Vanila Twilight
Ibunya melihat dia sedang terbaring lemah dirumah sakit. Gadis itu sedang diinfus. Sekarang, dia terkena sebuah penyakit yang susah disebutkan oleh dokter karena dokter sendiri tidak menemukan nama penyakit itu sendiri. Menik. Perasaan badannya kemarin biasa-biasa saja . sehat Wa’afiat.
‚dokter....Penyakit Menik apa dokter‛
‚penyakitnya kami tidak bisa menemukan apa. Kondisi fisiknya ketika di Scent baik-baik saja‛
‚Dokter.. Tolong selamatkan Menik anak saya. Dia anak saya satu-satunya dokter‛
‚saya akan usahakan bu‛
Gadis itu tertidur diruang UGD dengan alat bantu pernapasan. Disudut matanya yang indah dan masih mengatup , diruang yang gelap penuh dengan sesuatu yang mistis membuat dia tidak tak sadarkan diri dan dia terperangkap dalam alam bawah mimpinya.
ESOK:
Carissa, dia menggalau dalam kelas. Dia hanya menggenggam IPOD-nya mana kala beberapa hari ini kawan sebangkunya tidak datang pada hari ini.berbeda dengan diluar sana, biasanya Rufi selalu mengantar Menik kemanapun menik pergi. Tapi sekarang dengan becak sepeda motor dia pergi sendiri.
Hari Hujan begitu deras. Suasana hampa dan begitu mengerikan. Aneh dan kurang menyenangkan. Carissa menatap hujan lewat kaca Jendela yang mulai mengembun. Dia masih dilema kala sahabatnya itu menghilang beberapa bulan terakhir.
Tidak ada kabar. Telvon tidak dibalas apalagi BM selalu Pending dan tak ter Red . Carissa merindukan sosok yang baik hati, ceria , dan selalu mendengar curahan hati dari Carissa. Hatinya begitu risih sekali. Hujan semakin deras dipagi hari dan anehnya ada suara Gemuruh entah apa yang terjadi.
Belum ada Dosen yang datang ke kelas mereka satupun . kala ia termenung, Carissa dihampiri oleh RINKA. Dia melipat kedua tangannya.
‚Lo kenapa Carissa??‛ dengan lagaknya agak ketus
‚kenapa akhir-akhir ini menik gak datang?? Ya‛
‚kalau dia gak datang yah biarin aja entar dia datang sendiri. Kenapa harus dirisaukan‛
‚gue risau RIN. Dia teman dekat gue‛
‚heh,,, !!!‛
‚kenapa Rin?‛
‚hebat ya?? Gak datangpun masih ada yang risau karena dia gak datang‛
Carissa mengerutkan keningnya. RINKA kembali duduk kebangkunya semula sambil membaca buku. Datanglah beberapa saat Rufi datang. Cowok ganteng dengan badan yang tinggi kulit putih membuat RINKA tak bosan melihatnya. Cowok itu menghampiri Carissa yang sibuk menatap Jendela.wajah Rufi tampak risau sekali. Cowok berwajah cool itu memasang wajah kesedihan belakangan ini.
‚Apa sih Menik masih belum datang??‛
‚belum. Kemana dia yah udah beberapa minggu ini dia tidak datang‛
Hujan semakin larut menghampiri daerah tersebut. Daerah yang rawan dengan hujan. Carissa masih menunggu sosok Menik yang tidak kunjung datang. Ketika tak ada seorang guru yang datang, mereka pulang saja . Hujan masih mengguyur kota ini.
Mata Menik masih tertutup . Ibunya masih menjaganya dalam keadaan terjaga.
Disebuah Lokasi yang tidak dikenali oleh Menik. Sebuah taman yang sepertinya dia kenal. Dia melihat semua orang berjalan ditengah monas. Semua orang lewat begitu saja. Ditempat dia berdiri orang masih saja lewat. Dia menyentuh orang yang ada ditempat itu. Menembus kulitnya.kenapa ini bisa terjadi. Dia bisa melayang dengan sendirinya. Dia bingung kenapa ini bisa terjadi.
Dia melihat sebuah cermin besar disana. Disana banyak sekali kumpulan masuk . dia melihat disana sekalian dia bercermin. Ketika dia bercermin , alangkah terkejutnya dia bajunya serba putih. Apakah dia sudah mati???dia menangis disana. Sendirian. Meski demikian kalau dia menangis , tak ada yang dengar . karena dia adalah makhluk tembus pandang.
‚Hiks...gue udah mati‛
‚Mati??? ‚ kata seseorang. Dia memakai pakaian serba putih juga. Namun dia adalah seorang cowok juga.
‚Lo gak mati kok‛ dia tersenyum manis sekali dibalik wajah brewoknya itu. Dia sangat tampan dengan senyumnya itu. Dan dia terkesan dingin. Matanya tajam dan sedikit menyeramkan.dia kemudian berjalan jauh sejauh mungkin. Bajunya serba putih membuat Menik heran.
‚berapa Usia lo??‛
‚uhm 20 Tahun‛
‚beda 5 Tahun‛
Dia senyum dengan mata tajamnya itu. Matanya dibalik senyumnya itu membuat menik sedikit aneh pula. Dia juga dapat menembus orang-orang seperti dirinya.dia menangis dengan keadaannya yang tidak tau bagaimana dirinya sekarang. Dia hanyalah sebatas arwah yang bergentayangan disetiap waktu. Namun mengapa dia masih bergelantungan diatas dunia ini? Seharusnya dia harus pergi. Bagaimana pria bernasib tembus pandang sama dengan dirinya?
‚nama lo siapa??‛
‚Vanilla‛
‚cowok brewok kok namanya agak lekong yah??‛
‚Nama gue itu Vanilla Ferdian‛
‚oh, Maco juga‛
Dia dapat terbang keatas langit. Dia mengikuti cowok itu kemana cowok itu pergi.
Carissa dirumah. Dia merasa galau dengan keadaan hari ini. Dia masih ingat ketika dia masih mengajak Rinka, dan Menik. Namun yang paling berkesan baginya adalah Menik. Menik yang baginya adalah yang terbaik untuk dia.Rinka yang selalu sibuk dengan dunianya terkadang cerita dengan Rinka agak sedikit susah.
