
melihatnya memandang mereka dengan tampang seolah-olah mengejek mereka. Dan itu
membuat aku agak sedikit berkasam dengan mereka semua.
“kalau mati lampu mungkin
hanya giginya saja yang kelihatan”
Huh, mereka sok Tampan. Namun
seorang pria berdiri dengan gentleman. Dia memakai topi warna hitam yang
lambang depannya Death Bat atau (A7X Logo) dengan gayanya seperti The Satsuke
difilm Naruto. Shin Hyun Sang ? sedang
apa dia?.
“Hai... jangan berbicara
begitu. hatinya belum tentu. Mana tau kulitnya itu hanya casing luarnya
saja.maksudku, kau belum tau, mana tau hatinya tak seputih kulitnya. Orang seperti dia di Amerika sana sangat terkenal
dibandingkan dengan orang ras kita. Orang Amerika menganggap orang berkulit
hitam adalah sesuatu yang unik. Buktinya saja Nelson Mandela mereka sangat
berpengaruh. Rihanna wanita berkulit hitam dia itu terkenal dengan lagunya
‘Umbrella’ “
“mana ada Lagu judulnya
Payung? Kau mengada-ngada” bantah mereka.
“kau menggunakan Internet
hanya untuk sosial mediakan. Pantas saja kau tidak tau. Ayo Nigga !!nyanyikan
lagu untuk para tamu yang menganggap sebelah mata terhadap dirimu. Tunjukan
kepada mereka bahwa kau hebat dibandingkan mereka”
Joshua hanya terdiam
tersenyum. Betapa tidak , pujaan hatiku mengatakan hal yang membuatku makin
cinta kepada dirinya. Pantas saja wanita-wanita banyak mengaggumimu kau
membuatku tak bisa berkata apa-apa. Anak itu mulai duduk dikursi sambil memetik gitar.
“wake up everyone....
How can you sleep at time
like this
Unless the dreamer is the
real you”
Wah, suaranya seperti malaikat. Benar-benar membuat
pengunjung restoran yang sudah tua ini berdiri memberikan tepuk tangan . dia
bernyanyi dengan penuh penghayatan . Improvisasinya membuat para pengunjung
terbuai. Kenapa dia tidak ikut ajang penyanyi berbakat saja? Lihat dia, para
wanita yang tak jadi menghina dia ,tergila-gila dengannya. Suaran seperti ini dinegaraku langka sekali.
Mungkin kalau dia jadi artis terkenal, bisa masuk billboard chart lagu nomor
pertama.
“bagaimana nak?”
“suaranya bagus sekali..andai dia artis pasti aku akan
mengidolakannya”
“hehehehehehehehehe”
“anak itu sekolah dimana “
“anak itu adik kelas mu. Dia sekolah di MeonHwa”
“adik kelasku? Maksudnya? Dia kelas satu SMA? Bagaimana bisa
terjadi? seharusnya dia itu masih kelas 3 SMP”
“Sa Dega, kau tau dia? Anak itulah memasukan Joshua kedalam
SMA itu karena otaknya pintar. Sehingga dia di Trainning dulu sebelum masuk
sekolah. Anak itu sangat kesusahan dalam pelajaran Kimia sehingga yang
mengerjakan adalah Joshua mengenai Kekekalan masa”
“hebat !!!!!!!!!!! hah....”tanpa sadar aku kagum
“Joshua adalah anak yang baik”
“ia.......”
“oh ya? Kenapa orang-orang memanggil dia dengan sebutan
Nigga?”
“karena dia adalah bangsa Negro . itu adalah panggilan untuk
bangsa Negro”
“ooo begitu. aku tidak pernah mendengar istilah itu nek.
Sebab aku kebanyakan berteman dengan orang satu rumpun. “
Hari ini sungguh menyenangkan.
Ditambah dengan suara Joshua yang sangat memukau membuat dingin semakin hilang.
Habis itu aku keluar dari tempat itu untuk melanjutkan perjalanan membeli
perlengkapan Accecories.sebentar lagi bulan december. Aku ingin menghabiskan
hari-hariku bersama pacarku. Aku melihat muda-mudi dijalan raya sedang
begandeng tangan, tapi aku tak ingin melakukannya dengan suamiku.
