Agreemant Over Part 2

Dia memberi nama Angsa itu Ebiet. Dia memelihara angsa itu dengan baik. Windi membawanya kehadapan neneknya.  Neneknya menatap cucunya dengan yang membawa seekor angsa yang bernama Ebiet itu. neneknya ingin memeluk Angsa yang baginya berbulu sangat cantik. Lebih cantik dari biasanya.
“dia ini jantan betina???”
“jantan nek”
“oh...namanya siapa??”
“Ebiet “
“Ebiet??”
Neneknya tercengang setengah mati. Nama yang tak asing ditelinganya. Ebiet. Mengingatkan dia akan kejadian suatu hal. Dimana ada seorang pemuda yang dulu pernah dia ajar. Pemuda itu diajar bagaimana cara mengelola lahan pertanian. Ebiet Da Roman. Murid yang ia sayang, yang ia anggap cucu sendiri. Merupakan pemuda yang paling kaya yang membuat sanak saudaranya iri kepadanya.  Hingga karena harta warisan itu ia dikabarkan meninggal karena terbunuh oleh pamannya sendiri Oniew. Ia tidak percaya dengan berita yang dia dapat. Pemuda yang baik hati, pintar, santun, Tampan, yang rencananya ia perkenalkan kepada cucunnya terpaksa harus pergi selamanya. Sampai sekarang ia masih tak percaya bahwa Ebiet Da Roman , hingga berulang kali mencari Ebiet Da Roman yang konon dikabarkan meninggal didanau tempat cucunya sering berehat disana.
Sang Nenek tiba-tiba menangis ketika cucunya memberi nama ‘Ebiet’ .
“nenek kenapa??”
“ha?? Gak ada.” Neneknya menghapus air mata sambil mengelus angsa putih yang cantik itu.
Malam harinya:
Sang Nenek ingin mengadakan pesta . namun dibatalkan karena nenek mendapatkan berita bahwa orang  diluar sana sedang mendapatkan musibah. Gempa kecil yang menghancurkan sebagian rumah warga. Nenek keluar memberi mereka bantuan berupa buah yang ada dikebunnya yang merupakan kebun pemberian Ebiet Da Roman sewaktu dia masih ada. Windi ikut serta membantu warga disana sambil membawa angsa yang cantik itu kedalam mobilnya. Saat dia memberikan sumbangan, tiba-tiba datanglah Trio Kipas. Yang terdiri dari 3 perempuan cantik. Dia mendekati Windi dengan tampang seolah-olah mencemooh dirinya.
“huy....Tadi sore ntah tadi siang yah... ada cewek cari gaun “
“iye, gaun untuk pesta.  Tapi pestanya gak jadi yah. Hah syukurlah. Cewek jelek buat apa datang ke Pesta ? ngerusak pemandangan aja”
“Lo tau gak Windi. Dipesta itu biasanya dipenuhi oleh cowok-cowok ganteng, dan cewek-cewek cantik kaya kita. Kalau orang kaya lo mah mana pantas. Jelek kaya begini. Udah jelek sok cashual lagi”
“kalau gue jelek, emangnya kenapa?? Masalah buatlo ???”
“nggak...nggak masalah. Hanya saja lo harus paham apa itu Party yang sebenarnya. Disana , banyak makhluk-makhluk indah . “
“yah gue tau....tapi gak seindah hatinya. Lo semua memang cantik. Tapi lo punya sisi yang amat rusak yang mungkin tidak bisa diubah lagi. Sesuatu yang amat menyedihkan seumur hidup lo”
“maksud lo???”
“yah cantik, buat apa kan??kalau cashingnya doang” Windi tersenyum . membuat Trio Kipas tidak bisa berkata apa-apa. Setelah membantu orang-orang sekitar. Windi dan neneknya pulang.  Dengan mobil yang dikendarainya. Lalu sampai dirumah neneknya heran sekali mengapa hanya dirumahnya saja yang tidak kena.
“kenapa yah Windi??”