Beberapa saat Rufi datang dengan Becaknya. Menghampiri Carissa. Wajahnya begitu sendu. Becak yang selalu membawa Menik ikut ke Kampus. Sekarang becak itu kosong.
‚bagaimana dengan kabar Menik??‛
‚entahlah gue gak tau kemana dia sekarang‛
‚sabar yah . ‚
‚Lo gak cari keberadaan Menik??‛
‚gue udah nyari kerumahnya. Tapi dia dengan ibunya beberapa hari gak ada dirumah‛
‚kemana yah tu anak kok gak pernah kelihatan yah batang hidungnya. ‚
‚Lo gak ngeliat RINKA juga??‛
‚Rinka..Rinka mana peduli dengan urusan Menik‛
‚loh kok ngomongnya gitu sih‛
‚tu anak sibuk dengan organisasinya‛
‚heh gue kangen sama Menik‛
‚gue juga‛
Esok dicampus , Carissa juga melihat bangku disampingnya juga kembali kosong. Menik kemana ya?? Beberapa hari ini menik menghilang. Hingga dosen mengabsennya sudah 3 kali.
‚kemana Menik??‛
‚Menik gak tau pak‛
Rinka menatap tajam gelagat sahabatnya itu.mengapa sampai saat ini orang masih memikirkan gadis yang bernama Menik itu.
Gadis yang baginya tidak berguna. Hidupnya hanyalah menyusahkan dia saja.
Rufi pria yang dia cintai dalam diam . Menik telah memiliki hatinya secara lancang baginya. Harusnya, cinta Rufi itu bagusnya untuk dia. Dia pintar baik, apalagi yang buat dia. Sementara Menik hanyalah gadis bodoh.
Sampai jam Kuliah selesai, Carissa masih mengkhawatirkan keberadaan menik. Dimana menik sekarang? Itu adalah hal paling menyedihkan. Rinka tidak terima sebenarnya jika orang memikirkan menik secara terus-terusan. Mereka harus memikirkan dia yang juga butuh diperhatikan.
Rinka menatap Carissa. Carissa juga demikian. Entah apa yang ada didalam pikiran mereka mengapa Carissa masih memikirkan Menik.
‚Menik akhir-akhir ini kok gak datang ya?? Kemana Menik?‛
‚mungkin dia sakit kali‛
‚sakit kok lama banget??‛
‚udah biarin aja entar tu anak bentar lagi juga sembuh‛
Jawab Rinka dengan begitu cuek.
‚lo ngomong kaya gitu kok agak jutek jawabnya seolah-olah lo gak peduli?‛
‚gue peduli‛
‚gue peduli !!! gue tau gak lo. Jangan bikin marah gue dong Carissa. Gue makin gak ngerti dengan kalian? Menik yang jauh entah kemana masih kalian pikirin. Pikirin gue dong sekali aja? ‚
‚emang apa yang musti gue pikirkan??‛
‚yah lihat dong keadaan gue. Gue sukses , gue sekarang jadi orang sukses. Gue sahabat kalian juga‛
‚apakah itu semua ada artinya??‛
‚maksudnya??‛
‚pernah lo memikirkan semua yang ganjal pada diri lo??‛
‚maksud lo??‛
‚pikirlah sendiri‛
‚gue ada kok mikirin lo‛
‚bohong Lu‛
Ucap Carissa dengan sedikit mengamuk. Carissa meninggalkannya dengan dengan rasa Marah. Rinka tidak mengerti apa salah dia selama ini yang penting dia ada memikirkan sahabatnya itu.
Rinka jengkel dengan para sahabatnya. Sehingga dirumah dia mengumpulkan foto-foto sahabatnya itu.bukan hanya foto sahabatnya saja tapi ada seorang pria Tampan yang wajahnya brewokan. Itu adalah dosen yang dia suka pula. Usianya 25 Tahun.
Rinka membacakan ritual aneh kepada arwah sesepuh. Untuk melenyapkan dua orang yang amat menjengkelkan dalam hidupnya. Vanilla dan Menik.
Dia membacanya dengan khusuk. Sendirian dalam kamar penuh dengan kemenyan dan bau-bau yang amat disukai oleh kaum Jin dan setan.
Sang ibu menatap anaknya yang masih koma dirumah sakit. Saat dia menunggu anaknya sadar dalam beberapa minggu, tiba-tiba ada 2 orang yang kedatangannya disorot oleh kamera. Lampu-lampu berkelip-kelip. Kilatan kamera hampir membakar pandangannya.
Para dokter segera berlari membawa seorang pasien. Wajahnya sangat tampan. Kedua orang tua renta menangis menatap pasien tersebut. Jangan-jangan anaknya. Dokter mulai memeriksa dia.dokter yang memeriksa anaknya tadi.
Para dokter menyuruh media keluar dari ruang UGD. Kini tinggalah Ibu kandung Menik dengan dengan 2 orang pejabat itu.
‚Vanila kenapa kamu bisa seperti ini nak ?? mama gak bisa ngebayangi kalau kamu seperti ini nak‛
‚sabar ya bu. ‚ kata ibunya Menik
‚anda siapa??‛
‚saya ibunya pasien sebelah bu‛
Ibu pejabat itu menatap wajah Menik yang tertidur.
‚ itu putri anda??‛
‚ia‛
‚anda mempunyai putri yang cantik.‛
‚yah...meski demikian saya tidak bisa menjaga yang cantik itu. Dia koma sekarang‛
Dua ibu sedang berbicara dalam keluhnya. Sementara dialam bawah sadar mereka sedang berbicara pula.:
Menik mengikuti pria itu dengan iseng. Hingga akhirnya mereka terbang sampai kelantai 13 dan duduk disana. Hingga membuat cowok berkulit putih kecoklatan agak marah.
‚lo kenapa sih ngikutin gue‛
‚heheheh gue penasaran aja. Gue arwah lo juga. Tapi mana ada hantu kaya lo‛
‚hantu kok ngomong hantu‛
‚hehehe oh kenalkan nama gue Menik . ‚
‚kenapa lo gak bilang dari awal‛
‚habis gue malu gitu‛
‚ia malu. Malu-malu in‛
‚ih, lo kok dingin banget sih jadi setan ??‛ menik jengkel.