Kim Sa Dega:
Tak pelak aku melihat suasana
ditengah jalan bersama pacarku Kim Mao Rin. Kami semarga tapi aku mencintai
dia. Aku ingin bersama dia selalu disaat musim salju seperti ini tak perlu
dingin atau bagaimana yang penting yang menghangatkan itu adalah hati.
Aku tidak tau mengapa aku
mencintai orang yang satu marga denganku. Padahal dinegara kami menikahi orang
yang semarga itu tidak boleh. Aku yakin, cintaku untuk mao rin akhirnya bisa
kumiliki walaupu kenyataannya ayah dan ibu tidak menyetujui hubungan ini. Aku
menatap Mao Rin dengan penuh cinta. Aku suka dengan senyumnya. Membuatku tak
tahan ingin melakukan sesuatu sebagai laki-laki.
‘Muacch’ mencium bibirnya.
“kau ini “ dia tersenyum dan
membalas ciumanku. Lumayan lama ciuman ini ditengah musim begitu
dingin.memainkan lidah itu adalah hobi kami disaat dia sedang melengah.ciuman
itu lama sekali aku lakukan demi wanita yang
membuat aku tergila-gila dan tak sabar untuk memilikinya .
“WOW....kalian berciuman
ditengah-tengah musim salju seperti ini”
Aaa? Siapa itu. ada seorang
anak gadis memakai topi koboi. Dia menggiring sepeda. Sepertinya dia baru saja
mampir ketempat nenek Yuan dan pasti dia bertemu dengan Bangsa Nigga itu.
“kau memasukan bangsa nigga
itu kesekolah kita?”
“ia.......”
“baguslah. Oh ya ini
pacarmu?”
“ia namanya Kim Mao Rin”
Dia tercengang, dia
mengerutkan wajahnya .sekalian menutup mulutnya itu. apakah dia tercengang karena
aku pacaran semarga denganku.
“untuk saja aku tidak
menyukaimu hahahahahahahahaha, perjuangkan saja cintamu bahwa pacarmu adalah
orang semarga. Sudahlah aku pergi dulu maaf mengganggu”
Oh Min Haa , dia pergi dari
hadapanku dengan tampang senang. Sepertinya dia baru saja menemui Shin Hyun
Sang disana. Pantas saja dia bahagia begitu raut wajahnya senang.
“dia siapa?”
“dia teman sekolahku. Sudah
jangan cemburu”
Aku memeluk Mao Rin dengan
begitu hangat , karena aku mencintai dia.
Oh Min Haa:
Apa dia sudah gila? Pacaran
dengan semarga !!! itukan hal paling bertentangan dinegara ini karena ini
bertentangan dengan hukum adat. Dan para orang tua pasti akan mengutuk anaknya
dengan bertubi-tubi . seperti kutukan Sebuah legenda dari Negeri orang ‘Malin
Kundang’ dikutuk menjadi batu .mengerikan,.
Kim sa Dega:
Habis berkencan aku
pulang. Tuhan aku ingin hidup bersama
Mao Rin. Aku menyayangi Mao Rin karena dia adalah wanita yang paling terbaik.
Jangan pasangkan aku dengan yang lain. tapi jika sebaliknya aku harus berbuat
apa? Aku tau ibuku tidak menyetujuinya karena kami semarga. Kim. Tapi cinta itu
buta. Dia berhak memilih hati yang pantas untuk dicintai. Jika kita salah
memilih kita akan menyesal seumur hidup.
Dimusim Salju yang agak
garang ini, aku merasa kedinginan. Tanpa aku sadari hari sudah agak malam aku
melewati restoran Nenek Yuan dan bertemu dengan Joshua. Dia memakai Jacket
warna putih persis dengan Wiz-Khalifa yang pernah duet dengan marron-5 di judul’Payphone’.
Tapi dia mempunyai bola mata warna biru dan lipatan mata yang indah.
“Hy Man !!!!”
“Hy Nigga.....kau tampak
sendirian”
“aku tidak sendirian. Oh ya
bolehkan aku duduk disamping mu?”