“nggak tau nek”
“Kwek—Kwak--Kwak” angsa itu datang kepadanya. Windi langsung memeluk angsanya itu.
“Ebiet....mau tidur, “
“ya udah gih, bawa Ebit tidur dikamar kamu yah. Mungkin dia gak mau tidur dikandang bebek.
“ah ia nek...”
Windi menuruti perintah neneknya dengan senang hati. Dia bawa angsa itu kedalam kamar. Didalam kamar ia elus-elus bebek yang baru saja ia temui didanau. Dia melihat bulan lewat jendela yang terbuka.
“Ebiet, Lo gak apa yang membuat gue menderita??? Pertama setiap nenek ngadain pesta gue selalu diejek sama trio kipas. Kalau gue jelek, apalah, Harry Potterlah. Harry Potter cowok wajahnya rada-rada Girlylah. Bisa dikatakan cantik juga sebagai cowok. Nah, gue??? Apanya yang cantik??
Terus gue menderita juga. Karena setiap cowok yang gue suka selalu pergi dari hadapan karena gengsi. Kapan yah gue bisa punya pasangan. Yah kalau bisa orang-orang kaya gue 1 untuk selamanyalah”.  Dia lalu tidur. Sebelum tidur, dia menghidupkan simfoni ‘Swan Lake ‘ karangan TRICOVSKY . musik indah karangan orang Rusia. Dia tidur karena capek.  Saat Windi tertidur , angsa yang bernama Ebiet itu kembali bersinar. Dia kembali dalam wujudnya semula. Benar-benar wujud aslinya sebelum dia menjadi Angsa danau. Windi yang tidur dengan pulas tidak tau bahwa Angsa yang dia pelihara adalah Ebiet Da Roman yang sampai sekarang populer dikalangan para gadis. Dia memakai Jacket berbulu angsa,rambutnya putih. Dia menatap Windi dengan penuh senyuman. Kemudian dia tidur.
Esok pagi dia kembali melanjutkan aktifitasnya . melaksanakan tugas-tugas perempuan, masak, membersihkan rumah, lalu membawa bebeknya jalan-jalan . tidak lupa angsa yang cantik itu. mengelilingi desa dengan sepenuh hati. Semua orang banyak memujinya karena dia cewek rajin. Kecuali Trio Kipas yang sekarang menggandeng pasangannya. Windi kesal dengan mereka. Mengapa mereka tidak hancur bersama tumpukan gempa saja sekalian.
“Hallo Windi??”
“Hmmm”
“beb, masih ada cewek yang kaya gini beb yang main ama bebek. Untung aja aku sama kamu ya beb. Bersih putih, cantik”
“makasih ya sayang”
“lo semua norak banget sih??? Kaya gak pernah pacaran aja”
“lo sendiri, emangnya pernah pacaran??”
“nggak”
“makanya jangan sok menilai orang”
“gue bukannya sok menilai orang yah? Hanya saja lo harus paham gitu. Kemesraan itu gak perlu dipamerin nanti nih-nih-nih bocah gak jadi pasangan lo”
“ih....pengen gue gaplak lo lama-lama.udah sana lo”
Windi meneruskan perjalanannya bersama angsa dan para bebek yang ingin mencari minum. Biasanya bebek-bebek itu mengisi waktu bermainnya didanau.barisan yang sangat rapi sekali  dan tidak pernah hilang dibarisannya. Windi lebih suka melihat pemandangan danau dibandingkan dengan pemandangan Trio Kipas yang suka memamerkan hal yang tidak penting kepadanya. Saat dia menatap bebek-bebeknya yang sedang minum, angsa itu mendekat lagi kepadanya. Tanpa disuruh, tanpa dikomando, dia datang bagaikan seseorang yang butuh.
Windi membelainya dengan kasih sayang.
“Ebiet ??”
Dia membelainya dengan penuh kasih sayang. 