‚heh,,,pergi sana !!!‛
‚apa-apaan sih lo??‛
Menik menatap lama-lama orang itu dengan tatapan aneh. Dia tersenyum. Membuat cowok bernama Vanilla itu agak risih.
‚lo manis juga‛ puji Menik
‚apaan sih??‛
Vanilla meninggalkannya dan menghilang. Mengapa Vanilla menghilang ini membuat Menik bingung.
‚Oey Vanila , kemana lo??‛
‚gue disini girl‛
Dia diatas menara. Menik teriak-teriak memanggil namanya. Membuat dia sedikit tertawa. Dia tersenyum seakan-akan mengejek Menik. Menik mengejarnya dengan kaki tanpa sadar dia ikut melayang.
‚Vanila...‛
‚oooooooooo‛ dia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri akibat dia mengapung diatas udara. Dia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri kala dia melayang diatas udara. Dia tidak bisa mengatur keseimbangan dirinya. Vanila tertawa dengan tingkah Lucu Menik. Akhirnya dia belajar mengendalikan dirinya sampai seminggu agar dia bisa terbang.
Dan seminggu kemudian, Akhirnya dia bisa terbang. Mengelilingi kota bersama dengan pria bernama Vanila. Dia pandu terus oleh Vanilla sampai akhirnya dia berada dirumah. Disana ada seorang gadis. Dia menangis menatap sebuah foto.
‚Carissa‛ dia kenal betul gadis itu.
‚ada apa??‛ kata Vanilla.
‚itu sahabat gue‛
‚wah cantik juga. Tapi gak cantik amat‛
‚is apaan sih lo?? Kan cantik itu.‛
‚kalau seandainya gue puji lo cantik bagaimana??‛
‚gue lo bilang cantik?? Gak mungkin‛
Menik menatap sahabatnya itu. Semakin lama airmatanya semakin deras dengan menatap fotonya bersama dengan Rufi dan Rinka. Namun sayang untuk saat ini Carissa tidak bisa melihatnya karena dia masih belum bisa kembali ke Alam asalnya dunia.
‚gue makin gak tega ngelihat keadaan Carissa yang semakin larut memikirkan gue. Bagaimanapun gue harus kembali ke Atas dunia‛
‚namun belum ada panggilan untuk lo untuk menentukan keputusan‛
‚La‛
‚apa??‛
‚apa lo gak kepikiran tentang bagaimana lo bisa jadi seperti ini?‛
‚gak ‚
‚kenapa lo gak memikirkannya?‛
‚gak tau??‛
‚harusnya lo bertanya bagaimana ini bisa terjadi. Gue gak tega ngelihat Carissa, Rinka, Rufi ...‛
‚siapa itu Rufi??‛
Menik langsung menunduk malu. Ketika dia ditanya seperti oleh Vanila. Vanila langsung memasang wajah agak cemberut dengan Menik.
‚dia teman??‛
‚teman apa teman??!!‛ langsung naik bicara
‚teman gue..dia selalu ngantarin gue dengan becak setiap kali gue pergi kekampus‛
‚becak doang !!!‛ ucap vanila dengan sinis.
‚maksud lo?? Emangnya kenapa??‛
‚gak ada‛
Melihat Menik yang agak sedikit protes. Menik mulai menjarak karena ingin memperhatikan sahabatnya itu. Yang semakin hari semakin kurus karena memikirkannya.
‘Menik Padahal gue pengen banget berada dialam mimpi cuman sama lo doang’
Dia melihat Menik pergi dengan sepeda Motornya. Dia menatap menik dengan Linangan Air Mata. Menik menyuruh Vanilla menemaninya mengikutinya dari belakang. Mereka terbang bersama-sama mengikuti Carissa dengan kekuatan sementaranya. Carissa pergi terlalu kencang. Hingga sampai dipertengahan Jalan dia bertemu dengan Rinka yang menghalangi jalan Carissa.
‚mau kemana lagi Carissa??‛
‚gue mau ngeliat Menik Minggir lo !!!‛
Jawab Carissa dengan begitu sinis.
‚Lo mau mati ha??? !!!!‛
‚gue gak peduli apa yang lo katakan? Gue gak nyangka ternyata lo lebih jahat dari iblis !!!. lo mau apain gue seterah‛
‚lo gak mikirin gue?? Lo gak mikirin perasaan gue??‛
‚perasaan apa?? !! sekarang gue mau pergi mau ngeliat Menik minggir‛
Kenapa itu bisa terjadi. Ada apa sebenarnya. Mengapa mereka bertengkar??
Entahlah dia tidak tau. Menik duduk dihutan sendirian. Dia tidak menyangka dengan yang dilihatnya. Rinka bertengkar dengan Carissa. Vanila duduk berhadapan dengannya. Dia duduk lesu.
‚kenapa Rinka dengan Carissa bertengkar ya?? Terus kenapa dengan Gue?? Apa salah gue ya??‛
‚tenang ya. Sabar.....sabar... mungkin ada sesuatu yang mengganjal dalam Rinka‛
‚Rinka adalah teman baik gue. Dia adalah cewek yang sempurna. Beda dengan gue, gue hanya gadis yang biasa-biasa saja. Tidak memiliki kelebihan. Tapi apapun permintaan dia gue kabulin. Dia sedang festival gue datang‛ kenang Menik.
‚gue gak tau apa yang terjadi?‛
‚lo mencintai teman lo. Apa lo tau perasaan Rinka? Apa dia juga mencintai lo sebagai temannya‛
‚gak tau. Rinka mencintai Rufi. Gue memberikan kebebasan untuk Rinka untuk mencintai Rufi. Gue berusaha untuk untuk menjauhkan Rufi dari gue. Tapi Rufi gak mau‛
‚kenapa dia gak mau ???‛
‚karena dia punya rasa untuk gue. ‚
Vanila berusaha mencerna kejadian yang diceritakan oleh Menik. Ketika mendengar cerita Menik matanya langsung menyala. Dia menatap Menik dengan tatapan aneh. Dan meneliti Menik.