“boleh”
Dia duduk disampingku. Dia menepuk pundakku. Bocah ini, usianya
masih kecil beraninya berlaku tidak sopan.
“aku tadi bertemu dengan
seorang gadis. Dia aneh, nada bicaranya seperti agak mengejekku. Tapi aku
merasa senang bertemu dengannya karena dia ingin menjadi temanku”
“kau suka padanya?”
“tidak mungkin, dia itu
terlalu untuku aku tidak mau. Dega kau tau hal yang paling aneh ketika melihat
gadis itu adalah dia menatapku seolah-olah dia baru bertemu dengan artis Negro”
“ahahahahahaha . apakah dia
tidak pernah bertemu dengan orang beda ras seperti dirimu?”
“tidak”
Aku tersenyum siapa dia ya?
Kenapa bertemu dengan orang ini seperti bertemu dengan artis? Gadis kampung.
“oh ya?? Bagaimana Hubunganmu
dengan Kim Mao Rin? Apakah hubungannya lancar? Atau bagaimana?”
“Sepertinya akan gantung”
“kenapa kau berkata seperti
itu? kau tampak berputus asa dengan omonganmu. Aku pernah mendengar cerita dari
nenek bahwa orang yang menikah semarga itu tidak boleh. Benarkah? Bukannya
cinta itu buta? Kan tidak masalah?”
“hmmm, cinta memang buta.
Tapi kau mengapa kita tidak boleh menikahi orang satu marga? Itu karena Mitos
kadang memang terjadi. ada pernikahan yang tidak bertahan terlalu lama. Tapi
kebanyakan tidak. Dan kita bisa dikucilkan oleh masyarakat karena menentang
adat”
“jadi begitu. maaf jangan
tersinggung, seandainya orang tuamu tidak mengizinkanmu menikah dengan mao Rin?
Apa yang akan kau lakukan?”
Benar apa yang akan
kulakukan. Aku bingung. Aku meninggalkan Joshua sendirian, aku termenung sesaat
sambil berjalan menuju rumah. Aku memikirkan nasib Mao Rin. Hari semakin Larut
malam. Aku tanpa sadar sudah tiba dirumah. Aku melangkah dengan pelan-pelan
memasuki ruang tamu. Dan tanpa sada ibu sudah ada dihadapanku.
Dia memasang wajah yang amat
mengerikan. Pasti dia tau kalau aku baru saja pulang dari berkencan.
“kau Tuli?!!!! BERAPA KALI
IBU HARUS MENGATAKANNYA KEPADA MU HA??!!!!! BERPACARAN DENGAN SEMARGA ITU TIDAK
BOLEH. !!! AYAHMU MARGANYA KIM. KITA BUKAN BUKAN MATRILINEAR. KALAU MATRILINEAR
KAU BISA MENIKAHI GADIS ITU!!!!”
“KALAU KAU SEPERTI INI TERUS
AYAH MENIKAHKANMU DENGAN SEGERA !!!”
“apa-??? Apa-apa ini ayah-ibu
? aku mencintai Mao Rin, aku menyayangi Mao Rin seumur hidupku”
“kau mau dikeluarkan dari
rumah ini. Akan banyak malapetaka kalau kau menikah dengan dia !!!!!”
“itu hanya MITOSSSS. Hey,
kita sekarang hidup di Abad modern ayah – ibu”
“kau tau ha??? Ini adalah
hukum adat. Kau, tidak bisa menentang adat itu. kau paham??”
Aku ketahuan. Ancaman ,
dengan siapa aku akan dinikahkan....???. ibu dan ayah terlalu berpikiran kuno.
Aku tidak peduli !! aku mencinta dia lebih dari separuh nafasku. Ah,.. mungkin
itu perumpamaan lebay. Tapi aku mencintainya dengan kesungguhan hati,, bukan
kepura-puraan. Pura-pura, mencintainya karena memuaskan nafsu setan tidak tapi
aku menyayanginya dengan atas nama Tuhan bukan atas nama lainnya itu saja.



Komentar
Posting Komentar