“Ebiet, mungkin kalau lo manusia pasti lo gak suka dengan hal-hal yang ada. Kaya tadi. Kaya dia yang paling laku aja. Gue bukannya iri ya. Hanya aja ni gue berfikir tentang mereka . gue kasihan ngeliat mereka kedepannya gimana kalau suatu saat pasangan mereka itu bukan jodoh mereka.” Dia berbicara kepada angsanya.
“Ebiet....gue suntuk nih, lo mau dengar simfoni ini gak. Sebenarnya ada sih beberapa simfony yang bagus, kaya Allemande, Sonata No 34-Finale, Fur Eliese, tapi gue suka cuman suka Swan Lake. Karena ini mengingatkan gue dengan Odete. Film barbie favorite gue. Oh ya Ebiet, gue hidupin ini dulu yah , habis itu gue tidur” dia menghidupkan Simfoni itu di ponselnya. Setelah itu dia tidur karena dia lelah mengawasi angsa-angsanya. Dia tidur pulas. Angsa yang berada didekatnya berlari mendekati pinggir danau. Angsa yang bernama Ebiet itu kembali memancarkan sinarnya. Tubuhnya terurai seperti gugusan cahaya yang kembali memutar. Dia memancarkan cahaya yang sinarnya lebih terang dari biasanya. Sehingga mampu menembus pandangan Windi yang tertidur. Silauan cahaya, membangunkan Windi kembali. Saat Windi terbangun,dia mencari Angsanya yang bernama Ebiet.
“Ebiet.....???” bebek-bebeknya masih minum. Dia melihat gumpalan cahaya yang dia lihat seperti melihat Ebiet .Simfoni Swan Lake masih berbunyi. Dia menontonnya sama seperti pertama kali dia temukan Angsa itu disana. Dan satu persatu cahaya itu membentuk sepasang sepatu, kemudian kaki dan badan dan wajah semuanya. Cahaya itu menjelma menjadi seseorang. Pria agak brewok, rambutnya putih, memakai celana Jeans warna hitam pekat, pakai sepatu Cats , dia memakai Sweater berbulu seperti dari bulu angsa. Dia memakai cincin warna perak dijari tengah. Membuat Windi menganga melihatnya. Seseorang yang berdiri didepannya. Apakah dia Elf?? dia membuka kacamatanya kemudian mengucek-ngucek kedua matanya. Cowok tanpa nama berdiri dengan ganteng.
Windi memakai kacamatanya . dia mendekat kearah orang itu. dia menatap Windi dengan tatapan killer. Namun terkesan Cool. Windi mengedip-ngedipkan matanya yang kedua kali.
“wah, gue salah orang !!!”kata Windi. lalu ia ingat dengan angsa kesayangannya .
“Ebiet, lo dimana sih...Ebiet”
“Nyari siapa lo??”tanya cowok itu kepada Windi. Windi menggeretek habis-habisan. Dia tidak percaya akan hal ini.
“Eeeee gue mencari Angsa, putih, cantik, jantan nananananamamamamanya eeeeebiet”
“oh, hmmm kenalin gue Ebiet” dia mengulurkan tangannya.
“aaa???” Windi tercengang setengah mati. nama cowok itu sama dengan angsa yang dia pelihara.
“ha?? Hahahahahahahaha pembohong. Kebanyakan cowok kaya lo pembohong.”
“nama gue memang Ebiet. Ebiet Da Roman. Keren gak nama gue??”
“biasa aja” ucap Windi gugup.
“hmm”
“oh lo ngeliat seekor angsa gak. Itu angsa gue baru gue pelihara kemarin....kok ilang sih??” Windi mulai cemas.
“coba lo lihat gue. Oh gak Sweather guelah. Apa sama dengan itik yang lo pelihara itu??”
“gak........ini mah, jacket Boyband”
“Boy..Boy ..Boy apa??”
“yah Boyband. Itu ala korea-koreaan begitulah.”
“aduh...”
“emang kenapa sih????”