‚Menik, kalau gue tangkap cerita lo .....Lo jangan-jangan Rinka membenci lo karena Rufi‛
‚gak mungkin RINKA BENCI Dengan gue‛
‚Mungkin kan? Kepala sama hitam Menik‛
‚jangan menuduh Rinka kaya begitu dong. Gue sayang sama Rinka‛
‚lalu ,apa dong??? Eh..begini aja coba kita tanya sama Rozi. Dia adalah seorang Kyai yang bisa melihat makhluk kaya kita‛
‚Rozi??‛
‚ia‛
‚mana tau dia bisa menyebab kita seperti ini‛
‚boleh‛
Carissa mengajak Rufi kesebuah tempat yang suasanannya jauh dari penduduk. Tempatnya lumayan seram. Malam-malam yang amat mencekam Rufi semakin tidak mengerti dengan tindakan carissa. Mengapa dia mau jauh-jauh datang ketempat seperti ini.
Jalannya semakin cepat. Rufi makin tidak mengerti , ada apa dengan dia sebenarnya. Ada keperluan apa sebenarnya. Jalannya semakin berliku-liku dan banyak batu. Dia hampir saja jatuh karena masalah itu.
Carissa terburu-buru ingin bertemu dengan seseorang. Disebuah pegunungan, bangunan itu sangat lumayan mewah, dan dipenuhi anak-anak yang mengaji. Mereka mengaji dengan khusuk.
‚Ki.....‛
Keluarlah seorang pria berjanggut memengang Tasbih. Dia keluar dengan penuh wibawa. Menatap Carissa yang begitu panik, dia tatap dengan penuh santai.
‚Ki.....kenapa si Menik belum sadar juga ??‛
‚itu dia ditaburi Jarum setan‛
‚jarum yang seperti apa Ki??‛
‚Jarum yang membuat dia tertidur dan tidak pernah terbangun.‛
‚kenapa orang ingin melakukan itu kepada Menik ya ki ???‛
‚dia membenci Menik. Menik memiliki sesuatu yang tidak dia miliki. Memangnya Menik itu sifatnya bagaimana??‛
‚dia itu memang baik. Dan juga dia tidak egois . beda dengan Rinka yang tidak peduli dengan orang lain‛
‚itulah yang membuat ada orang yang sangat benci dengan Menik.‛
‚lalu kami harus bagaimana??‛
‚Kalian selidiki teman kalian sendiri?‛
‚teman??‛
‚Rinka itu ada sekte dari Pemuja setan yang akan membunuh orang yang tidak disukainya‛
‚dari mana ki Tau??‛
‚orang yang memuja setan tidak senang bila ada orang baik yang hidup didunia ini apalagi orang itu lebih hebat dari padanya. Orang biasa tidak selamanya dia itu biasa‛
‚maksudnya??‛
‚kita selidiki sama-sama . kalau ini dibiarkan maka Menik bisa mati‛
Kiai terdiam. Dia teringat temanya juga terperangkap oleh Gadis itu. Dia juga tertidur dengan tabung Oksigen sekarang dirumahnya.andaikan saja dia bisa bertemu rohnya sekarang dia harus berbicara dengan dia sekarang. Kiai itu menghela nafasnya. Gadis itu juga cemas akan temannya yang minggu ke 28 dia belum bangun. Juga.
Rozi tidak terbayang ada orang yang sekeji itu dengan teman sendiri hanya karena kedengkian yang amat sangat. Saking dengkinya dan mendewakan diri sendiri, dia rela memberikan hal yang ghaib untuk melenyapkan temannya sendiri.
Pergulatan yang tidak dimengerti
Carissa menatap temannya yang tertidur dengan beberapa Alat yang menyiksanya. Rufi masih menatap dengan rasa iba. Cintanya untuk membawanya kesini.
‚gue gak bisa memaafkan Rinka... ini adalah jalan yang amat egois !!!‛
‚Lantas apa yang harus kita lakukan??‛
‚kita harus membebaskan menik dan membunuh Rinka bersama dengan ilmu hitamnya. Menik ini gue akan berusaha untuk melakukan apapun untuk lo‛
Carissa tau siapa apa yang membuat Menik begini.
‚dari mana lo tau ini karena ilmu hitam‛
Carissa yang penasaran dengan Menik. Kata Menik yang tidak sakit apa-apa. Terpaksa dia lakukan mengambil sampel gen
dan mencabut sehelai rambut kepala dari kepala Menik yang tertidur.
‚jangan mengada-ngada Carissa‛
Carissa bingung menjelaskannya darimana. Rufi begitu mencintainya, tidak mengerti harus menjelaskannya darimana. Saat suasana mulai sedikit menegang tiba-tiba ibu kandungnya Menik datang membawakan sedikit makanan untuk menjamu mereka berdua.
Carissa langsung pergi dari ruangan.
‚Maaf ya bu Carissa harus pergi‛
‚tapi‛
‚maaf ya bu‛
Carissa bingung menjelaskannya. Dia harus menyelamatkan Menik dari sesuatu yang kini menggerogoti tubuhnya Menik. Rufi penasaran mengapa Carissabisa tau dengan penyakit yang diderita nya. Mengapa carissa tau pelaku yang sebenarnya?? Entahlah? Batinnya mengikuti Carissa secara diam-diam dan meninggalkan ruangan itu.
Rufi menarik tangan carisa.
‚hey... Tunggu Carissa !!!‛
‚apa???‛
‚kenapa???‛
‚darimana lo bisa tau bahwa Rinka pembunuhnya?? Jangan nuduh gitu dong Carissa‛
‚teman gue tau semuanya. ‚
‚apa??‛
‚ya si Rinka itu menyimpan benda-benda aneh dalam rumahnya‛
‚benda apa sih gue gak ngerti‛
‚lo harus ikut gue dalam beberapa minggu ini. Lo gak mau kan ngeliat menderita kaya begitu kan??‛
‚ya nggaklah mana mau gue‛
‚ayo kita selamatkan Menik. Selamatkan yang lainnya sebelum korban selanjutnya beredar‛
‚gimana caranya supaya kita bisa menyelamatkan Menik?‛
‚ikut gue‛
Tatap Carrisa dengan tajam dengan meyakinkan Rufi temannya itu.
Dirumahnya banyak foto-foto orang yang dia simpan. Kali ini korbannya adalah ketua Bam kampusnya. Namanya Fahmi. Lagi-lagi dia mengadakan ritual bodohnya itu.
Dia ingin membunuh Fahmi dengan cara diguna-guna. Memandikand darah yang berada didalam mulutnya. Ini dia lakukan karena dia menyukai Menik. Mengapa banyak sekali yang suka dengan Menik dan tidak memperhatikan perasaannnya??
Ini sangat aneh. Diakan juga cantik, terkenal pintar. Sedangkan Menik hanya wanita biasa-biasa saja . kali ini dalam satu Malam dia harus membunuh Fahmi.
‚gue gak akan membiarkan orang-orang dimanapun suka dengan Menik‛
Dia melakukan ritual-ritual aneh. Kumpulan kemenyan tersimpan rapi dengan lemari sejuta bunga yang tersimpan rapi.
Bungan mawar yang digunakan orang untuk menghiasi makam orang yang sudah meninggal dunia. Dia masih menggunakan ritual. Tuhan baginya sudah jauh dari pandangannya. Dia tidak percaya dengan kepercayaan Tuhan yang telah memberikan banyak anugrah. Dia terkenal dan orang-orang mengenalnya . namun cinta itu berpihak kepada orang-orang yang biasa.
Menik . sesungguhnya dia sangat membenci gadis itu kala orang-orang sangat menyenanginya. Apalgi Carissa sangat menyayanginya, dan karena itu Rufi tidak pernah perhatian akan perhatiannya yang sangat dalam. Dia sangat mencintai Rufi sepenuh jiwa dan raganya. Dia menaburkan semacam pasir diatas foto Menik dan Vanilla karena itu dapat membuat dia merasa puas.
‚Kali ini dia harus mati‛
‚sesepuh bunuhlah mereka . aku tidak ingin melihat mereka hidup dalam kebahagiaan‛
Vanilla melihat menik yang masih termenung akan keadaanya. Menik tidak mengerti ada apa yang terjadi dengan Carissa dengan Rinka. Vanilla menggenggam tangannya.
Vanila menggenggam tangannya dengan penuh perasaan. Lagian dengan ini baru pertama kalinya , dia menyentuh tangan seorang gadis. Dia hanya seorang dosen biasa. Populer dan jauh hidupnya dari wanita. Dia tau dia sekarang berada di Alam mimpi. Namun mimpi ini terasa nyata bagi dirinya.
‚Menik...‛
‚kenapa lo megang-megang tangan gue?‛
‚Ha??‛
Menik melepaskan genggaman tangannya.
‚Maaf‛
‚kenapa lo megang-megang tangan gue??‛
‚Lo terlalu indah untuk gue impiin‛
‚indah?? Indah yang bagaimana maksud lo??‛
‚kalau mimpi ini berlangsung lebih lama, mungkin gue akan memilih terperangkap dalam mimpi ‚
‚maksud lo??‛
‚kalau kita sadar, gue harap gue masih ingat dengan lo. Dan gue juga berharap lo juga demikian‛
‚Apasih Vanilla??‛
‚semoga kita berjodoh didunia nyata‛
Hari semakin berlalu perjuangan Carissa dan Rufi menyadarkan saudaranya tidak berhenti begitu saja. Berbagai anjuran yang diberikan oleh Rozi kepada mereka untuk selalu mendoakan menik dengan membaca beberapa surah di Al-qur’an. Sementara Rozi dihadapannya sedang sibuk mendoakan Vanilla yang tidak kunjung sadar pula dirumah sakit.
Rinka selalu membacakan Ritualnya.
Demi membunuh Menik yang bertarung melawan setan . mereka berdua terikat didalamnya.sesepuh Roro menatap mereka dengan tatapan Jahatnya.
‚saat aku mencari kalian berdua. Atas izin tuan saya dia sangat membutuhkan saya. ‚
‚apa yang lo inginkan??‛
‚oh inilah yang saya inginkan. Sekian lama saya mencari. Sesuai dengan harapan seseorang, kalian adalah harapan seseorang untuk dijadikan tumbal untuk saya‛
‚Tutumbal‛
‚pernahkah kalian mencintai seseorang?? Seseorang yang dulu sampai sekarang kalian cinta‛
‚apa maksud lo??‛ kata Vanila dengan Sinis.
‚ini adalah pertarungan kita.dimulai dimana cinta dan benci telah masuk kedalam alam ini‛
‚apasih maksud lo??‛
‚orang yang bertengkar karena kalian. Sedang melakukan ritual untuk membunuh kalian‛
Menik semakin tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh oleh sesepuh itu.
‚Rinka, tidak pernah menyayangi kamu Menik. Dia menginginkan apa yang harusnya jadi milik dia. Semua pria mencintai kamu. Kamu harus mati menik. Dengan cara masuk kedalam sumur neraka‛
Menik tercengang dengan apa yang dikatakan sesepuh itu. Vanilla terbelalak dengan apa yang dikatakan oleh nenek yang berbibir hitam . dia menyalakan api untuk membolongi sebuah tanah agar terbentuknya sebuah lubang. Menik , hatinya menggelora. Jiwanya sedang meledak-ledak mengapa Rinka begitu membencinya.
‚kenapa ?? dia begitu membenci saya‛
‚kamu merebut apa yang dia inginkan secara tidak langsung‛
‚saya tidak seperti itu‛
‚tapi kamu seperti itu... dan kamu juga tanpa sadar merebut cinta Vanilla. Rinka begitu mencintai Vanilla. Tapi Vanilla menolaknya. Kamu juga merebut hati Rufi. Gadis itu harusnya bersama seseorang yang dicintainya yaitu Rufi‛
‚saya tidak mencintai Rufi...!!! saya sudah berulang kali mengatakannya kepada Rufi untuk menjauhi saya ‚
‚Bohong kamu‛
‚cukup !!!! dia benar. Gadis itu benar !!!‛
‚oh kamu membela dia vanila??‛
‚yah, ‚
‚apa kamu mulai jatuh cinta dengan dia??‛
Vanila terdiam. Dia menatap Menik lebih dalam-dalam. Menik menangis dengan insiden itu.
‚Yah, saya jatuh cinta dengan dia‛
‚kenapa??‛
‚dia bukan gadis yang egois . tidak seperti Rinka.‛
Sesepuh itu itu marah. Menik memutar-mutar tangannya hingga tangannya terlepas dari ikatan itu. Dia menghajar Vanilla dengan kekuatannya.