“ Nanti dirumah kalau udah ketemu sama angsa putih lo yang namanya si Ebiet itu gue jelasin semuanya yah. Jangan lupa jam 7.00 malam tuh lo idupin tuh musik yang lo mainin di MP3 lo nanti malam yah nanti kalau udah ketemu gue ceritain semuanya oke Calon istri??”
“aaa???”
Spin, Masih mengenang anaknya yang sudah lama meninggal. Ebiet pergi entah kemana.
Oniew sementara Oniew, masih mementingkan harta warisan jatuh ketangannya.
“Ayolah Spin berikan tahta warisan kamu ke saya. Saya pasti jamin, harta warisan kamu tak akan tercampakan dengan sia-sia”
“apa kamu bilang??? Sia-sia?? Kamu sudah membuat perusahaan saya bangkrut dengan kebiasaan kamu yang suka mabuk-mabukan itu. apalagi berjudi”
“saya sudah berubah Spin”
“saya tidak percaya sama kamu. Saya akan tetap mewarisi harta itu untuk Ebiet. Karena Ebiet adalah putra saya yang terbaik”
“kamu jangan keras kepala spin”
“saya pokoknya tidak mau menyerahkan harta warisan itu kekamu . saya yakin bahwa putra saya tidak mati”
Spin pergi meninggalkan Oniew yang tidak terima dengan tanggapan kakaknya bahwa anaknya masih hidup. Hari semakin sore dan langit mulai menghitam menandakan malam akan datang
Malam Hari:
Windi menampar pipinya. Nenenknya menatap cucunya yang aneh .
“kamu kenapa Windi??”
“aaa” dia bingung menceritakan kejadian tadi kepada neneknya. Lebih baik dia diam saja.
“maaf nek aku kebelakang dulu yah, kasih makan Ebiet”
“oh silahkan”
Dia mengambil ponselnya. Windi segera lari kekandang mengambil Ebiet yang sibuk makan dikandang. Dia  kemudian menggendong Ebiet. Kemudian, membawa angsa itu kekebun apel milik neneknya. Disana ia taro angsa putih nan cantik itu. dia hidupkan Track Swan Lake didepan angsa itu .setelah dihidupkan dia melihat reaksi dari angsa itu. ‘SWINGG !!!!’ . angsa itu kembali mengeluarkan sinar ditubuhnya. Membuat mata tak bisa menahan betapa silaunya cahaya yang ia keluarkan sampai cahaya itu terbentuk sesuatu. Dan kembali dia membentuk tubuh seseorang . pria yang memakai Sweather  berbulu warna putih yang ia kenakan didanau.
“hah,,,”
“hy Girl??”
“lo, lo” dia masih bingung dan tidak mengerti.
“ia girl ,”
“jadi maksud lo yang didanau, lo Angsa jadi-jadian??”
“begitu”
“ha??? Mengapa ini bisa terjadi?? Kenapa ini terjadi didunia gue?? Ini fantasi ...fantasi”
“hahahahahahahaha, hmmmm lo . nama lo Windi yah??”
“kok lo tau nama gue??”
“Taulah. Nenek lo itu menceritakan tentang jati dirilo. Katanya lo yang anak baik, pintar, rajin ibadah , rajin mengerjakan segala hal yang positive. Yah gue harap gue bisa ketemu sama lo . akhirnya Tuhan mengabulkan doa gue”
“Lo kenal nenek gue???”
“kenal. Nenek lo itu adalah penyelamat hidup gue. Kalau nggak, gue bakal mati ditangan orang itu”
“maksudnya........??”
“gue pengen ceritain ini sama lo. Tapi sebelum gue ceritain ini jangan bilang nenek lo jahat yah”
“ooke”

“begini, nenek lo itu adalah pakar ilmiah, dan juga hebat dalam kimia serta pandai meracik obat. Waktu gue belajar teknik bertani, dia kasih gue ramuan untuk mengubah jadi sesuatu agar bisa selamat dari ancaman bahaya apapun. Awalnya sih gue gak percaya. Ternyata terbukti gue jadi angsa yang paling ganteng”

Komentar

Postingan Populer