Dia mempersiapkan kekuatannya.
‚saya harus membunuh orang ini terlebih dahulu‛
‚Jangan saya bilang‛
‚lalu apa taruhannya‛ dia masih mengumpulkan kekuatannya.dia menatap wajah Vanilla.
‚Vanilla, kamu harus kembali kedunia‛
‚apa???‛
‚ Kamu harus kembali. Hancurkan semua yang dimiliki ini oleh Rinka. Dia tidak membenci kamu .tapi dia membenci saya‛ ucap menik dengan penuh dengan linangan airmata. Kekuatan yang dikumpulkan mulai mengarah ke arahnya.
‚kita harus yakin kalau kita berjodoh‛ senyum Menik dengan manis. Kekuatan itu mengenai tubuhnya.
‚TIDAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!‛
Vanila terbangun dari komanya. Kedua orangtuanya sangat senang sekali.
‚Nak kamu sudah sadar‛ dia membuka Tirai dibaliknya. Dia melihat Menik masih terbaring disana. Carissa dan Rufi terkejut dengan kehadiran cowok itu. Dia menatap Menik dengan penuh linangan air mata.Rufi mulai bingung mengapa Pria ini menangis dihadapan Menik.
Dia menggenggam tangan menik dengan penuh penyesalan. Menik masih tertidur. Membuat Rufi sebagai pria yang juga mencintai menik memisahkan Menik dari pria itu.
‚Apa-apaan lo???‛
Terjadilah keributan kecil diantara mereka dirumah sakit. Sementara Vanila masih menangis melihat Menik yang masih belum bangun.
‚Menik !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!‛ dia memeluk Menik dengan rasa iba. Dialah yang paling histeris diantara yang lain. Carissa dan yang lain bingung. Kenapa pria ini memeluk Menik. Rozi tersenyum namun disatu sisi dia juga sedih karena sahabatnya memeluk perempuan. Namun Rozi bersyukur karena dia sudah menemukan cinta yang sekarang masih tertidur.
‚Menik...bangun lo Menik. Jangan begitu dong Menik...Jangan tinggalin gue‛
Rufi emosi. Dia menarik kerah baju Vanilla dengan marah.
‚ada apa dengan Menik?? Jawab gue?? Kenapa dengan Menik ha???‛
Dia menatap tajam Rufi. Dia menghela nafasnya dengan urat leher yang tegang.
‚Lo ya Rufi‛
‚ia?? ‚
Dia memukul Rufi dengan satu pukulan .hingga fasilitas rumah sakit seperti invus jatuh .
‚apa-apaan lo??‛
‚Lo harusnya peka terhadap perempuan yang mencintai lo. Perempuan yang membuat Menik tertidur. Karena lo, Rinka buta bahkan membunuh temannya sendiri karena ilmu persetanan yang dia anut. Dia menyembah sesuatu yang tidak patut disembah‛
‚gue gak suka sama Rinka. Dia memaksakan kehendak orang lain untuk mencintai dia. Dia itu egois‛
‚sudah tau dia Egois, kenapa lo tambah melukai dia? Dengan menghantarkan Menik yang sekarang menghadapi kematian. Lo memang lelaki yang hebat.harusnya lo menjaga perasaan wanita lain. Apalo mengerti?? Lo memang cocok dengan Rinka‛
Vanilla ingin menghajarnya sekali lagi. Namun dihalang oleh dua orang temannya. Semua orang menghalangnya. Vanilla emosi setengah mati.
‚tunggu?? Sabar tenang, Lo siapa?? Lo siapanya Menik?? Gue gak pernah melihat lo sebelumnya‛ Ucap Carissa dengan tenang
‚Nama gue Vanilla. Vanilla Ferdian. Gue ketemu di Alam Menik. Sekarang Menik dalam bahaya.Menik diambang ajal. Itu semua karena cowok itu.heh Rufi, pernahkah lo utarakan perasaan lo ke Rinka‛
Rufi termenung sejenak. Dia berfikir, pernahkah dia mengatakan perasaannya ke Rinka.
‚belum pernah‛
‚ini semua ulah lo. Nyatakan perasaan lo sekarang juga. Jangan pernah PHP-in perempuan. Mungkin itulah alasannya mengapa RinKA INGIN MEMBUNUH MENIK !!! tak ada seseorangpun yang mencintai dia. DIA MEMBIARKAN RINKA UNTUK JATUH CINTA KEPADA LO SEDANGKAN LO SENDIRI BELUM TAU BAGAIMANA PERASAAN MENIK YANG SESUNGGUHNYA SEPERTI APA. ANDAI DIA TIDAK MENCINTAI LO JANGAN LO PAKSAKAN JUGA PERASAAN DIA‛
‚GUE TIDAK MEMAKSAKAN DIA. GUE HANYA MEMBUKTIKAN KALAU DENGAN MENGANTARKAN DIA KEKAMPUS ITU ADALAH CINTA‛
‚ITU BUKAN CINTA...TAPI PEMAKSAAN SECARA HALUS.LO ADALAH COWOK YANG SALAH DAN BEGO.LO GAK PANTAS UNTUK MENIK PAHAM !!. SEKARANG GUE PENGEN PERGI KETEMPAT RINKA‛
‚pergi ketempat Rinka?? Apa yang terjadi kepada Rinka‛
‚Rinka harus mengakhiri permainannya. Kalau ini dilanjutkan kalian semua akan jadi korban selanjutnya‛
‚benar, benar kata Vanila. Itu harus dihancurkan. Walau memakan korban. Setidaknya itu akibat dari buah yang dia perbuat. Salah dia mengapa dia telah menduakan Allah . dan tidak mensyukuri apa yang Allah berikan padanya.‛ Mereka setuju. Mereka mendatangi tempat Rinka secara bersama-sama. Demi membela kebenaran menyelamatkan Menik dari perangkap setan.
Rinka selalu membaca mantranya dengan khusuk. Dia menjalankan aksinya memuja sesepuhnya yang sangat kuat. Untuk menghancurkan Menik dan Vanilla. Dia pertapa dengan begitu senangnya. Dengan harap dia bisa melenyapkan Menik dengan
begitu secepatnya. Semua peralatan yang ada disana lengkap semuanya. Untuk menghantarkan menik pada lubang keabadian yang tercipta oleh sesepuh Roro. Dia tidak ingin Menik menjadi priotas pertama. Dia tidak ingin dibanding-bandingkan dengan menik. Menik yang katanya peduli, menik yang katanya sangat mencintai temannya, itu adalah omong kosong bagi Rinka. Karena Rinka tidak pernah melihat itu.
Begitu khusuknya pertapa dia melihat sesuatu yang jatuh dari hadapannya. Sebuah cangkir yang terletak didepan lukisan sesepuh Roro. Ada dua gelas yang terletak disana. Satu gelas yang isinya bernama Vanilla satu lagi Menik. Satunya pecah.
Rinka begitu panik dengan keadaan itu. matanya terbelalak. Tangannya menggeretek ketakutan. Dia mendadak keringat dingin . dia teringat dengan sesuatu hal yang disampaikan oleh sesepuh Roro.
‚Jika salah satu gelas ini jatuh. Maka orang yang kamu jadikan korban akan terbangun dan kamu akan hidup dengan nyawa setengah. Namun jika gelas ini pecah kedua-duanya dengan sendirinya maka kamu akan bersiap-siap dengan kematian kamu dan kamu akan jadi tumbal saya”
Dia tidak bisa terkendalikan. Gelas yang berisi nama Vanila Ferdian jatuh sendirinya.
‚Tidak mungkin-Tidak MUNGKIINN mereka harus mati. Mereka harus mati....HARUS MATI !!!!‛ Ketika melihat gelas itu pecah, gelas yang satunya mulai retak secara perlahan-lahan’Krackkk-Krackkk-‘ dia cemas. Dia tidak memperhatikan gelas itu lagi. Dia melanjutkan pertapanya dengan membaca mantra.
Di Alam yang tidak diketahui oleh manusia, Menik tertelungkup menghadap sesepuh Roro. Sesepuh kewalahan menghadapinya. Dia menangis disana.
‚saya Menyayangi Rinka saya tidak mencintai Rufi. Saya tidak cinta dia‛
‚Kamu bohong !!‛
‚saya tidak bohong. Saya tidak suka dengan Rufi. Saya hanya menganggap Rufi sebagai teman‛
‚lantas mengapa dia selalu mengantar kamu. Menuruti permintaan kamu??‛
‚karena kita adalah teman. Bukan hanya aku saja, tapi permintaan Carissa dan Rinka sendiri juga dituruti‛
‚pembohong‛
‚saya mencintai Vanilla‛
Sesepuh Roro marah dan tidak percaya . dia mengangkat kerah baju Menik. Dan melemparkannya jauh dari hadapannya. Justru membuat semakin tidak berdaya. Dia menangis.
‚semakin lama saya semakin kasihan. Bagaimana kalau kamu mengikuti saran saya?? Kamu sembah saya. Maka saya akan membebaskan kamu‛
‚kenapa saya harus menyembah kamu??‛
‚karena kekuatan saya lebih besar. Saya bisa menghidupkan orang mati dan menghidupkan orang mati‛
‚saya tidak mau menyembah sesuatu yang lemah. Kamu bukanlah Tuhan. Kamu makhluk lemah yang bisa beranak, sedangkan Tuhan tidak bisa beranak‛
‚oh Ya??? ‚ dia marah. Dia mengeluarkan kekuatannya lagi. Namun,’Prank !!!’.dia dihantam sesuatu yang lebih kuat. Orang itu bersinar, dia menolong Menik. Sesepuh Roro tertelungkup karena kekuatan orang itu
‚kamu siapa??‛Tanya Roro sinis menahan sakit didadanya.
‚saya harus menghantarkan anak ini ke Alam manusia. ‚
‚kenapa kamu ikut campur??‛
‚sebab Tuhan telah menentukan takdir dia. Menik pulanglah kamu ketempat kamu. Sadarkan teman kamu biar saya urus orang ini. Selamatkan teman kamu‛
Sebuah cahaya dari orang itu menghantarkan dia kepada sebuah lorong yang ada dengan sendirinya.dia disuruh masuk meninggalkan dunia mimpi. Perjalanan dia berada dialam mimpi sudah berakhir.dan dia harus menyelamatkan Rinka dari cengkraman setan.
Mata gadis itu terbuka. Dia melihat sebuah ruangan yang kini sekarang entah dimana? Ada ibu yang menyiapkan makanannya. Dia menggenggam kepalanya. Kepalanya terasa pusing sekali.
‚Menik....‛
‚ibu....‛
‚Alhamdulillah ya Allah‛
Dia langsung duduk diatas tempat tidur .
‚ibu khawatir bahwa kamu gak akan pernah bangun..Ya Allah makasih‛
‚bu, antarin aku ketempat rinka sekarang juga.‛
‚ayo bu. Nanti Rinka bisa mati‛
‚baiklah‛
Botol satunya pecah.Rinka tambah panik . dan anehnya ketika perlahan-lahan mulai pecah, lehernya tercekik sendiri. Dia tidak bisa menahan sakit dilehernya. Dia berlari keluar terasa pengap rasanya diruangan.
Vanilla mengikuti petunjuk Carissa. Carissa tau dimana tinggal Rinka. Rinka tinggal di Apartemen. Sampai di Apartemen, Carissa dan kawan-kawan mengejar keberadaan Rinka demi menyelamatkan Menik.
Rinka berjalan tertatih-tatih menahan sakit dilehernya. Hingga akhirnya dia berada disebuah lantai dimana dia bisa melihat dunia.bangunan terlihat kecil dari pandangannya. Entah kenapa dia menangis sendirian disana. Dia terduduk disana. Dia teringat dengan semua kenangan. Dia merasa sedih. Dia mendadak apa yang dia lakukan kepada Menik yang tertidur karenanya. Dia mengadahkan wajahnya ke langit.
Karena Asmaranya terlalu dalam kepada Rufi. Dia harus mengorbankan temannya sebagai sayembara. Dia mengadahkan wajahnya keatas langit.
Sementara itu Carissa datang menanyai apartemen Rinka nomor berapa. Setelah mendapatkan informasi mereka memasuki ruangan Rinka yang penuh dengan gambar-gambar dan bau kemenyan yang menyengat.
‚Hancurkan segera !!!‛ perintah Vanilla.
‚baik‛ mengangguk
Semuanya menghancurkan apa yang disembah oleh Rinka. Ini semua tidak benar. Ini adalah perbuatan yang salah. Rinka telah menduakan sang Khalik. Saat Vanilla dan yang menghancurkan beberapa benda yang ada disana . tiba-tiba dia menemukan 2 gelas yang terletak didepan sebuah lukisan nenek-nenek tua. Dia menyentuh gelas yang satunya pecah. Disitu ada sebuah secarik kertas. Dia mengambilnya sekaligus membaca tulisan itu. matanya terbelalak namanya tercantum disana.
‚ada apa ??‛ tanya Carissa heran menatap Vanilla.
‚Nama gue‛
‚ha?????‛
Rufi mendekati dengan penasaran. Ada apa ? dia mengambil secarik kertas yang ada digenggaman Vanilla.
‚Vanilla Ferdian. Itu berarti??? Ada ......Nama lain yang tercantum. Kawan...!!! cari ada tidak nama kalian ‚
‚Rufi?? !!!‛ panggil Vanilla
‚yah....cari Rinka‛
‚gak bisa‛
‚CARI RINKA !!!!‛ Vanilla langsung marah.
‚untuk apa gue harus cari Rinka ha?? Si cewek egois itu udah ngerusak semuanya. Membunuh lo dan yang lainnya‛
‚kenapa lo begitu keras kepala?? Lo harus cari dia. Kita tanya kenapa dia melakukan semuanya‛
Rufi terdiam sejenak.
Rinka mendekati bibir gedung. Dia melihat kebawah. Dia kembali menatap langit. Langit yang begitu gelap untuknya. Bersama cinta yang diibaratkan darknight untuk Rufi. Cinta yang dalam untuk Rufi. Cinta yang tidak akan tergantikan. Cinta yang membuatnya terjebak mana yang dia pilih.sahabat atau yang lain. Ada cinta yang tersisa. Yang mungkin Rufi tidak akan mau mengerti akan semuanya.
Asmaranya yang selalu menyanjungnya membuat dia harus membunuh Menik. Dia menangis karena dia begitu egois telah membuat Menik teraniaya. Begitu juga dengan Rufi yang berhak punya cinta . dan cinta itu berhak untuk siapa saja. Dia merasa bersalah kepada Menik. Dia baru mengerti orang banyak mencintai Menik.
Pandangan Kosong penuh dengan sebuah kesalahan yang mungkin tidak akan diterima oleh bumi. Bahkan mungkin Tuhan tak mau melihat dia telah menduakan sang pencipta. Yang memberikan dia segalanya. Ketenaran didalam kampus membuat dia lupa.
Dia menjatuhkan badannya kebawah . dan dia terjun bebas. Dia ingin pergi meninggalkan dunia yang membuat dia menjadi kejam dan jahat terhadap orang yang mencintainya. Dan dia terhempas kebawah bersama dengan semua kesalahan yang dia lakukan.
‘DAMNNNNNN!!!!’
Sampai dibawah kepalanya pecah. Dia sekarang dalam keadaan sekarat.
Sampai di Apartemen Rinka . Menik berada dipekarangan Luar. Dia melihat keadaan disekitarnya.
‚Ya Allah Rinka‛
Dengan Nafas yang tersengal-sengal Rinka menatap Menik . air matanya keluar. Menatap sakit didalam dadanya. Rasa penyesalan , bersalah. Menik langsung menghampiri Rinka yang berlumuran darah
‚Rinka‛
Menik memeluk Rinka yang sekarang tidak berdaya. Tangannya bergetar hebat. Dia menatap Menik dengan penuh tangisan. Dia mengelus wajah Menik.
‚Me...Me...nik....‛
Menik menangis.
‚ia Rinka...‛
‚Ma...Ma..afin gue...‛
‚gak Rinka. Gue harusnya minta maaf. Gara-gara gue, lo gak dapat kesempatan memiliki rasa itu untuk Rufi‛
‚gak...Ru fi...pupunya hhhhak uuuntuk ciinta. Dann....lo...ju..ju..ga Berhak u..u..untuk dicintai. Ka..ka..rena egoisnya gue....se..se...se..mua jadi...benci gue...Gue....gugue Minta maaf‛
Beberapa saat dia melihat Rufi dan yang lainnya. Rufi menatapnya dengan penuh kesedihan saat melihat kondisi Rinka sekarang.
‚Rinka??‛Ucap Rufi.
Dia melambaikan tanggannya untuk Rufi. Dengan tulus penuh senyuman. Akhirnya dia menutup matanya. Untuk selama-lamanya.
‚Rinka..Rinka...‛
Dia menepuk pundak Rinka. Rinka tidak bangun-bangun. Menik melakukannya berkali-kali untuk menyadarkan Rinka.
‚Rinka!!!!!jangan tinggalin gue ....‛
Akhirnya Rinka memilih jalan pintas. Dia ingin menembus dosanya di Neraka. Dan membiarkan Menik bahagia bersama dengan kebaikan yang sejak dulu ditaburi sejuta kebaikan didalam jiwanya.
_________________________________________________
Esoknya, proses pemakaman Rinka. Menik menatap kuburan Rinka yang dingin didukung oleh cuaca mendung. Semua orang telah pergi meninggalkan tanah pemakaman. Disana dia mengambil sebutir tanah yang telah menimbun Rinka temannya.
‚jadi jangan pernah menduakan Allah ‚
‚Maksudnya??‛
‚ini adalah akibat tidak mensyukurinya‛ Ucap Vanila dengan penuh senyuman. Dia menatap Menik .Menik tersenyum menatapnya. Tidak biasanya Rufi menatap Menik bahagia ketika melihat lawan jenisnya. Namun Rufi senang. Dia tidak ingin seperti Rinka memilih cinta yang salah. Dia hanya bisa menatap Carissa yang juga tersenyum menatap menik. Namun disisi dia juga menangisi Rinka kenapa dia tidak menceritakan perasaannnya untuk Rufi.
THANK FOR ALOT



Komentar
Posting Komentar